<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Julian GM Alimin&#039;s Blog &#187; Past Romantic Stories</title>
	<atom:link href="http://julianalimin.com/category/past-romantic-stories/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://julianalimin.com</link>
	<description>I&#039;m getting Married!!!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Aug 2011 03:45:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana kita jadian</title>
		<link>http://julianalimin.com/2010/08/bagaimana-kita-jadian/</link>
		<comments>http://julianalimin.com/2010/08/bagaimana-kita-jadian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 07:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Past Romantic Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://julianalimin.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Udah lama ga nulis di Blog ini, alasannya karena akhir-akhir ini g sangat sibuk dengan pekerjaan dan pacaran. But g rasa sebagai selingan sebelum g menulis tentang pengalaman g di Singapore, g posting tulisan yang sudah lama bangat tersimpan di Draft tapi baru hari ini g selesaikan. Dan hasilnya adalah sbb: Teman-teman mungkin melihat perbedaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah lama ga nulis di Blog ini, alasannya karena akhir-akhir ini g sangat sibuk dengan pekerjaan dan pacaran. But g rasa sebagai selingan sebelum g menulis tentang pengalaman g di Singapore, g posting tulisan yang sudah lama bangat tersimpan di Draft tapi baru hari ini g selesaikan. Dan hasilnya adalah sbb:</p>
<p>Teman-teman mungkin melihat perbedaan di Blog g pada tahun ini. Dulu g jadikan Blog g sebagai tempat pengaduan Frustasi g karena gagal dalam urusan Cinta. Merasa tidak pernah beruntung dalam hal cinta makanya g selalu tulis hal-hal yang kelam. Namun sekarang status g udah ga Jomblo lagi :D. Sekarang Julian sudah laku. Dan banyak yang penasaran cewe macam apa sih yang mau sama Julian. Well, inilah bagaimana semuanya bermula.</p>
<p>Tahun lalu g dapat Project baru dan saat itu g dikenalkan dengan seorang Gadis. Dia bekerja di perusahaan rekanan kantor g dan nama dia sangat Indah (Serius namanya Indah). Stylenya lucu, tapi g ga ingat banyak soal pertemuan pertama kecuali bahwa di ruang meeting tersebut banyak sekali kue-kue enak :D.</p>
<p>Pada pertemuan tersebut, g sedang dalam masa Transisi. G udah lama ga berpikir untuk pacaran dan sepenuhnya menerjunkan diri dalam dunia kerja. Bisa dibilang g sangat puas dengan posisi g saat itu dan tidak terlalu perduli dengan pendapat cewe-cewe di sekitar g. Di saat yang bersamaan dengan percaya diri yang tinggi, g berusaha menebar pesona ke para wanita di sekitar g. Semua cewe tiba-tiba bilang Julian Ganjen. Hmmm well maybe yes maybe no.</p>
<p>Saat itu banyak cewe yang sepertinya suka dengan gaya g yang tidak perduli sambil tebar pesona. Tepat seperti perkiraan g, gaya g tersebut membuat para wanita penasaran. G selalu tersenyum lebar dan berkata pada diri g: “Gile Julian, lo tuh keren banget, lo tuh ganteng banget. Kalau lo mau semua cewe bisa lo dapetin, bahkan yang sudah punya cowo sekalipun”. G rasa percaya diri g ini ditangkap oleh para kaum hawa, mereka semua melihat g dengan beda. Seperti halnya coklat nikmat yang tinggi kalori namun tidak boleh mereka cicipi. Mereka menolaknya karena tahu bahwa coklatnya dapat membuat mereka gemuk tapi mereka terus membayangkan bisa mencicipi coklat tersebut. Yeahh, I’m your Chocolate Temptation.</p>
<p align="center"><a href="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2010/08/SemanisCoklat.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Semanis Coklat" border="0" alt="Semanis Coklat" src="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2010/08/SemanisCoklat_thumb.jpg" width="184" height="244" /></a> </p>
<p align="center">Semanis Coklat!</p>
<p>Tapi cewe ini nih, yang namanya Indah nih, dia justru ga seperti yang lainnya. Orang lain kalau g sapa “Hi”, mereka antara bingung mau jawab apa. Berusaha untuk kendaliin diri (karena sex appeal g yang tinggi) dan jaga image. Kalau Indah, dia tetap senyum hangat dan tidak terpengaruh gaya g. Ahhhh, dia bikin g penasaran. So, g gunakan segala jurus dalam kamus yang g tahu. <em>Aku</em> Godai dia (Hah, makan itu Agnes Monica), <em>aku</em> buat penasaran dia, <em>aku</em> ajak dia ketemuan dan <em>aku</em> batalkan (lho ko jadi pakai aku sih?) dan g tarik ulur dia. Hohohohohoho &gt;:). Tapi semuanya tidak mempaaaaan!!!! Dia tetap bergaya acuh tak acuh. Kalau mau ketemu g ya sudah, kalau tidak mau ya sudah.</p>
<blockquote><h4>Senjata Makan Tuan ini namanya!!!</h4>
</blockquote>
<p>G merasakan jurus g sendiri. Dan g mulai berpikir kenapa jurus-jurus g ga ada yang mempan. Apakah mungkin dia bener-bener ga tertarik (Ini sangat amat tidak mungkin). Masa ga ada respon apa-apa sih? Dan ternyata g udah ga bisa berhenti mikirin dia dan telah suka sama dia. G mulai sering mikirin dia, curhat tentang kelakuan dia ini ke temen-temen g. Stress. Tapi g belum ada niat buat nembak dia.</p>
<p>Lalu akhirnya pada tanggal 25 Januari 2009, g ngajak dia ngedate ke Senayan City. G mikir apakah g mau sama dia? Saat jal<a href="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2010/08/200_cimg2415.jpg" target="_blank"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="200_cimg2415" border="0" alt="200_cimg2415" align="right" src="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2010/08/200_cimg2415_thumb.jpg" width="204" height="204" /></a>an g narik tangan dia, terus dia bilang “Cieee pegangan tangan”. Aiihhhh, sekarang g berada di posisi buntu. Kalau g lepas tangan dia, dikira g peduli dia bilang apa. Kalau g pegang terus, harga diri g gimana? (Dia memang jago membuat g merasa serba salah!). Terus g ajak makan dia dan nanya mau makan dimana? “Hema Dutch Family!!!” Restoran Favoritnya dia. OK, kita kesana naik Motor Supra X favorit g (Gimana ga mau favorit, orang cuman punya satu :P).</p>
<p>Kita milih tempat duduk di ujung dan g minta dia duduk dipojok. Di situ g mulai berpikir apa yang harus g lakukan. Tiba-tiba g merasa hangat (apakah suasana hemanya? Atau karena Indahnya?). Dan g senang banget bisa ngobrol sama dia. Heart to Heart. Dan g memutuskan g pengen sama dia. Tapi bagaimana kalau di tolak? Ouwww. Tapi g pikir, “Julian GM Alimin kamu adalah seorang Project Manager. Masa bicara sama direktur aja bisa tapi lawan ngomong ama cewe ini aja ga bisa”. Hmm, tapi gimana kalu ditolak? Ok, ok, ga usah dipikirin dulu <em>just do it</em>! </p>
<p>Julian: “Indah, apakah kamu mau jadi pacar aku?”</p>
<p>Indah: “Lo nembak g ya?”</p>
<p>Julian: “Iya.”</p>
<p>Indah: “Ini salah satu lelucon kamu ya?”</p>
<p>Well, mungkin ada bagian yang lupa g ceritain. Pada saat g sedang PDKT ama dia g sering bercanda yang aneh-aneh. Beberapa contoh:</p>
<p>Setelah meeting dengan klien, kita untuk pertama kalinya makan bersama di Kantin. Saat ngobrol, g menanyakan hoby dan kesukaan dia. Tentunya untuk mengetahui apakah dia cocok untuk diajak berhubungan lebih dari sekedar hubungan professional. Pas di depan tukang Nasi Padang g nanya ke dia.</p>
<p>Julian: “Lo udah punya pacar belum?”</p>
<p>Indah: “What? Pertanyaan macam apa ini? Kita baru aja kenal dan g lagi ngantri di tukang nasi padang!”</p>
<p align="center">Tukang Nasi Padangnya ngelihatin g dan Taslim (staff g yang paling keren) ngelihatin g dan bilang “Boss bisa aja”. Menurut g kalau lo tertarik sama seseorang, maka sedini mungkin harus lo ungkapkan. Jika tidak, tahu-tahu lo telah menyiakan beberapa bulan atau tahun untuk mengejar sesuatu yang tidak ada hasilnya. Dan pertanyaan sudah punya pacar itu harus bisa lo tanyakan semudah menanyakan waktu sama seseorang. Tanya saja, bertingkah casual sambil melakukannya.<a href="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2010/08/Clickhere..027.jpg" target="_blank"><img style="border-right-width: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; border-left-width: 0px; margin-right: auto" title="Boss bisa aja" border="0" alt="Boss bisa aja" src="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2010/08/Clickhere..027_thumb.jpg" width="184" height="244" /></a>Taslim: “Boss Bisa aja!”</p>
<p>Julian: “Ya pertanyaan biasa. Tinggal dijawab, punya atau tidak (Sambil senyum atau lebih tepatnya nyengir lebar).”</p>
<p>Indah kayanya frustasi karena tahu g ga akan diam sebelum dia jawab dan akhirnya dia menjawab, “Belum”. Nah disini g berhasil mengambil resiko, orang lain mungkin akan menjawab “Sudah” walaupun mereka sebetulnya Jomblo namun kalau lo bertanya dengan casual dan sedini mungkin maka kemungkinan besar mereka akan jujur. Mereka belum punya alasan untuk tidak jujur atau tidak suka dengan kita. Tapi di sisi lain mungkin saja g salah :D.</p>
<p>Lalu setelah itu kita sering SMS-an. G SMS dia dan nulis, “Hi Beautifull, lagi mikirin g ya?”. Dan dia membalas dengan bilang, “Lo kali yang lagi&#160; mikirin g dan bingung nyari alasan buat bisa SMS g”. Jlebbbb (suara tombak yang nembus dada g). Harga diri g berasa dipertaruhkan.</p>
<p>Terus tanggal 8 Agustus 2008, g SMS dia bilang. “Indah, kita nikah yuk hari ini. Jam 8 lewat 8 menit”. Dan akhirnya malam-malam kita tukar-tukaran SMSan saling becanda (Akhirnya sih dia bilang dia udah siap dan pengen banget nikah sama g :P).</p>
<p>Jadi mungkin saja dia merasa bahwa g tidak serius nembak dia :). Back to Hema.</p>
<p>Julian: “G serius dan g sudah lama memikirkannya. Mungkin saja g bukan laki-laki yang paling cocok untuk kamu atau mungkin kamu bukanlah wanita yang menjadi jodoh g, tapi yang sudah pasti jika kita tidak pernah mencoba maka kita takkan pernah tahu dan g pasti akan menyesal seumur hidup.”</p>
<p>Indah: “G pikir-pikir dulu ya.”</p>
<p>G tahu ini kebiasaan para cewe, mau memikirkan dulu. Dan di malam harinya g pasti ga akan bisa tidur. Yang jelas g pengen jawaban sekarang dan jangan panggil g Julian kalau tidak bisa membuat dia menjawab sekarang juga!</p>
<p>Julian: “G ga mau menunggu, tapi mungkin lo ragu-ragu. Begini deh, kita pacaran probation dulu selama tiga bulan. Lalu setelah itu kita lihat apakah cocok atau tidak, jika tidak kita anggap tak pernah terjadi tapi jika cocok maka kita akan selamanya bersama.”</p>
<p>Kata-kata seoarang Project Manager keluar dari mulut g. Alasan apalagi yang bisa dia gunakan untuk menghindar.</p>
<p>Indah: “Lo kira g project HRIS!”</p>
<p>Julian: “Udahlah jawab saja.”</p>
<p>Indah: “Ya sudah :).”</p>
<p>Dan begitulah kita jadian, tentunya setelah satu minggu sama g dia sudah tergila-gila sama g. Sehingga kita tidak perlu melakukan review setelah tiga bulan dan dia langsung promosi menjadi pacar permanent g. Pada saat pulang dari Hema, g pegang tangan dia dan dia bilang “Cieeee, Julian udah punya pacar nih. Pegang-pegang pacar tangannya.” G senyum :). Dan Valentine berikutnya g punya pacar. Setelah g pikir-pikir, itu adalah Valentine pertama g dimana g tidak Jomblo :).</p>
</p>
<p align="center"><a href="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2010/08/01252009003.jpg" target="_blank"><img style="border-right-width: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; border-left-width: 0px; margin-right: auto" title="First Picture Together" border="0" alt="First Picture Together" src="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2010/08/01252009003_thumb.jpg" width="244" height="184" /></a>Foto pertama kita sebagai pasangan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://julianalimin.com/2010/08/bagaimana-kita-jadian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Kembali Untukmu, Tapi kamu tak mau menerimaku lagi&#8230;</title>
		<link>http://julianalimin.com/2009/11/aku-kembali-untukmu-tapi-kamu-tak-mau-menerimaku-lagi/</link>
		<comments>http://julianalimin.com/2009/11/aku-kembali-untukmu-tapi-kamu-tak-mau-menerimaku-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 04:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Past Romantic Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://julianalimin.com/2009/11/aku-kembali-untukmu-tapi-kamu-tak-mau-menerimaku-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Cape banget kerja melulu setiap hari. Sampai-sampai Sabtu Minggupun pikiran masih memikirkan kerjaan di Kantor.&#160; Tapi karena diajak teman-teman, g memutuskan untuk Liburan di Jogja. Walupun niat g setengah-setengah dikarenakan cewe g ga ikut (maklum acara boys only), tapi ya sudahlah. Sekali-kali butuh refreshing dari suasana di kantor kan. So kita berangkat ke Jogja, gila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cape banget kerja melulu setiap hari. Sampai-sampai Sabtu Minggupun pikiran masih memikirkan kerjaan di Kantor.&#160; Tapi karena diajak teman-teman, g memutuskan untuk Liburan di Jogja. Walupun niat g setengah-setengah dikarenakan cewe g ga ikut (maklum acara boys only), tapi ya sudahlah. Sekali-kali butuh refreshing dari suasana di kantor kan.</p>
<p><a href="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2009/11/5656_106850254268_646799268_2030572_6979810_n.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="5656_106850254268_646799268_2030572_6979810_n" border="0" alt="5656_106850254268_646799268_2030572_6979810_n" align="right" src="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2009/11/5656_106850254268_646799268_2030572_6979810_n_thumb.jpg" width="216" height="154" /></a> So kita berangkat ke Jogja, gila ternyata outdoor itu Indah banget. Perjalanannya melelahkan, kita sengaja ga naik pesawat agar kita bisa menikmati pemandangan Indonesia (Ngeles Mode = ON; Ok, kita melakukannya juga karena naik pesawat mahal :D). Pokoknya g harus telepon cewe g tiap pagi, siang dan malam buat laporan :P. Belum juga lama di jalan, udah rindu banget nih.</p>
<p><a href="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2009/11/758.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="758" border="0" alt="758" align="left" src="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2009/11/758_thumb.jpg" width="142" height="142" /></a> AAAaaaahhhhhhhhhhh, ternyata Charger HP g ketinggalan……… Rencana untuk menelepon dia gagal sudah. G pengen menikmati pemandangan tapi ga bisa berhenti memikirikan dia. Apakah dia sedih karena g ga bisa hubungin? Yang ada dipikiran g hanya, “Kunjungi Toko HP agar bisa beli Charger!!!” Tapi, di Itenary kita ga ada kunjungan ke Pusat HP. Dan ga enak ama teman-teman g kl g minta dianterin… Namun, beruntungnya g punya teman-teman yang rela stay together sama g, dalam keadaan panas-panas berjalan kaki sampai ke toko HP. I’m so Lucky! But, ternyata karena HP g tipe baru, tidak ada charger yang cocok sama HP g. Pupus harapan g. Siapa tahu rasa rindu yang lama ini justru membuat kekasih hatiku semakin rindu, dan seluruh kerinduan tersebut bisa dilepas saat kita bertemu kembali :D.</p>
<p>Ok, g akan berusaha untuk “make it up” ke dia karena lupa bawa charger. G beliin dia oleh-oleh dari sini biar dia senang. G beliin Cincin dan oleh-oleh lain <img src='http://julianalimin.com/wp-content/plugins/smilies-themer/adiumicons/happy.png' alt=':)' class='wp-smiley' /> dan oleh-oleh buat Ibunya juga kali ya. Pokoknya keren deh. Ohhh, babe i love u so much.</p>
<p>Akhirnya balik juga ke Jakarta, tapi ga masuk dulu kayanya hari pertama. Kecapaian Man!!! Gila perjalanannya menguras tenaga g. Sore ini g mau anterin oleh-olehnya ke rumah dia ah. Pasti wajahnya senang banget :). </p>
<p>Phone Conversation</p>
<p>Gw : Babe, mau ke rumah kamu nanti buat anterin sesuatu (wajah g nyengir gede banget, bayangin wajah dia yang senang karena oleh-oleh dari g)</p>
<p>Hon: Yaa ga bisa. Aku harus ke rumah sodaraku dulu,</p>
<p>“Ya udah”, g pikir. G anter aja ke kantor dia semua oleh-oleh itu. Dia bilang terima kasih :).</p>
<p>&#160;</p>
<p>Malamnya g telepon dia, biasa mau Laporan harian. Duh, HP dia mau di charge dulu katanya :(. Gpp deh, masih ada nanti kan. </p>
<p>Ringtone g nyala ada SMS dari dia, dia nanya lagi ngapain? Lebay dikit ahhh, “Lagi mikirin kamu sayang” :P. SMS TERKIRIM. Ehh ada SMS baru masuk. “Ada yang mau aku ungkapin, tapi aku ga kuat”. Fiuhhh apa ya? Balas pakai Lebay MODE = ON, “Mau putusin aku ya :P”. Jawaban dia simple, tapi takkan bisa kulupakan sampai akhir hayatku, “Iya”.</p>
<p>Duniaku runtuh. Ga disangka dia minta putus… Padahal aku mencintainya begitu dalam. <a href="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2009/11/broken_heart18231.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="broken_heart-18231" border="0" alt="broken_heart-18231" align="right" src="http://julianalimin.com/wp-content/uploads/2009/11/broken_heart18231_thumb.jpg" width="240" height="221" /></a> </p>
<p>G langsung coba telepon dia, dia ga mau angkat. Kenapa? Apa dia ga sanggup ngomong langsung ama g? G ga peduli walau saat ini sudah tengah malam dan g ga peduli bahwa g harus nyebrang 3 Kotamadya (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat) bahkan harus keluar Jakarta sekalipun, g harus ketemu dia!!! G SMS dia bahwa g akan kesana, dan memakai Jaket serta perlengkapan dan siap jalan… Dia telepon g, “Ngapain Sih Kami Nekat Kaya gitu?!?! Aku jadi makin ga suka sama kamu!!!” G terpojok… ancamannya terlalu dahsyat. Ya udah deh, kalo emang gue ke rumah dia malah bikin dia ga suka sama gue, apa mo dikata.. gue di rumah aja.. krn gue ga mau dia sampe ga suka sama gue..</p>
<p>Selama aku pergi ke Jogja hanya dia yang g pikirkan. Kejam banget dia mutusin g. Alasan dia, dia pada awal jadian memang cinta ama g, namun lama kelamaan perasaan ke mantan dia makin kuat. Dan perasaan ke g hilang sama sekali. G udah ga bisa mikir, g lakukan yang akan dilakukan setiap laki-laki jantan di posisi g saat itu. “Tolong kasih g kesempatan lagi, jangan putusin g. G akan berusaha membuat lo mencintai g”. Iya, g memohon agar dia masih mau menerima g, dan memberi g kesempatan.</p>
<p>Apakah g salah? Apakah dia yang salah? Siapa yang tahu masalah cinta ini? Sungguh merepotkan.</p>
<p>&#160;</p>
</p>
</p>
</p>
</p>
</p>
<p>&#8211; Setelah menulis Postingan ini di bulan Agustus baru sekarang selesai untuk di Posting. Gimana bagus ga? Kasih comment kalau kalian mau, dan ceritanya akan g perpanjang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://julianalimin.com/2009/11/aku-kembali-untukmu-tapi-kamu-tak-mau-menerimaku-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menangislah di Pundakku</title>
		<link>http://julianalimin.com/2008/12/menangislah-di-pundakku/</link>
		<comments>http://julianalimin.com/2008/12/menangislah-di-pundakku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 00:36:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Past Romantic Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://julianalimin.com/2008/12/menangislah-di-pundakku/</guid>
		<description><![CDATA[Sekali lagi g habisin waktu di Wartel gw seorang diri. BT bener. Gila, g benci ama cinta. Setiap hari g berdiri di depan wartel nengok ke kanan, nengok ke kiri. Ga brani ninggalin tempat, bahkan untuk ke kamar mandi. Siapa tahu dia lewat depan wartel dan g ga lihat dia hari ini. G butuh ngelihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[</p>
<p>Sekali lagi g habisin waktu di Wartel gw seorang diri. BT bener. Gila, g benci ama cinta. Setiap hari g berdiri di depan wartel nengok ke kanan, nengok ke kiri. Ga brani ninggalin tempat, bahkan untuk ke kamar mandi. Siapa tahu dia lewat depan wartel dan g ga lihat dia hari ini. G butuh ngelihat dia minimal satu kali setiap hari! Jika tidak, g ga akan bisa tidur pada hari itu.</p>
<p>Dia datang <img alt="Blushing" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/9.gif">. Aduuuh g senang bangeeet. Tapi dia ko ga nyapa g ya? Udahlah yang penting g bisa lihat dia hari ini. Pada saat mata g tertuju pada monitor Wartel, g lihat dia telepon mantan pacarnya. Dada g terbakar. Biarkanlah. Dia kan tahu g sayang ama dia, tapi kenapa dia telepon mantannya? Di Wartel g pula? Apa dia benar-benar ga bisa hargain g sama sekali?</p>
<p><span id="more-108"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah 5 menit berlalu, dia menutup telepon. Dan suara yang menyayat hati terdengar dari Kotak Wartel. Ada apakah? Dia menangis. G masuk ke dalam kamar Wartelnya.</p>
<p>Julian : Ada apa Asti?</p>
<p>Tapi dia tetap menangis. Aduhh, g mesti gmn? Dia diapain ama si Erik?</p>
<p>Julian : Sini. Ayo berdiri.</p>
<p>Dia berdiri. G peluk dia.</p>
<p>Julian : Ada apa? Udah kuat cerita belum?</p>
<p>Dia tetap membisu.</p>
<p>Julian : Katanya, kalau lo ada masalah lo suka gigit ibu lo, waktu lo masih kecil. Sini gigit pundakk g.</p>
<p>Dia mengigit pundak g. Rasanya sakit, tapi g tidak perduli. G ingin ikut merasakan rasa sakit yang dia rasakan. G ingin mengambil rasa sakit yang dia rasakan. Biar g aja yg rasakan, dan dia bisa tersenyum lagi.</p>
<p>Setelah beberapa menit dia sepertinya udah tenang.</p>
<p>Julian : Ada apa say?</p>
<p>Asti : Si . . . Si Erik. Dia marah-marah tadi.</p>
<p>Julian : Kenapa?</p>
<p>Asti : G kan telepon dia . . . Cuman mau tahu kabar dia. Mau tahu dia gmn. Dia malah marah-marah. Bilang gara-gara g hidupnya hancur. Dia mau bunuh diri.</p>
<p>Julian : Ko lo dulu mau sih ama cowo kaya gitu. Kaya anak kecil aja (g katakan sambil tersenyum). Udahlah, itu bukan masalah lo lagi kan.</p>
<p>Asti : Tapi dia mau bunuh diri&#8230; Gara-gara g.</p>
<p>Julian : Itu hanya usaha diabiar bisa balikan ama lo. Asti, kalau dia bunuh diri beneran, itu karena dia cowo bodoh tanpa pendirian. Dia berusaha membuat lo kembali padanya, dengan cara memaksa lo peduli lagi kepadanya.</p>
<p>Asti : . . .</p>
<p>Julian : Lo pasti haus kan? G lari ke warung sebentar buat beliin lo minum. Lo mau minum apa?</p>
<p>Asti : Air putih aja.</p>
<p>Julian : Ya udah, g beliin aqua botol deh.</p>
<p>G berlari secepat angin, untuk membelikan dia sebotol air aqua. Pas g kembali, sepertinya dia udah tidak sedih lagi.</p>
<p>Asti : Makasih ya aquanya. G langsung jalan pulang ya.</p>
<p>Julian : OK, istirahat ya. Ga usah pikirin erik lagi.</p>
<p>G berdiri di depan wartel, sambil melihat dia jalan pulang. G ga bisa alihkan mata g dari dia. Dia cantik banget, I Love Her.</p>
<p>Namun hati g mulai gundah. Dia tahu g sayang sama dia, tapi kenapa dia datang ke Wartel tanpa nyapa g. Dan malah telepon mantan pacarnya? Apakah dia benar-benar tidak menghormati g sama sekali? Sebetulnya apakah dia juga merasakan hal yang g rasakan?</p>
<p>&#8230;</p>
<p>5 tahun sudah berlalu. Kini g rasa g ga pernah dianggap pacar sama dia. Hanya teman untuk singgah</p>
<p> Saat dia bermasalah dengan pacar-pacarnya. G adalah teman curhat dia, g teman ngobrol dia, g teman yang memberikan pundak untuk bersandar, dan pundak untuk menangis.</p>
<p>Mungkin dia sendiri tidak tahu apa artinya cinta. Tapi g ga pernah menyesal memberikan pundak g, sebagai tempat dia menangis, dan akan g lakukan lagi bila memang diperlukan. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://julianalimin.com/2008/12/menangislah-di-pundakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permintaan sang &#8216;pecinta sepihak&#8217;</title>
		<link>http://julianalimin.com/2008/12/permintaan-sang-pecinta-sepihak/</link>
		<comments>http://julianalimin.com/2008/12/permintaan-sang-pecinta-sepihak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 16:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Past Romantic Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://julianalimin.com/2008/12/permintaan-sang-pecinta-sepihak/</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah yang kau pikirkan di saat kau termenung. Di saat semua orang bercanda, ada dua yang berbeda. Engkau yang memikirkan seseorang, dan aku yang tidak dapat memalingkan pandangan darimu. Aku tahu, bukan aku yang kau pikirkan. Tahukah kamu bahwa setiap kali aku memejamkan mataku, hanya wajahmu yang terlihat? Tahukah kamu bahwa di saat aku hendak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapakah yang kau pikirkan di saat kau termenung. Di saat semua orang bercanda, ada dua yang berbeda. Engkau yang memikirkan seseorang, dan aku yang tidak dapat memalingkan pandangan darimu. Aku tahu, bukan aku yang kau pikirkan. </p>
<p><span id="more-105"></span>
<p>Tahukah kamu bahwa setiap kali aku memejamkan mataku, hanya wajahmu yang terlihat? Tahukah kamu bahwa di saat aku hendak tidur, aku habiskan jam-jam berpikir apakah kamu sudah tidur? Tahukah kamu bahwa di saat bangun di pagi hari, aku mengharapkan engkau terbangun di sampingku dan aku katakan padamu betapa aku mencintaimu, dan ingin habiskan sisa hidupku bersamamu?
<p>Namun mungkinkah kau tahu rasa sakit yang harus aku rasakan setiap pagi, saat menyadari bahwa seluruh harapanku hanya dapat terwujud di dalam mimpi?
<p>Setiap saat kau hantui hidupku, dan di malam hari, kau&nbsp; membuat ku ingin bunuh diri. Kadang ingin ku ambil bor dan melubangi kepalaku, agar dapat mengeluarkan wajahmu yang menghantuiku. Atau haruskah ku ambil palu dan pecahkan kepalaku.
<p>Aku harap dimanapun kau berada, semoga kau dapat bahagia. Dan bila enkau ada masalah bersandarlah di pundakku, dan menangislah. Aku akan disini untuk menyemangatimu setiap waktu.
<p>Akan aku bangunkan istana untuk kamu dan kekasihmu. Apapun akan aku lakukan untuk mempertahankan senyuman ceria di wajahmu, walau senyuman itu bukan untukku.
<p>I will love U always, even if you will never love me.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://julianalimin.com/2008/12/permintaan-sang-pecinta-sepihak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Kukatakan padanya bahwa aku mencintainya</title>
		<link>http://julianalimin.com/2008/12/saat-kukatakan-padanya-bahwa-aku-mencintainya/</link>
		<comments>http://julianalimin.com/2008/12/saat-kukatakan-padanya-bahwa-aku-mencintainya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 05:09:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Past Romantic Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://julianalimin.com/2008/12/saat-kukatakan-padanya-bahwa-aku-mencintainya/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya g ketemu dia pada hari ini. G ajak dia ke tempat yang sepi karena g ingin katakan seuatu padany, sesuatu yang mungkin akan mengubah hubungan kita selamanya. G hany punya dua pilihan, mengungkapkan atau hidup selamanya dengan dia tidak mengetahuinya. Julian : Hi, Mar. Kabar lo gmn ? (Sambil nyengir) Mar: Kabar baik Jul. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya g ketemu dia pada hari ini. G ajak dia ke tempat yang sepi karena g ingin katakan seuatu padany, sesuatu yang mungkin akan mengubah hubungan kita selamanya. G hany punya dua pilihan, mengungkapkan atau hidup selamanya dengan dia tidak mengetahuinya.</p>
<p>Julian : Hi, Mar. Kabar lo gmn ? (Sambil nyengir)</p>
<p>Mar: Kabar baik Jul. Ada apa nih, pakai ajak-ajak tempat sepi segala, mau bayar hutang ya ? </p>
<p>Dia tersenyum, senyumnya indah banget. G selalu lumer kalau lihat dia senyum, dan kaki g terasa lemah. Inilah alasan g sayang banget ama dia. G telah bingkai senyumnya, dan g simpan di Lemari Besi dalam Hati g.</p>
<p>Julian : Mar. (Memasang wajah serius) G mau ngomong ama lo, tapi lo ga perlu jawab ya.</p>
<p>Sepertinya Mar sadar kalau g memang serius. Dan sesuatu di wajahnya mengatakan kalau dia tahu apa yang akan g katakan.</p>
<p>Julian : Mar, g mau kl lo tahu kalau selama ini g sayang sama lo. Bukan hanya sebagai sahabat atau adik, tapi .. tapi g cinta ama lo. </p>
<p>Mar terlihat heran. Entah apa yang ia pikirkan?</p>
<p>Mar : Ini salah satu permainan lo lagi kan Jul? Lo selalu bilang kalau lo cinta ke semua cewe. Lo selalu bilang sayang ke semua wanita. Kapan bisa seriusnya sih.</p>
<p>Julian : Iya g tahu, itu emang kebiasaan g. Tapi itu bukan berarti bahwa lelaki yang bodoh ini tidak bisa sadar dan benar-benar jatuh hati pada seorang perempuan kan? Gimanapun juga g hanya lelaki biasa, yang juga bisa jatuh cinta.</p>
<p><span id="more-101"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mar : Iya, ini keluar dari mulut laki-laki yang percaya pada Poligami!</p>
<p>G genggam kedua lengan dia, dan menatap ke wajahnya.</p>
<p>Julian : Percayalah itu semua hanya lelucon. Hanya candaan. Tapi perasaan g pada lo itu beneran. Tapi . . . g bukan memanggil lo kesini untuk bertengkar. G tahu kalau hubungan lo ama Nico udah mulai serius. Dan g yakin ga lama lagi g akan dengar kl lo berdua mau nikah. Dan percayalah, menurut g kalian adalah pasangan yang paling cocok di dunia ini. Yang satu cantik, yang satu tampan. Sedangkan g, ya Julian, hahaha.</p>
<p>Dan g lepaskan genggaman g ke dia.</p>
<p>Julian : Hanya saja, g rasa g ga akan bisa melepaskan lo, tanpa mengatakan ini pada lo sebelumnya. G dah melihat dunia dengan cara yang berbeda sekarang. G bahkan ga bisa lihat wanita lain tanpa membayangkan wajah lo. Setiap cewe yang g deketin, g bandingkan sama lo, dan percayalah, &#8220;Tiada wanita yang bisa mengalahkan semyumanmu!&#8221;. AAhhhhh (Julian menjerit) G dah mulai gila!</p>
<p>G ga kuat lihat wajah dia. G menunduk. Dalam rencana di kepala g semuanya begitu simpel. </p>
<ol>
<li>G bilang ama dia, kl g tergila-gila ama dia.
<li>G minta dia balik ke Nicholas.
<li>Dia berhenti menghantui pikiran g. </li>
</ol>
<p>Sekarang emosi g meluap-luap. G ga bis mikir lurus. G takut dia menjerit, ngamuk dan pergi. Dan kita tidak pernah bisa berteman lagi. Padahal g butuh lihat wajah dia, minimal satu kali sehari untuk tetap bisa hidup. Ampun deh. Apa yang telah g lakukan.</p>
<p>Mar : Julian. G ga nyangka lo bisa suka ama g (dia tersenyum). G kan bukan siapa-siapa, dan hanya wanita biasa-biasa aja.</p>
<p>Tuh bener kan! Dia ngaku bilang kl dia biasa-biasa aja. Mungkin dia make susuk, atau g didukunin. Fiuhhh, Julian tenaaang dikit.</p>
<p>Mar : Iya, g dan Nico udah mau nikah.</p>
<p>G ga kuat mendengarnya. Akhirnya g dengar juga kata-kata ini keluar dari mulutnya.</p>
<p>Mar : Jadinya lo lah orang pertama yang tahu. Julian lo tuh tampan, dan gampang membuat cewe bertekuk lutut pada lo. Lo bakalan melupakan g dalam waktu singkat.</p>
<p>Mar : G ga pernah minta biar lo suka sama g. Dan g ga pernah berniat membuat hidup lo merana. Hal-hal seperti ini memang tidak bisa diatur. G sayang sama lo, namun hanya sebagai sahabat. Lo teman terbaik yang bisa g minta. Enak diajak curhat, bisa diminta pendapat, dan lo bahkan punya banyak sifat yang lebih baik dari Nicholas. Cuman, g ga punya feeling apa-apa ama lo, Julian. Hal-hal seperti ini kan ga bisa diatur! Lo suka ama g, g suka ama nico.</p>
<p>G ga sadar apapun yang dia katakan. Yang jelas suara dia itu merdu banget. G sedang ditolak, tapi g ga bisa berhenti tersenyum. G suka banget cara dia nyebutin nama g. Julian.</p>
<p>Mar : Kita tetap bisa berteman kan?</p>
<p>Julian : Tentulah (sambil tersenyum)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan begitulah pengalaman g menembak dia. Cewe yang paling g cintai di dunia ini, dan g harus merelakan dia dengan lelaki lain, karena dia tidak pernah melihat g lebih dari sahabat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://julianalimin.com/2008/12/saat-kukatakan-padanya-bahwa-aku-mencintainya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Type of Woman i HATE</title>
		<link>http://julianalimin.com/2008/11/the-type-of-woman-i-hate/</link>
		<comments>http://julianalimin.com/2008/11/the-type-of-woman-i-hate/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 19:50:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Past Romantic Stories]]></category>
		<category><![CDATA[Julian Alimin]]></category>
		<category><![CDATA[Julian GM]]></category>
		<category><![CDATA[Julian GM ALimin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://julianalimin.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Ini bagian dari cerita-cerita romansa masa lalu g. Jangan pernah tanya siapa orang yang g maksud, dan kapan kejadiannya karena g ga akan mau jawab. Dan mungkin kadang g akan ceritakan pengalaman teman g, seolah-olah g yg jalanin. So Enjoy. Okay ada hal yang kadang sangat g benci dari wanita, ketika mereka menolak untuk diajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bagian dari cerita-cerita romansa masa lalu g. Jangan pernah tanya siapa orang yang g maksud, dan kapan kejadiannya karena g ga akan mau jawab. Dan mungkin kadang g akan ceritakan pengalaman teman g, seolah-olah g yg jalanin. So Enjoy.</p>
<p>Okay ada hal yang kadang sangat g benci dari wanita, ketika mereka menolak untuk diajak bicara secara langsung. G benci banget ama sifat ini. Ko bisa sih egois begitu? Bayangin aja, kl cewe curhat, atau marah kita mesti diam dengerin. Tapi kalau kita marah, mereka bergaya ga mau dengar dan malah kabur. Atau mereka gunain nangis sebagai senjata untuk membungkam kita.</p>
<p>Menurut g, berhentilah dengan tipu daya itu! Ga bisa apa bersikap seperti orang dewasa? G milih lo karena menurut g lo cewe yang asik, bukan karena g ingin mencari diktator untuk mengatur seluruh aspek kehidupan g!<span id="more-79"></span></p>
<p>G pernah ribut ama cewe yang umurnya dua kali umurnya g. Saat itu g SMU, dan dia umurnya 40an. Masalahnya emang parah banget, dan g HARUS Turun Tangan saat itu. Apa yang terjadi saat dia kalah argumen dengan g? Dia bilang ya udah, terserah aja! Lalu dia pergi dan setelah 3 langkah jatuh pingsan, pas diangkat dianya malah nangis-nangis. Apa yang terjadi? Seluruh ruangan itu mengutuk g bilang g ga tahu diri. Anjrit g gondok banget. Tapi g ga takut.  G tahu tu cewe menggunakan ke-&#8221;RAPUHANNYA&#8221; sebagai senjata. Terus terang, andai perasaan g g ikutin, g guyur dia terus g kasih dia bernegoisasi dengan dua teman g, yaitu tinju kanan dan kiri g. (Ok, g tahu kedengarannya parah, g mau menggunakan kekerasan pada seorang wanita, tapi andai lo tahu apa yang ia lakukan sampai2 g harus turun tangan, mungkin lo bakal lakuin hal yang jauh lebih parah).</p>
<p>G benci banget kl cewe menggunakan ke-rapuhannya sebagai senjata. Dan pada hari itu g berjanji pada diri g, ga akan pernah tertipu. Sampai tiba harinya g jatuh cinta ama seorang gadis (lo pasti dah perkirain ini, ya kan?). G benar-benar buta, dan <a title="The Most Stupid Things I ever Did In the Name of Love" href="http://julianalimin.com/?p=19" target="_blank">apa aja bakal g lakin demi cinta</a>. Bodoh bukan. Sialnya g dapat cewe yang memasteri ilmu memperdaya pria. Dia ngambek kl ga g telepon, dan seluruh kemauan dia harus g ikutin. Gila benerr.</p>
<p>Tapi puncak kemarahan g, saat dia mutusin g lewat SMS. Tragedi SMS Maut, itulah cara g sebut kejadian itu. Dan setelahnya dia langsung matiin HPnya. Damn, g bisa apa kl begitu? Ga bisa ngomong. saat itu jam 12 malam. G ga mungkin telepon ke rumahnya, jadi g HARUS menunggu sampai besoknya. Saat g telepon, sikap dia biasa aja, dan dia lagi jalan ama cowo lain. Mungkin ada sisi lain dari cerita ini yang tidak akan pernah g tahu. Karena setelah 3 tahun ga ketemu, saat kita berhubungan lagi lewat telepon dia bilang, lo ga tahu kan apa yang terjadi setelah kita ketemu terakhir kali. Cuman semuanya sudah terjadi, g ga bisa cerita. Ini hanya akan membuka luka lama. Huff, mungkin suatu saat g bakal tulis Postingan lengkap tentang hubungan g ama dia.</p>
<p>Nah dan pernah lagi ada kejadian. Nyokap g, ama temannya berusaha keras buat jodohin anak mereka. G jadi sasaran lah. Cuman masalahnya timbul, saat ibunya ingin g jadi ama anaknya, karena nyokapnya ga demen ama cowonya sekarang yang lain agama (G pasti akan bikin posting tentang pacaran lain agama, ditunggu ya). Pokoknya diakhir, dia SMS gw. Nyalahin g, karena nyokap g bilang sesuatu ke nyokap dia, yang nyebabin dia dimarahin ama nyokap dia. Intinya tentang, kata g dia masih ga bisa lupain pacar / mantan pacarnya (g aja bingung, sebenarnya dia masih pacaran atau udah putus ama cowonya yg ono ). Orang kata ibunya dia jomblo, kata anaknya dia punya pacar. G sih cuman ga mau kecewain nyokap g aja. Yang susah payah hubungin g buat makan bareng ama mereka. . . .  OK, g jujur deh, g datang krn g ga bisa nolak makanan gratis (g dah ngaku, puas kan).</p>
<p>Yang bikin g kesel banget, setelah dia SMS gw, g telepon ga diangkat, g SMS ga dibales, dia online g ajak chat ga di reply, bahkan koneksi Facebook g dihapus ama dia. Gila g gondok banget. Ga dewasa banget sih nih orang. G ga ngerasa ngelakuin salah.  G cuman bilang ama nyokap g, g ga mau jadi cowo rebound, dan ini cewe ga jelas antara pacaran atau nga. Dan g ga punya waktu buat urusin cewe yg secara emosional sedang labil (iya g bukan tipe cowo yang malah ambil kesempatan disaat itu!).</p>
<p>Saking kesalnya (g emang lagi gampang kesal saat itu). G email ke dia (karena kl g SMS, g takut nyokapnya baca dan g ga mau dia dalam masalah yang lebih besar).</p>
<blockquote><p>Kayanya lo benar2 punya masalah ama g ya?<br />
Sms ga dibalas, telepon ga diangkat, Chat ga di respond, dan facebook connection dihapus.</p>
<p>Mungkin g salah, mungkin juga tidak. Tapi terus terang g kecewa banget cara lo begini, g kira lo tipe orang yang dewasa dan bisa diajak ngomong baik2.</p>
<p>Ya udah lah, g juga ga mau maksa ngasih penjelasan, kl lonya juga ga mau dengar.</p></blockquote>
<p>G sebenarnya dah lama gatel, mau telepon dia. Ga mau punya musuh sebenarnya. Terus terang g ga punya waktu buat urus yang beginian.</p>
<p>Jadi untuk semua cewe yang mikir buat perlakuin g seperti diatas.</p>
<blockquote><p>G bukan anak kulihan, g orang kantoran yang tujuan sehari-harinya nyari duit biar dapur keluarga g bisa ngebul. Jadi kalau lo mau masuk kehidupan g, hanya untuk nambah masalah, &#8220;get out of the way&#8221;.</p></blockquote>
<p>Peace <img src='http://julianalimin.com/wp-content/plugins/smilies-themer/adiumicons/biggrin.png' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://julianalimin.com/2008/11/the-type-of-woman-i-hate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

