Satu Post yang merangkum pengalaman jadi ayah selama 1 tahun

Gue udah jadi ayah sekarang, ayah dari anak lucu dan mungil bernama Jules Mufazzal Alimin. Sudah lama kepikiran bagaimana caranya merangum perasaan menjadi ayah yang tidak panjang dan boring tetapi benar-benar menceritakan rasanya menjadi seorang ayah.

20131220-000534.jpg

Beberapa bulan yang lalu gue mau tidur ditemani si bocil (bocah kecil). Saat lagi nikmat-nikmatnya tiduran tiba-tiba dia menggigit kaki gue. Gigitannya perih dan sakit, saat itu dia lagi tumbuh gigi ke-4 jadi mungkin karena gatal dia jadi sering menggigit. Gue kesakitan dan marahin dia, tapi dia malah tertawa polos layaknya anak satu tahun pada umumnya.

Spontan gue buka celananya dan gue tanam gigi gue ke pantatnya dan gue usep-usep pakai mulut. “Rasain kamu ya, Aku balas!” Sudah tentu gigitannya gigitan sayang gemas. Jules mulai menangis dan gue merasa bersalah karena mengigit anak tidak berdosa yang baru berumur satu tahun. Tapi kok mulut gue berasa basah ya??

“Ohhh No…, Jules ngompol ya?” Dan istri gue nan cantik dan Indah malah mulai ketawa. Dia buka pampersnya dan bilang “Ini sih pup, mencret!!” Gue lari, nyalain lampu dan ke wastafel. Muka gue berlumuran sesuatu yang enggan gue sebut karena sangat merendahkan. Gue cuci mulut, gue gosok gigi, dan Indah terus saja ketawa. Jules pun jadi ikutan ketawa. Apakah terlalu berharap tinggi agar mereka berhenti tertawa? Tidak! Indah malah telepon Ibunya dan ceritain sambil terus-terusan ketawa. Habis itu Ibu minta HPnya dikasih ke gue biar bisa ketawain gue. *tepok jidat*

Akhirnya gue cebokin Jules, ganti pampersnya, lalu gue gigit pantatnya yang bersih. Hehehehe.

Jadi ayah itu amazing, ada senangnya, ada kewalahannya dan ada kalanya kalian berasa makan kotoran…

Ayah 7 minggu

Sekitar satu tahun yang lalu gue memutuskan untuk menulis lagi di Blog gue, namun hati gue ga kuat menyelesaikan postingan gue dibawah. Tapi gue sedang ingin membenahi hal-hal yang belum terselesaikan jadi gue putuskan untuk menyelesaikan dan mempostingnya kepada Publik. Here we go.

Sudah lama gue ga nulis di sini dan rasanya blog ini sudah dipenuhi oleh lumut-lumut dan jadi sarang laba-laba. Mungkin gue terlalu menikmati peran baru gue sebagai kepala rumah tangga. Percaya atau tidak, gue sering mikirin blog ini dan punya beberapa ide untuk dituliskan, terutama ingin menuliskan liputan wedding gue dengan Indah. Namun perasaan ini seperti keinginan gue untuk mandi pada weekend. Gue berpikir tentang mandi tapi sangat sulit untuk menggerakan pantat ini ke kamar mandi. Kecuali ada kondangan, tapi… Gue pernah sekali nekat ke kondangan cuman cuci-cuci muka dikit. Dan gue yakin tidak ada orang yang sadar. Untunglah gue dilahirkan dengan wajah siap kondangan tanpa mandi. *protes cipokSaat ini pukul 23:15 WIB dan gue berada 1152m diatas permukaan laut dalam berjalanan menuju kepulauan Maldive untuk sebuah bisnis trip. Ditemani teman kerja Christina Desi yang sudah tidur. Gue berasa berada sendirian dalam pikiran gue dan rasanya ini saat tepat untuk curhat sedikit menceritakan pengalaman gue sebagai ayah selama beberapa minggu.

Aku telat datang bulan

Kata-kata yang bisa sangat menakutkan dan/atau sangat membahagiakan bagi seorang pria. Menakutkan bila dia adalah pria yang merasa belum mampu menjadi ayah walaupun dia berada dalam hubungan yang halal/bagus (sebagai perbandingan –> bad = hubungan di luar nikah; worse = hubungan di luar nikah dengan selingkuhan). Membahagiakan bila memiliki keinginan yang amat besar untuk menjadi seorang ayah. Saat istri gue mengatakan hal ini gue merasakan kedua hal tersebut di saat yang bersamaan. Gue takut mengulangi kesalahan dari contoh-contoh gagal yang sudah pernah gue lihat sebelumnya.Teringat saat ayah gue dulu bilang ke gue bahwa dia pernah berjanji pada dirinya bahwa dia akan menjadi ayah yang lebih baik dari ayahnya (My Grandpa yang tidak pernah gue temui). Sama halnya dengan gue yang berjanji akan menjadi ayah yang lebih baik dari semua ayah yang ada di dunia ini, tapi bukankah semua calon daddy mengatakan atau setidakya pernah memikirkan hal tersebut sebelum mereka gagal? Bagaiaman jika gue gagal? Bagaimana jika gue tidak bisa menjadi ayah yang baik? Langsung terbayang kejahatan yang ada dimana-mana dan bagaimana gue bisa melindungi anak gue dari segala jenis ancaman yang ada di dunia ini? Begitu banyak pertanyaan yang memang tidak akan pernah ada jawabannya! Setelah kita memeriksa menggunakan Test Pack hasilnya Ambigu. Test Pack mengatakan Satu Garis merah berarti tidak hamil dan dua dua Garis merah berarti hamil. Bagaimana jika yang muncul dua garis buram? Kita pergi ke Klinik (yang sengaja tidak akan gue sebutkan namanya) dan bertemu dengan Dokter yang cukup bagus. Dari hasil observasi dia terlihat bahwa masih terlalu Dini untuk menyatakan apakah Indah hamil atau tidak karena dimasa sekarang ini bisa saja tetap datang Menstruasi dan Sel Telurnya keluar. Ok, kita kembali ke rumah dan ingin mencoba periksa lagi beberapa minggu kemudian.

Dari ribuan kemungkinan dan pertanyaan di Kepala gue, ada satu skenario yang tidak gue sangka justru terjadi… Indah mengalami pendarahan yang tidak wajar. Darah tetap keluar namun kita coba memeriksa menggunakan Test Pack dan hasilnya menunjukkan bahwa dia hamil. Jadi sebetulnya ini Menstruasi atau Hamil? Darah yang keluar pun berbeda dengan Darah Haid, jadi ini menimbulkan banyak pertanyaan. Di saat suasana sekitar Lebaran 2011 kita mencari Dokter Kandungan kita kembali namun sangat disayangkan Dokter yang pertama kali menangani kita sedang tidak masuk dan Dokter yang sedang ada tidak cocok dengan kita. Akhirnya setelah dapat saran dari teman, kita mencoba Dokter wanita di RS dekat rumah. Dia menerangkan bahwa Indah memang hamil dan ada komplikasi, Indah perlu banyak istirahat (Indah masih bekerja saat itu) dan dia menjelaskan bahwa kita akan mencoba memberikan obat agar Dedenya bisa terselamatkan. Well, ternyata Indah memang hamil, jadi tidak lagi ada waktu untuk berandai-andai sekarang dan sudah saatnya untuk beraksi menjadi #1 Dad.

Pada hari Senin gue masuk bekerja dan Indah mengambil Cuti Sakit karena belum merasa Fit. Tiba-tiba di siang hari dia ngabarin kalau pendarahannya semakin memburuk dan dia mau masuk ke RS. Pada saat yang bersamaan ada Trouble di klien gue dan salah satu Team Member gue berhalangan jadi gue yang harus pergi ke Klien. Baru bisa selesai jam 9 malam gue langsung pulang ke Tangerang menuju Rumah Sakit. Gue melihat Indah yang sedang pucat dan tidak berdaya berusaha untuk duduk dan senyum. Dia berusaha menenangkan gue dan mengatakan bahwa dia tidak apa-apa kok sedangkan gue merasa terpukul dan ingin menangis.

Setelah dua hari di Rumah Sakit, Dokter mengatakan hanya kepada gue bahwa jika hari esok pendarahan belum bisa berhenti maka kita harus berpikir untuk menyelamatkan Ibunya. Sekali lagi di kepala gue muncul puluhan skenario akan apa yang dapat terjadi dan gue ga sanggup untuk kembali memikirkan ulang skenario-skenario tersebut. Memikirkan kehilangan seperti ini membuat sedih dan depresi. Tapi apa yang akan kalian lakukan bila dihadapi pertanyaan oleh dokter

Kalau masih seperti ini maka harus dikuret ya

Dikuret itu adalah digugurkan. Gue masih menginat malam tersebut, pada hari selasa tanggal 13 September 2011. Gue mengatakan pada Indah. “I love you dan aku cinta baby kita. Tapi kalau harus membuat keputusan aku akan pilih kamu.” Kami saling berpelukan di Tempat Tidur Rumah Sakit tersebut. Berpelukan dan bercucuran Air Mata sambil mengelus perut Bayu kita.

 

Pada pagi harinya saat memeriksa pembalut ada gumpalan Darah. Saat Suster datang ia mengatakan bahwa sepertinya dedenya sudah keluar dan saat menemui Dokter hasil USG mengatakan bahwa Indah sudah tidak Hamil. Kami sangat sedih, dan Indah berkata “Dedenya mengalah demi Mamanya.” Tapi di Kepala gue ada pertanyaan, apa mungkin Dedenya keluar karena ditolak oleh Ayahnya???

Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Indah pernah bermimpi mengenai anak gadis yang cantik yang mengajaknya main dan memanggilnya Ibu. Kata orang dulu, Bayi yang keguguran tersebut masih bisa masuk ke dalam mimpi Ibunya. Gue tidak mau berpikir kearah sana, tapi yang pasti gue sayang sama dia walaupun sudah dilahirkan atau tidak.

Sekian Blog yang gue tulis akhir tahun 2011 kemarin. Satu hal yang gue ingat adalah Suster yang berkata, “Tidak apa-apa kok, ini artinya bisa Bulan Madu lagi”. Gue ngerti bahwa dia hanya berusaha menyemangati tapi berpikir bahwa gue lebih ingin berbulan madu lagi dibandingkan memiliki Bayi… Saat ini Indah kembali Hamil dan sedang jalan 8 bulan. Gue masih bingung harus menjawab apa kalau ditanya ini anak keberapa karena gue merasa bersalah jika tidak mengakui bahwa gue sudah pernah menjadi ayah selama 7 minggu sebelumnya.

I love You Baby, where ever you are. – Your Daddy