28 years

Wedding Couple

Umur gue pada hari ini genap 28 tahun. Duh, makin tua aja nih gue. Punggung gue semakin gampang pegel kalau naik motor, begadang jangankan sampai pagi sampai tengah malam aja udah bisa ketiduran duluan. Dan dua tahun lagi gue mencapai angka Kepala Tiga… Ganti Topik!

Wedding CoupleTahun ini banyak sekali hal yang perlu gue syukuri. Akhirnya setelah lama pacaran kesampaian juga untuk menikahi Indah. Semoga pernikahan ini bisa kekal abadi, AMIN. Saat ini gue sudah 4 bulan menikah dan masih menyesuaikan diri dengan kehidupan yang baru ini. Kehidupan pernikahan itu bukan hanya tentang senang-senang, tapi tentang juga mengenai tanggung jawab dan saling menghargai. Semakin cepat sebuah pasangan menyadari hal ini, semakin awet pernikahan mereka.

Tentunya pernikahan gue juga berimbas kepada pekerjaan. Yang tadinya mikir bisa lembur sampai pagi, sekarang harus berpikir bahwa ada yang khawatir di rumah memikirkan kesehatan kita. Cara kita menilai orang-orang disekitar kita juga menjadi sedikit berbeda.

Semuanya masih baru bagi gue :).

Di lain hal, jangan pernah lupa sama keluarga asal kalian. Menikah bukan berarti putus hubungan dengan Keluarga dan Orang Tua.

Thank you God
for giving me what I have today
and taking from me what I’m not supposed to have.

They say Live is to short for regrets
Yet I can’t stop looking back
So many things I could have done
But it’s all in the past now, right?

So I am looking forward to what You have prepared for me

Indah baru aja datang ke kantor bawa Kue. Surprise banget Secret telling smile

Jika ini pandangan sekilas masa depan gue, maka gue tahu g akan sangat bahagia kedepannya Smile

My BDay 2011

Kau beri aku sesuatu …

Di dalam sebuah cerita ada seorang pria lajang tampan yang single. Dia terlihat bebas dan lepas penuh keceriaan. Seorang pria yang terkenal tukang gombal dan suka membuat para wanita tersipu malu dengan rayuan-rayuan mautnya. Antara membuat mereka tersipu malu atau membuat mereka tertawa karena tahu dia tidak serius. Seorang pria yang sangat suka melempar pancing tanpa umpan. Dia dikenal sebagai Pria Jomblo Bahagia tanpa kekhawatiran. Apakah masalah pria tersebut sehingga ia tidak ingin memiliki pacar?

Di dasar hatinya dia seorang pesimis yang tidak percaya akan cinta. Tidak mungkin dua orang bisa hidup bahagia hingga akhir kehidupan mereka. Jika benar kenapa dia tidak pernah melihat sebuah pasangan yang bahagia hingga akhir hayat mereka? Di sebuah dunia dimana kita berpura-pura tidak mendengar saat melihat pasangan lain bertengkar? Di sebuah dunia yang kelam dimana perceraian adalah hal yang lazim, bukankah kita terlalu naif jika mengatakan percaya pada cinta hingga akhir hayat? Pria ini tidak ingin dilukai…

Namun seorang gadis mengubah segalanya. Dari berpuluh-puluh wanita yang pernah di godai dia, yang ini benar-benar berbeda. Hingga akhirnya dia tidak bisa menghilangkan gadis ini dari pikirannya. Apa alasannya? Apakah karena dia terlihat mandiri dan tidak butuh pria untuk mengawasi dia? Apakah karena gadis ini juga suka merayu si pria ini?Atau apakah karena gadis ini manis jika tersenyum? Yang jelas wanita ini memberikan pria ini ‘sesuatu’ yang tidak bisa ia jelaskan dan pria ini begitu ketakutan atas perasaan barunya ini.

Seorang pemancing yang pancing-pancingnya tidak pernah ada umpannya. Melihat sebuah Ikan yang begitu menarik hingga ia meloncat kedalam kolam untuk mencarinya. Ia hanya memandangi dan mengagumi Ikan tersebut. Berbulan-bulan berlalu dan pria ini meminta si gadis bertemu. Rasa ‘sesuatu’ itu tetap terasa dan akhirnya tanpa ia bisa mengendalikan dirinya ia mengucapkan bahwa ia ingin menjalin sebuah hubungan. Itu merupakan hal paling menakutkan yang pernah dia lakukan sampai saat itu …

Pada saat menjalin hubungan begitu banyak hal terjadi. Mereka berdua saling menyadari bahwa pasangannya tidak sempurna. Egoisme, tak tahu diri, kerapuhan, air mata, kehangatan. Gadis ini sering mengunggu si Pria berjam-jam untuk bisa bertemu dan bahkan Pria ini tidak pernah memberikan gadis ini bunga. Apakah mungkin Pria ini serius dengan Gadis ini? Kenyatannya si pria tidak lagi bisa membayangkan hidupnya tanpa gadis ini.

Di dalam hatinya pria tersebut masih seorang pesimis. Namun dia akan terkutuk hingga akhir hayat jika melepaskan si gadis. Jadi ia katakan pada gadis ini untuk mencoba menjalani kehidupan ini bersama hingga akhir hayat. Mereka tahu pasti akan ada pertengkaran dan akan ada air mata. Tapi juga pasti akan banyak kehangatan dan tawa canda. Dan dengan izin Tuhan akan ada buah hati yang akan melengkapi kehidupan mereka.

Maka mereka memutuskan untuk menikah. Mari kita doakan agar ‘sesuatu’ yang menyatukan mereka  membuat mereka bahagia bersama hingga akhir hayat mereka.

Resepsi dimana? (Kisah menemukan tempat)

2026-_thumb.png

Pembaca, beberapa bulan yang lalu … pada saat memutuskan untuk menjalin ikatan Suci antara dua insan manusia … Julian GM Alimin dan Sri Indah Daruningsih sangat kebingungan apa saja yang harus dipersiapkan untuk menikah!!! Namun … kesulitan tersebut dengan perlahan dapat menghilang setelah melakukan survey ke beberapa gedung pernikahan (sampai sini aja parody Siletnya, Open-mouthed smile).

Pertama gue dan Indah mencoba pergi ke beberapa Masjib di daerah Jakarta Selatan untuk mensurvey biaya sewa gedung, katering, dsb. Tapi sebelum kita berhasil mensurvey harga, kita sadari bahwa walaupun Jak-Sel mudah untuk dicapai oleh kawan-kawan kita TAPI Keluarga Indah kan tinggal di Tangerang, jauh sekali untuk mereka. Belum transportasi dan mungkin harus menyewa penginapan untuk yang rumahnya jauh.

Kalau dipikir-pikir, yang lebih penting itu dekat dari teman kuliah, teman sekolah dan teman kerja ATAU dekat dari keluarga dan mudah di hari H?

Jawabannya mudah dijawab, kecuali kalian adalah anak Konglomerat yang bisa mengeluarkan Budget beberapa M untuk pernikahan Hot smile.

Akhirnya kita mulai mencari-cari di Tangerang. Gue dan indah pengen pernikahan yang Out Door, dan pikiran pertama kita adalah di Kolam Renang. Kita sempat pergi ke dua kolam renang di Tangerang Taman Royal 2 dan Taman Banjar Wijaya. Ternyata yang satu sudah tidak lagi disewa, karena beberapa kejadian dimana setelah resepsi kolam renangnya ada peniti dan ada anak kecil yang ketusuk peniti setelahnya. Nah kolam renang yang kedua masih bisa disewa. Tempatnya bagus, dan kita lihat foto-foto resepsi yang sudah dilangsungkan disana. Very nice.

Ada tempat buat pondokan, pengantinnya di pinggir kolam, dan overall keren banget. Nah, di tengah-tengah kolam ada tempat yang memisahkan antara kolam anak kecil dan kolam yang dalam. Dan bentuknya itu cocok sebagai tempat pelamin pengantin. Tapi, menurut pengelola tempat tersebut tidak boleh meletakkan property terlalu dekat dengan kolam. Hal itu yang membuat kita mencari tempat lain.

Berikutnya, kita mencari tempat yang lebih sering dipakai. Ada sebuah Gedung yang namanya “Happy”. Bagus dan sering dipakai. Kebetulan kita kesana pas ada acara penikahan dan diajak cicipin makannya di belakang. Enak, especially Gado-gado pengantinnya. Tapi posisinya jauh dari Tol. Khawatir ga ada yang nemu, dan parkiran sangat susah jika ada acara. Hal lain adalah kita ingin di Outdoor kan. Jadi harus kemana? Sewa tempat main Golf? Tapi g yakin akan mahal bangat.

2026-

Akhirnya kita ketemu sama tempat yang namanya Restoran Istana Nelayan. Jaraknya hanya 5 menit dari rumah Indah, posisi pas keluar Jalan Tol, dan makanannya terkenal enak (walau gue belum pernah coba). Dan pada saat kita kesana, suasananya asyik bangat. Outdoor, pelaminan di luar. Tapi ada Tenda yang menutup 1/2 area, just in case kalau hujan. Perfect. Dan pas kita kesana, mereka menyediakan beberapa paket yang masing-masing sudah include Sewa Gedung, Katering, Bridal, Sound System, Undangan, dsb. Satu-satunya tambahan adalah Pondokan. Yang membuat g kaget adalah bahwa harganya cukup murah, ga semahal yang di Jakarta. Pertama kita kesana itu Agustus 2010 namun pada saat bulan Oktober 2010 kesana lagi, harganya sudah naik sekitar 10%, tapi tetap masih dibawah rata-rata di Jakarta.


View Larger Map

Jadi, alasan kita memilih Istana Nelayan itu Outdoor, mudah akses dari Tol, harganya ekonomis. Nah sekarang tinggal berdoa semoga di Hari H tidak hujan Sun. AMIN

PS: Di quote paling atas tentang apa yang lebih penting, gue hampir menggunakan kata-kata kerabat. Tapi gue ga tahu apa arti kerabat. Keluarga? Atau teman kerja? Dan gue males buka Google Who me?.

Mengurus Undangan – Undang Siapa?

Banyak Undangan?!?!?

Gue ga menyangka bahwa banyak sekali yang harus diurus pada saat ingin melangsungkan pernikahan. Jadi gue mau coba untuk share masing-masing hal kepada kalian sambil menunggu Count Down Hari-H. Kali ini akan membahas Undangan.

Banyak Undangan?!?!?

Pertama-tama bicara masalah undangan sama Indah yang kepikiran adalah bahwa bentuknya harus Cute banget (tentu ini permintaan Indah) tapi tetap gokil dan kocak (ga perlu disebutin ini ide siapa…). Ide dari gue, di covernya gue pakai baju Spider-Man tanpa masker bergelantungan terbalik ngasih bunga ke indah yang pakai Wig warna merah. Tapi herannya saat gue menyampaikan ide tersebut wajah Indah tidak menampilkan ekspresi sehingga gue tidak pernah menyebutkan ide tersebut lagi… Ide dari Indah ada foto lucu dimana gue ngasih Indah bunga dan dia berwajah senang dan sudutnya dari depan dan belakang.

Banyak ide yang bermunculan, namun kalau dipikir-pikir rasanya undangan tersebut hanya dipakai satu kali dan ujung-ujungnya dibuang saja. Menurut kita tidak worth it, jadi kita buat undangan yang simple aja yang sudah didapatkan dari paket pernikahan. Tanpa foto, hanya tulisan saja.

Dilemma berikutnya adalah bagaimana cara pembagian undangan tersebut? Abdi dulu berkata bahwa

Undangan itu prioritas utamanya orang tua. Tanya mereka berapa undangan yang mereka butuhkan dan kita akan dapat sisanya.

Makanya gue tanya kepada orang tua mereka ingin mengundang berapa. Namun masalahnya jika mereka ingin mengundang lebih banyak atau hanya menyisakan beberapa undangan saja untuk kita bagaimana? Tidak masalah, karena pernikahan itu kan saat dimana orang tua melepas kita dan mereka ingin membanggakan kepada semua orang peristiwa tersebut. Kita harus rela dengan berapapun undangan yang tersisa.

Pertanyaan paling sulit adalah bagaimana dengan semua sahabat, kawan yang pernah kalian kenal? Atau teman kantor (dan Klient mungkin)? Apakah akan diberikan satu-satu? Jika diberikan secara kolektif apakah mereka akan tersinggung? Ditelepon saja apakah cukup? Atau diberikan secara elektronik aja (Facebook, Email, BBM)? Atau cukup dikasih tahu secara lisan aja?

Hal terakhir yang gue inginkan adalah membuat seseorang tersinggung

Gue coba kembalikan kepada diri gue sendiri. Apakah gue akan tersinggung? Lalu gue melihat ke masa lalu. Saat ada teman dekat menikah dan dia menghubungi gue nanya harus mengantar undangan kemana. Gue selalu jawab, gue kan temen dekat lo jadi ga usah pakai undangan juga gue pasti datang. Sama halnya jika ada undangan kolektif bertuliskan Lantai 3 atau teman Kampus.  Gue usahakan untuk datang, tapi jika ada orang yang memberikan extra effort untuk mengantar undangannya atau ada undangan bertuliskan nama gue, maka ada perasaan “Ohhh, gue dihargain ya.” Dan ada perasaan senang sekaligus bangga. Nah, uniknya perasaan yang sama gue alami pada saat gue di Buzz oleh yang mau nikah lewat YM, Skpe, Facebook Chat atau jika diundang by email. Jadi gue putuskan untuk menggunakan media yang bisa mencapai mereka dengan urutan Elektronik dulu baru yang conventional. Gue cuman bisa berdoa yang diundang tidak tersinggung.

Nah, kembali lagi dari prinsip undangan. Tujuannya adalah untuk mengundang orang datang ke acara kita (sudah jelas kan). Bagaimana jika yang diundang berhalangan? Apakah gue akan tersinggung jika mereka tidak memberikan kabar? Jawabannya tidak. Cara berpikir gue simple.

Harapan pertama adalah doa dan restu yang ikhlas TAPI bisa melihat wajah kalian dan membagi hari bahagia gue adalah BONUS yang LUAR BIASA

Jadi doa dari kalian sudah lebih dari cukup. Tentu ini tidak berlaku untuk anggota Keluarga. Bayangin Nyokap bilang, aku doain aja ya Disappointed smile.

PS: Mulai sekarang g diubah menjadi gue atas saran dari Muhajir Open-mouthed smile

Julian and Indah getting Married?!?!

19

19

Masih sulit percaya bahwa akhirnya g mengumumkan bahwa g akan menikah. Setelah dua tahun pacaran, g dan Indah memutuskan bahwa sekarang adalah saat yang paling tepat untuk menikah. Baik itu secara karir, umur, kematangan rasanya sudah sangat mantap untuk melangsungkan ikatan suci ini. Tapi g mau share cerita bagaimana kita sampai pada titik ini.

Dulu g sudah bercerita bagaimana akhirnya kita bisa jadian. Tapi kapankah kita memutuskan bahwa dialah orang yang dengannya kita ingin habiskan sisa hidup kita? Bagi g hal tersebut terjadi setelah Indah lulus probation period Smile with tongue out (just kidding). Sebetulnya dari sebelum pacaran, g udah menimbang-nimbang apakah dia cocok dijadikan istri. Bagi g pacaran itu adalah hal yang sangat serius dan bukan untuk main-main. Andai mau main-main maka g nyari HTS bukan nyari pacar. Langkah pacaran sebetulnya lebih ke arah mencoba mengenal dia lebih dekat dan berkenalan dengan keluarganya. G ga tahu kapan tepatnya tapi setelah beberapa bulan pacaran g sudah berpikir untuk menikah dengan Indah. Namun saatnya belum tepat, g belum merasa cukup mapan secara karir.

Tentukan target tanggal yang masuk akal lalu berkomitmenlah untuk mewujudkan tanggal tersebut.

September 2010, saat g diangkat menjadi Customer Care Manager di DataOn, adalah saat dimana g membuat keputusan untuk segera melangsungkan pernikahan. Namun masalahnya adalah kapan? Akhirnya g mendapatkan petunjuk sampai g bertemu dengan kawan g Abdi Wisesa. Dia memberi Nasehat yang menjadi pendorong g untuk segera menentukan tanggal. Abdi berkata: “Jul, saat g mau nikah g juga bingung. Tapi, g dinasehatin orang. Tentukan target tanggal yang masuk akal lalu berkomitmenlah untuk mewujudkan tanggal tersebut. Maka yang diatas akan melancarkan jalannya” Kata-kata Abdi sangat mendorong g untuk segera menentukan tanggal dan akhirnya membuat g menyatakan akan menikah di awal tahun 2011.

Satu hal yang akan g selalu ingat mengenai mencari tanggal menikah adalah kata-kata:

Yang tentuin tanggal menikah itu bukan kita tapi Gedung resepsi

Kalau menikah di Gedung, maka kalian harus ikutin Jadwal si Gedung. Kecuali kalian menentukan tanggal jauh hari sebelumnya. G dan indah aja yang dari 6 bulan sebelumnya membuat jadwal untuk akhir Maret, akhirnya harus mengubah tanggal karena sudah dibooking oleh orang lain Open-mouthed smile sehingga menjadi 10 April 2011. Dimanakah itu? Yang kita inginkan adalah tempat yang mudah dicapai dan outdoor. Akhirnya setelah mencari-cari kita temukan tempat yang kelihatannya sangat cocok, yaitu Istana Nelayan Resto yang berlokasi di Tangerang. Tangerang karena Indah tinggal di Tangerang dan Akad nikahnya kan di rumah Indah.


View Larger Map

Semua yang kita lakukan setelah itu terasa seperti sebuah Roller Coster. Mencari Cincin yang cocok, memilih makanan, memilih pondokan, pilih Kebaya, Undangan, Fitting, cari souvenir, g heran kenapa ga ada orang yang terkena serangan jantung saat mengurus pernikahan. Tapi ini sesuatu yang harapannya hanya kita lakukan satu kali seumur hidup jadi ga apa-apa lah.

Sekarang Hari H semakin mendekat dan tinggal 3 minggu lagi. Setiap kali melihat Kalendar hati g mulai berdegup kencang. Smile Semoga bisa lancar semuanya. AMIN.

Bagaimana kita jadian

Semanis Coklat

Udah lama ga nulis di Blog ini, alasannya karena akhir-akhir ini g sangat sibuk dengan pekerjaan dan pacaran. But g rasa sebagai selingan sebelum g menulis tentang pengalaman g di Singapore, g posting tulisan yang sudah lama bangat tersimpan di Draft tapi baru hari ini g selesaikan. Dan hasilnya adalah sbb:

Teman-teman mungkin melihat perbedaan di Blog g pada tahun ini. Dulu g jadikan Blog g sebagai tempat pengaduan Frustasi g karena gagal dalam urusan Cinta. Merasa tidak pernah beruntung dalam hal cinta makanya g selalu tulis hal-hal yang kelam. Namun sekarang status g udah ga Jomblo lagi :D. Sekarang Julian sudah laku. Dan banyak yang penasaran cewe macam apa sih yang mau sama Julian. Well, inilah bagaimana semuanya bermula.

Tahun lalu g dapat Project baru dan saat itu g dikenalkan dengan seorang Gadis. Dia bekerja di perusahaan rekanan kantor g dan nama dia sangat Indah (Serius namanya Indah). Stylenya lucu, tapi g ga ingat banyak soal pertemuan pertama kecuali bahwa di ruang meeting tersebut banyak sekali kue-kue enak :D.

Pada pertemuan tersebut, g sedang dalam masa Transisi. G udah lama ga berpikir untuk pacaran dan sepenuhnya menerjunkan diri dalam dunia kerja. Bisa dibilang g sangat puas dengan posisi g saat itu dan tidak terlalu perduli dengan pendapat cewe-cewe di sekitar g. Di saat yang bersamaan dengan percaya diri yang tinggi, g berusaha menebar pesona ke para wanita di sekitar g. Semua cewe tiba-tiba bilang Julian Ganjen. Hmmm well maybe yes maybe no.

Saat itu banyak cewe yang sepertinya suka dengan gaya g yang tidak perduli sambil tebar pesona. Tepat seperti perkiraan g, gaya g tersebut membuat para wanita penasaran. G selalu tersenyum lebar dan berkata pada diri g: “Gile Julian, lo tuh keren banget, lo tuh ganteng banget. Kalau lo mau semua cewe bisa lo dapetin, bahkan yang sudah punya cowo sekalipun”. G rasa percaya diri g ini ditangkap oleh para kaum hawa, mereka semua melihat g dengan beda. Seperti halnya coklat nikmat yang tinggi kalori namun tidak boleh mereka cicipi. Mereka menolaknya karena tahu bahwa coklatnya dapat membuat mereka gemuk tapi mereka terus membayangkan bisa mencicipi coklat tersebut. Yeahh, I’m your Chocolate Temptation.

Semanis Coklat

Semanis Coklat!

Tapi cewe ini nih, yang namanya Indah nih, dia justru ga seperti yang lainnya. Orang lain kalau g sapa “Hi”, mereka antara bingung mau jawab apa. Berusaha untuk kendaliin diri (karena sex appeal g yang tinggi) dan jaga image. Kalau Indah, dia tetap senyum hangat dan tidak terpengaruh gaya g. Ahhhh, dia bikin g penasaran. So, g gunakan segala jurus dalam kamus yang g tahu. Aku Godai dia (Hah, makan itu Agnes Monica), aku buat penasaran dia, aku ajak dia ketemuan dan aku batalkan (lho ko jadi pakai aku sih?) dan g tarik ulur dia. Hohohohohoho >:). Tapi semuanya tidak mempaaaaan!!!! Dia tetap bergaya acuh tak acuh. Kalau mau ketemu g ya sudah, kalau tidak mau ya sudah.

Senjata Makan Tuan ini namanya!!!

G merasakan jurus g sendiri. Dan g mulai berpikir kenapa jurus-jurus g ga ada yang mempan. Apakah mungkin dia bener-bener ga tertarik (Ini sangat amat tidak mungkin). Masa ga ada respon apa-apa sih? Dan ternyata g udah ga bisa berhenti mikirin dia dan telah suka sama dia. G mulai sering mikirin dia, curhat tentang kelakuan dia ini ke temen-temen g. Stress. Tapi g belum ada niat buat nembak dia.

Lalu akhirnya pada tanggal 25 Januari 2009, g ngajak dia ngedate ke Senayan City. G mikir apakah g mau sama dia? Saat jal200_cimg2415an g narik tangan dia, terus dia bilang “Cieee pegangan tangan”. Aiihhhh, sekarang g berada di posisi buntu. Kalau g lepas tangan dia, dikira g peduli dia bilang apa. Kalau g pegang terus, harga diri g gimana? (Dia memang jago membuat g merasa serba salah!). Terus g ajak makan dia dan nanya mau makan dimana? “Hema Dutch Family!!!” Restoran Favoritnya dia. OK, kita kesana naik Motor Supra X favorit g (Gimana ga mau favorit, orang cuman punya satu :P).

Kita milih tempat duduk di ujung dan g minta dia duduk dipojok. Di situ g mulai berpikir apa yang harus g lakukan. Tiba-tiba g merasa hangat (apakah suasana hemanya? Atau karena Indahnya?). Dan g senang banget bisa ngobrol sama dia. Heart to Heart. Dan g memutuskan g pengen sama dia. Tapi bagaimana kalau di tolak? Ouwww. Tapi g pikir, “Julian GM Alimin kamu adalah seorang Project Manager. Masa bicara sama direktur aja bisa tapi lawan ngomong ama cewe ini aja ga bisa”. Hmm, tapi gimana kalu ditolak? Ok, ok, ga usah dipikirin dulu just do it!

Julian: “Indah, apakah kamu mau jadi pacar aku?”

Indah: “Lo nembak g ya?”

Julian: “Iya.”

Indah: “Ini salah satu lelucon kamu ya?”

Well, mungkin ada bagian yang lupa g ceritain. Pada saat g sedang PDKT ama dia g sering bercanda yang aneh-aneh. Beberapa contoh:

Setelah meeting dengan klien, kita untuk pertama kalinya makan bersama di Kantin. Saat ngobrol, g menanyakan hoby dan kesukaan dia. Tentunya untuk mengetahui apakah dia cocok untuk diajak berhubungan lebih dari sekedar hubungan professional. Pas di depan tukang Nasi Padang g nanya ke dia.

Julian: “Lo udah punya pacar belum?”

Indah: “What? Pertanyaan macam apa ini? Kita baru aja kenal dan g lagi ngantri di tukang nasi padang!”

Tukang Nasi Padangnya ngelihatin g dan Taslim (staff g yang paling keren) ngelihatin g dan bilang “Boss bisa aja”. Menurut g kalau lo tertarik sama seseorang, maka sedini mungkin harus lo ungkapkan. Jika tidak, tahu-tahu lo telah menyiakan beberapa bulan atau tahun untuk mengejar sesuatu yang tidak ada hasilnya. Dan pertanyaan sudah punya pacar itu harus bisa lo tanyakan semudah menanyakan waktu sama seseorang. Tanya saja, bertingkah casual sambil melakukannya.Boss bisa ajaTaslim: “Boss Bisa aja!”

Julian: “Ya pertanyaan biasa. Tinggal dijawab, punya atau tidak (Sambil senyum atau lebih tepatnya nyengir lebar).”

Indah kayanya frustasi karena tahu g ga akan diam sebelum dia jawab dan akhirnya dia menjawab, “Belum”. Nah disini g berhasil mengambil resiko, orang lain mungkin akan menjawab “Sudah” walaupun mereka sebetulnya Jomblo namun kalau lo bertanya dengan casual dan sedini mungkin maka kemungkinan besar mereka akan jujur. Mereka belum punya alasan untuk tidak jujur atau tidak suka dengan kita. Tapi di sisi lain mungkin saja g salah :D.

Lalu setelah itu kita sering SMS-an. G SMS dia dan nulis, “Hi Beautifull, lagi mikirin g ya?”. Dan dia membalas dengan bilang, “Lo kali yang lagi  mikirin g dan bingung nyari alasan buat bisa SMS g”. Jlebbbb (suara tombak yang nembus dada g). Harga diri g berasa dipertaruhkan.

Terus tanggal 8 Agustus 2008, g SMS dia bilang. “Indah, kita nikah yuk hari ini. Jam 8 lewat 8 menit”. Dan akhirnya malam-malam kita tukar-tukaran SMSan saling becanda (Akhirnya sih dia bilang dia udah siap dan pengen banget nikah sama g :P).

Jadi mungkin saja dia merasa bahwa g tidak serius nembak dia :). Back to Hema.

Julian: “G serius dan g sudah lama memikirkannya. Mungkin saja g bukan laki-laki yang paling cocok untuk kamu atau mungkin kamu bukanlah wanita yang menjadi jodoh g, tapi yang sudah pasti jika kita tidak pernah mencoba maka kita takkan pernah tahu dan g pasti akan menyesal seumur hidup.”

Indah: “G pikir-pikir dulu ya.”

G tahu ini kebiasaan para cewe, mau memikirkan dulu. Dan di malam harinya g pasti ga akan bisa tidur. Yang jelas g pengen jawaban sekarang dan jangan panggil g Julian kalau tidak bisa membuat dia menjawab sekarang juga!

Julian: “G ga mau menunggu, tapi mungkin lo ragu-ragu. Begini deh, kita pacaran probation dulu selama tiga bulan. Lalu setelah itu kita lihat apakah cocok atau tidak, jika tidak kita anggap tak pernah terjadi tapi jika cocok maka kita akan selamanya bersama.”

Kata-kata seoarang Project Manager keluar dari mulut g. Alasan apalagi yang bisa dia gunakan untuk menghindar.

Indah: “Lo kira g project HRIS!”

Julian: “Udahlah jawab saja.”

Indah: “Ya sudah :).”

Dan begitulah kita jadian, tentunya setelah satu minggu sama g dia sudah tergila-gila sama g. Sehingga kita tidak perlu melakukan review setelah tiga bulan dan dia langsung promosi menjadi pacar permanent g. Pada saat pulang dari Hema, g pegang tangan dia dan dia bilang “Cieeee, Julian udah punya pacar nih. Pegang-pegang pacar tangannya.” G senyum :). Dan Valentine berikutnya g punya pacar. Setelah g pikir-pikir, itu adalah Valentine pertama g dimana g tidak Jomblo :).

First Picture TogetherFoto pertama kita sebagai pasangan