Tag-Archive for » Julian Alimin «
Dear Pengunjung,
Dalam hidup pasti ada yang namanya perpisahan. ada perjumpaan ada perpisahan, itu sudah takdir dan tidak dapat dicegah. Yang ingin g bahas dalam Postingan g kali ini adalah kehilangan rekan kerja dalam satu perusahaan. more…
Hari ini g Luar Biasa kesal. Seperti biasa g berangkat dari Kantor ke klien dari jam 09.00WIB sehingga sampai di kantor jam 9.30. B4 schedule jadi itu merupakan hal yang baik bukan. G mikir kalau g datang pagi-pagi kerjaan bisa selesai cepat dan malamnya g bisa main bola :). G jalan barang Illona, yang katanya mau nonton Quantum of Solace jam 18.30 di Taman Anggrek. G sih senyum-senyum aja :P.
Lalu jam 17.30 g bilang ama Illona, selesaiin yang ini cepat-cepat terus pergi nonton aja, tapi karena temannya juga lembur di kantor (yupp kita disini doyan lembur semua!!!), maka dia tetap ama g di Klient.
Jam 21.30, kerjaan Proses Gaji selesai dan g udah mulai lega, bisa main Bola yang emang dekat ama klient g. Paling telat 5 menit lah. Baru petaka pertama dimulai, ternyata g ga bawa celana Bola. Rasanya hujan bah mengguyur desa.
Bagi g itu, setelah bekerja dengan keras selama satu minggu ada satu kenikmatan membayangkan hari terakhir dimana g bisa melampiaskan seluruh frustasi g selama kerja di Lapangan Hijau.
Tidak bisa main bola di suatu minggu rasanya jauh lebih mengesalkan daripada diberitahu oleh Boss kalau kita tidak dapat Gaji Bulan ini.
Mungkin g dikira melebihkan, tapi itulah kenyataannya. Uang tuh ngakemana-mana! Toh 90-95% Uang g, g kasih ke Keluarga g buat bantuin. Jadi Uang tidak terlalu berharga bagi g. Tapi tahukah betapa susahnya nyari teman main Futsal zaman gini? Teman yang ga keberatan main di malam hari, karena tahu yang lain pada bekerja? SSussahhh BANGET.
Tapi g pikir, demi main okelah !!!
Kalau perlu g main Bola hanya menggunakan Celana Kolor, yang penting bisa main!
Ternyata data ada yang salah, dan g bersama Illona pulang dari Klient jam 00.30. Damn, thats so Bad. I really really Love Playing Futsal!
G udah mengatakannya berkali-kali, dan g tetap bertahan ama pendirian gw. Apapun yang g lakukan, g lakukan demi keluarga g. G letakkan Nyawa g di depan setiap hambatan yang diberikan kepada keluarga g. Dan g ga takut ama apapun untuk membutktikannya.
Namun saking gigihnya berusaha untuk mengangkat keluarga dari Lubang dimana kita sedang berada, apakah g juga mau mengorbankan hubungan g ama Keluarga g? Bekerja ampe malam setiap hari dan sering menginap di Kantor akhir-akhir ini. Sampai-sampai g sering ga ketemu ama keluarga g. Apakah ini benar? G ingin membeli Notebook, agak kerjaan g bisa g kerjain di rumah. Udah 3 bulan ini g tidur tidak tertur, hanya tidur 4-5 jam sehari, kadang kurang. Sepertinya g harus mengubah kebiasaan g. Badan g dah mulai sakit, dan g dikirimin beberapa email tentang orang-orang yang meninggal karena overwork. Dan tentang beberapa Gamer yang maksa main lama ampe meninggal. I don’t want to be like that.
G jadi mikir, what keeps me going?
Mungkin g justru berusaha untuk lari dari sesuatu? Males pulang karena jauh? Atau karena di rumah ga ada apa-apa, sedangkan di Kantor udah kelewat betah? Mungkin ini saatnya untuk mulai membenahi hidup. I really Love my Family, tapi kalau g mati, g ga ngebantu mereka! Ya kan?
Akhir-akhir ini kerjaan gw banyak banget di kantor udah gitu g harus selalu ke klien. Itu sih asik-asik aja, masalahnya saat g di klien ada aja klien lain yang hubungin gw. Saat itu g berharap memiliki sebuah Laptop agar g dapat bekerja dimanapun kapanpun dibutuhkan.
G pun sudah ancang-ancang menabung untuk membeli. G mau beli Acer 5930G, harganya 13.2 di Senayan City. G ngincer sejak awal Oktober 2008. Bisa kredit 1 juta per bulan. Haha benar-benar keren. Specnya pun bagus. Pas g mau beli, g mikir sabar aja dulu tanggal 12 November ada Pameran IndoComtech, pasti harga pameran lebih murah.
Ternyata g salah besar, tahu-tahu ada krisis ekonomi Global dan Rupiah melemah dari RP. 9.200 menjadi Rp 12.500 (as of today). Noooooo, di pameran harganya malah 17 juta. AAAAhhhhhhhh. Kesel banget g, ga jadi beli. Mau untung malah buntung. Katanya teman-teman ambil aja hikmahnya, tapi kenyataannya g butuh banget nih.
Sialan aturan g beli aja, ga usah mikir lama-lama. Moga-moga dollar cepat turun, atau ada orang kaya yang nawarin g Notebook, AMIN.
Ok, ini adalah hal yang mungkin sering dirasakan para pria (kalau para kaum hawa merasakan hal yang sama silahkan tinggalkan koment, itulah fungsinya koment! Buat ngasih pendapat
). Ok, g lagi iseng-iseng lihat facebook. Ada foto cewe imut banget. Dan g mikir, aaahhhhhhh soooo niceee. Lalu g bolak-balik lihat-lihat fotonya sampai di situ ada foto dimana dia ama cowo yang wajahnya biasa-biasa aja . . . g ulang “”BIASA-BIASA AJA”". G nya yang langsung mikir, ohh temannya ya.
Nah, di foto berikutnya dia ulai beradegan mesra, mata g mulai membesar dan g mikir. Ohh, hanya temannya. Sampai akhirnya ada foto dimana dia dipeluk, dan g menjeritt noooooooooo. Semakin melihat foto-foto yang lain, g semakin kesall. Rasanya seperti melihat Lutfiana Ulfa berkata saya senang bersama Syekh Puji. G menjeriittt Nooooo, jangan habiskan waktumu dengan lelaki itu.
Setiap kali melihat sepasang kekasih jalan, g selalu berpikir cakepan g (mungkin karena kenyataan :P ). Namun apakah yang dipikirkan pasangannya. G inget temen g hendri (dia mau nikah 7 Desember mendatang), bilang ama g. Julian (itu nama g
), Kalau cewe yang luar biasa cakep PDKT ama lo, berarti dia siap meninggalkan segalanya untuk berkomitmen untuk lo. G jadi mikir, saat itu ada cewe yang katanya sih dideketin ama smua cowo di kampus g, dan dia demen ama g. Dan g bilang ke dia, sorry g lagi demen ama cewe lain dan g ga mau mengambil resiko kesempatan g ama dia (ironisnya cewe yg g maksud saat itu nolak gw, DUA KALI !!! ).
Apakah harus setiap pasangan sama-sama cakep atau sama-sama jelek? Dulu g pernah mikir andai kata kalangan kaya dan cakep selalu menikah dengan sesama kaya dan cakep dan begitu pula sebaliknya. Maka di masa depan Manusia akan kebagi dua spesies berbeda. Aneh kali ya…

Live Comments RSS Feed
Komentar Orang