Archive for the Category »Past Romantic Stories «
Cape banget kerja melulu setiap hari. Sampai-sampai Sabtu Minggupun pikiran masih memikirkan kerjaan di Kantor. Tapi karena diajak teman-teman, g memutuskan untuk Liburan di Jogja. Walupun niat g setengah-setengah dikarenakan cewe g ga ikut (maklum acara boys only), tapi ya sudahlah. Sekali-kali butuh refreshing dari suasana di kantor kan.
So kita berangkat ke Jogja, gila ternyata outdoor itu Indah banget. Perjalanannya melelahkan, kita sengaja ga naik pesawat agar kita bisa menikmati pemandangan Indonesia (Ngeles Mode = ON; Ok, kita melakukannya juga karena naik pesawat mahal :D). Pokoknya g harus telepon cewe g tiap pagi, siang dan malam buat laporan :P. Belum juga lama di jalan, udah rindu banget nih.
AAAaaaahhhhhhhhhhh, ternyata Charger HP g ketinggalan……… Rencana untuk menelepon dia gagal sudah. G pengen menikmati pemandangan tapi ga bisa berhenti memikirikan dia. Apakah dia sedih karena g ga bisa hubungin? Yang ada dipikiran g hanya, “Kunjungi Toko HP agar bisa beli Charger!!!” Tapi, di Itenary kita ga ada kunjungan ke Pusat HP. Dan ga enak ama teman-teman g kl g minta dianterin… Namun, beruntungnya g punya teman-teman yang rela stay together sama g, dalam keadaan panas-panas berjalan kaki sampai ke toko HP. I’m so Lucky! But, ternyata karena HP g tipe baru, tidak ada charger yang cocok sama HP g. Pupus harapan g. Siapa tahu rasa rindu yang lama ini justru membuat kekasih hatiku semakin rindu, dan seluruh kerinduan tersebut bisa dilepas saat kita bertemu kembali :D.
Ok, g akan berusaha untuk “make it up” ke dia karena lupa bawa charger. G beliin dia oleh-oleh dari sini biar dia senang. G beliin Cincin dan oleh-oleh lain
dan oleh-oleh buat Ibunya juga kali ya. Pokoknya keren deh. Ohhh, babe i love u so much.
Akhirnya balik juga ke Jakarta, tapi ga masuk dulu kayanya hari pertama. Kecapaian Man!!! Gila perjalanannya menguras tenaga g. Sore ini g mau anterin oleh-olehnya ke rumah dia ah. Pasti wajahnya senang banget :).
Phone Conversation
Gw : Babe, mau ke rumah kamu nanti buat anterin sesuatu (wajah g nyengir gede banget, bayangin wajah dia yang senang karena oleh-oleh dari g)
Hon: Yaa ga bisa. Aku harus ke rumah sodaraku dulu,
“Ya udah”, g pikir. G anter aja ke kantor dia semua oleh-oleh itu. Dia bilang terima kasih :).
Malamnya g telepon dia, biasa mau Laporan harian. Duh, HP dia mau di charge dulu katanya :(. Gpp deh, masih ada nanti kan.
Ringtone g nyala ada SMS dari dia, dia nanya lagi ngapain? Lebay dikit ahhh, “Lagi mikirin kamu sayang” :P. SMS TERKIRIM. Ehh ada SMS baru masuk. “Ada yang mau aku ungkapin, tapi aku ga kuat”. Fiuhhh apa ya? Balas pakai Lebay MODE = ON, “Mau putusin aku ya :P”. Jawaban dia simple, tapi takkan bisa kulupakan sampai akhir hayatku, “Iya”.
Duniaku runtuh. Ga disangka dia minta putus… Padahal aku mencintainya begitu dalam.
G langsung coba telepon dia, dia ga mau angkat. Kenapa? Apa dia ga sanggup ngomong langsung ama g? G ga peduli walau saat ini sudah tengah malam dan g ga peduli bahwa g harus nyebrang 3 Kotamadya (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat) bahkan harus keluar Jakarta sekalipun, g harus ketemu dia!!! G SMS dia bahwa g akan kesana, dan memakai Jaket serta perlengkapan dan siap jalan… Dia telepon g, “Ngapain Sih Kami Nekat Kaya gitu?!?! Aku jadi makin ga suka sama kamu!!!” G terpojok… ancamannya terlalu dahsyat. Ya udah deh, kalo emang gue ke rumah dia malah bikin dia ga suka sama gue, apa mo dikata.. gue di rumah aja.. krn gue ga mau dia sampe ga suka sama gue..
Selama aku pergi ke Jogja hanya dia yang g pikirkan. Kejam banget dia mutusin g. Alasan dia, dia pada awal jadian memang cinta ama g, namun lama kelamaan perasaan ke mantan dia makin kuat. Dan perasaan ke g hilang sama sekali. G udah ga bisa mikir, g lakukan yang akan dilakukan setiap laki-laki jantan di posisi g saat itu. “Tolong kasih g kesempatan lagi, jangan putusin g. G akan berusaha membuat lo mencintai g”. Iya, g memohon agar dia masih mau menerima g, dan memberi g kesempatan.
Apakah g salah? Apakah dia yang salah? Siapa yang tahu masalah cinta ini? Sungguh merepotkan.
– Setelah menulis Postingan ini di bulan Agustus baru sekarang selesai untuk di Posting. Gimana bagus ga? Kasih comment kalau kalian mau, dan ceritanya akan g perpanjang.
Sekali lagi g habisin waktu di Wartel gw seorang diri. BT bener. Gila, g benci ama cinta. Setiap hari g berdiri di depan wartel nengok ke kanan, nengok ke kiri. Ga brani ninggalin tempat, bahkan untuk ke kamar mandi. Siapa tahu dia lewat depan wartel dan g ga lihat dia hari ini. G butuh ngelihat dia minimal satu kali setiap hari! Jika tidak, g ga akan bisa tidur pada hari itu.
Dia datang
. Aduuuh g senang bangeeet. Tapi dia ko ga nyapa g ya? Udahlah yang penting g bisa lihat dia hari ini. Pada saat mata g tertuju pada monitor Wartel, g lihat dia telepon mantan pacarnya. Dada g terbakar. Biarkanlah. Dia kan tahu g sayang ama dia, tapi kenapa dia telepon mantannya? Di Wartel g pula? Apa dia benar-benar ga bisa hargain g sama sekali?
Siapakah yang kau pikirkan di saat kau termenung. Di saat semua orang bercanda, ada dua yang berbeda. Engkau yang memikirkan seseorang, dan aku yang tidak dapat memalingkan pandangan darimu. Aku tahu, bukan aku yang kau pikirkan.
Akhirnya g ketemu dia pada hari ini. G ajak dia ke tempat yang sepi karena g ingin katakan seuatu padany, sesuatu yang mungkin akan mengubah hubungan kita selamanya. G hany punya dua pilihan, mengungkapkan atau hidup selamanya dengan dia tidak mengetahuinya.
Julian : Hi, Mar. Kabar lo gmn ? (Sambil nyengir)
Mar: Kabar baik Jul. Ada apa nih, pakai ajak-ajak tempat sepi segala, mau bayar hutang ya ?
Dia tersenyum, senyumnya indah banget. G selalu lumer kalau lihat dia senyum, dan kaki g terasa lemah. Inilah alasan g sayang banget ama dia. G telah bingkai senyumnya, dan g simpan di Lemari Besi dalam Hati g.
Julian : Mar. (Memasang wajah serius) G mau ngomong ama lo, tapi lo ga perlu jawab ya.
Sepertinya Mar sadar kalau g memang serius. Dan sesuatu di wajahnya mengatakan kalau dia tahu apa yang akan g katakan.
Julian : Mar, g mau kl lo tahu kalau selama ini g sayang sama lo. Bukan hanya sebagai sahabat atau adik, tapi .. tapi g cinta ama lo.
Mar terlihat heran. Entah apa yang ia pikirkan?
Mar : Ini salah satu permainan lo lagi kan Jul? Lo selalu bilang kalau lo cinta ke semua cewe. Lo selalu bilang sayang ke semua wanita. Kapan bisa seriusnya sih.
Julian : Iya g tahu, itu emang kebiasaan g. Tapi itu bukan berarti bahwa lelaki yang bodoh ini tidak bisa sadar dan benar-benar jatuh hati pada seorang perempuan kan? Gimanapun juga g hanya lelaki biasa, yang juga bisa jatuh cinta.
Ini bagian dari cerita-cerita romansa masa lalu g. Jangan pernah tanya siapa orang yang g maksud, dan kapan kejadiannya karena g ga akan mau jawab. Dan mungkin kadang g akan ceritakan pengalaman teman g, seolah-olah g yg jalanin. So Enjoy.
Okay ada hal yang kadang sangat g benci dari wanita, ketika mereka menolak untuk diajak bicara secara langsung. G benci banget ama sifat ini. Ko bisa sih egois begitu? Bayangin aja, kl cewe curhat, atau marah kita mesti diam dengerin. Tapi kalau kita marah, mereka bergaya ga mau dengar dan malah kabur. Atau mereka gunain nangis sebagai senjata untuk membungkam kita.
Menurut g, berhentilah dengan tipu daya itu! Ga bisa apa bersikap seperti orang dewasa? G milih lo karena menurut g lo cewe yang asik, bukan karena g ingin mencari diktator untuk mengatur seluruh aspek kehidupan g! more…

Live Comments RSS Feed
Komentar Orang