· julianalimin · Past Romantic Stories  · 2 min read

Permintaan sang ‘pecinta sepihak’

Siapakah yang kau pikirkan di saat kau termenung. Di saat semua orang bercanda, ada dua yang berbeda. Engkau yang memikirkan seseorang, dan aku yang tidak dapat memalingkan pandangan darimu. Aku tahu, bukan aku yang kau pikirkan.

Tahukah kamu bahwa setiap kali aku memejamkan mataku, hanya wajahmu yang terlihat? Tahukah kamu bahwa di saat aku hendak tidur, aku habiskan jam-jam berpikir apakah kamu sudah tidur? Tahukah kamu bahwa di saat bangun di pagi hari, aku mengharapkan engkau terbangun di sampingku dan aku katakan padamu betapa aku mencintaimu, dan ingin habiskan sisa hidupku bersamamu?

Namun mungkinkah kau tahu rasa sakit yang harus aku rasakan setiap pagi, saat menyadari bahwa seluruh harapanku hanya dapat terwujud di dalam mimpi?

Setiap saat kau hantui hidupku, dan di malam hari, kau membuat ku ingin bunuh diri. Kadang ingin ku ambil bor dan melubangi kepalaku, agar dapat mengeluarkan wajahmu yang menghantuiku. Atau haruskah ku ambil palu dan pecahkan kepalaku.

Aku harap dimanapun kau berada, semoga kau dapat bahagia. Dan bila enkau ada masalah bersandarlah di pundakku, dan menangislah. Aku akan disini untuk menyemangatimu setiap waktu.

Akan aku bangunkan istana untuk kamu dan kekasihmu. Apapun akan aku lakukan untuk mempertahankan senyuman ceria di wajahmu, walau senyuman itu bukan untukku.

I will love U always, even if you will never love me.

Share:
Back to Blog