Pelajaran paling berharga yang mempengaruhi Karir saya

Pada saat duduk di bangku Sekolah, pernah suatu ketika Guru yang bertugas untuk mengajar tidak masuk. Sebagai gantinya Guru pengganti masuk ke dalam Kelas. Guru pengganti yang masuk tidak memberikan pelajaran Materi Sekolah namun memberikan pelajaran yang masih saya simpan sampai bertahun-tahun sekarang dan pada akhirnya menjadi pelajaran paling berharga untuk Karir saya. Guru tersebut memberikan sebuah cerita yang kira-kira sbb:

Ada dua orang diperkerjakan di sebuah perusahaan. Saat masuk Umur mereka sama, begitu juga dengan Kondisi fisik, background pendidikan serta pengalaman kerja mereka bisa dikatakan hampir sama. Akbitnya Gaji yang mereka terimapun sama. Setelah satu tahun bekerja satu diantara mereka, anggaplah namanya Fernando, menerima kenaikan Gaji lebih besar daripada temannya yang masuk bersamaan itu.

Karena merasa tidak terima dengan perlakuan tidak adil tersebut maka datanglah temannya itu, anggaplah namanya Mario, kepada atasannya dengan tujuan agar Gajinya dinaikkan.

Mario: “Pak, Kenapa saya dan Fernando menerima kenaikan Gaji yang berbeda? Padahal kita masuk ke perusahaan ini pada saat yang bersamaan dengan latar belakang yang bersamaan?”

Atasan: “Kamu merasa perusahaan memperlakukan kamu dengan tidak adil? Jika begitu saya akan memberikan tugas kepada kamu, tolong pergi ke Toko yang berada diseberang dan tanyakan Harga Beras.”

Mario merasa heran, namun perintah adalah perintah sehingga pergilah Mario keseberang untuk menanyakan Harga Beras. Setelah selesai ia kembali kepada atasannya.

Mario: “Pak, Harga satu karung Beras sekitar 125rb. Sekarang saya minta pertanyaan saya tadi tolong dijawab.”

Atasan: “Tunggu sebentar.”

Atasannya menelepon ke Ekstension Fernando dan memintanya untuk datang ke ruangannya. Fernando langsung datang menghadap Atasannya sedangkan Mario, yang sudah berada di ruangan itu sebelumnya, memandang Fernando dengan muka kesal karena merasa dipermainkan oleh perusahaan.

Fernando: “Bisa saya bantu Pak?”

Atasan: “Tolong pergi ke Toko yang berada diseberang dan tanyakan Harga Beras.”

Fernando langsung bergegas melaksanakan tugasnya, setelah tugasnya selesai dia datang kembali ke ruangan atasannya dimana Mario masih menunggu dengan heran.

Fernando: “Pak, saya sudah ke seberang jenis beras mereka ada beberapa. Saya mencatat Daftar Harganya dan mengirim ke Bapak lewat email untuk 5 jenis Beras yang menurut saya cukup bagus. Selain itu saya berbicara dengan pedagangnya dan dia bersedia memberikan diskon 5% jika kita membeli dalam kuantiatas melebihi 20 Karung. Tapi menurut saya kita mungkin bisa mendapatkan perjanjian kerja sama yang lebih baik kalau berbicara dengan baik-baik dengan pedagang berasnya. Jadi saya meminta dia ikut bersama saya dan saat ini dia sedang menunggu di ruang Tunggu.”

Atasan: “Terima kasih Fernando, kamu tolong keluar dan panggil pedagang berasnya kedalam.”

Pada saat Fernando keluar untuk menjemput pedagang berasnya, atasannya memandang Mario.

Atasan: “Mario, masih ada yang ingin kamu tanyakan?”

Mariopun menjawab, “Tidak” dengan nada yang rendah. Lalu keluar dari ruangan atasannya dengan muka menunduk.

Cerita singkat diatas menjadi pedoman saya bukan hanya di dunia kerja namun juga disaat menuntut ilmu. Selalu berusahalah untuk memberikan nilai tambah. Setiap tetes keringat kita pasti akan ada balasannya. Jadi tidak peduli bidang pekerjaan kita, apakah kita Tukang Sapu di jalan, Tukang Bangunan, IT Engineer atau Pelajar biasakanlah untuk memberikan nilai lebih!

Nah, sering sekali saya mendengar Curhat sesama Karyawan, mereka berkata “Perusahaan tidak pernah menghargai saya”, “Dengan Gaji cuman segini mereka mengharapkan saya bekerja sebanyak itu?”, dengan kata-kata lain yang pada dasarnya mereka mengharapkan

Berikan dulu kepada saya Gaji yang lebih tinggi, baru saya berikan nilai lebih.

Percaya kepada saya, orang yang memiliki Skill dan Potensi yang Tinggi pasti akan dihargai mahal. Masalahnya banyak sekali orang yang enggan untuk menunjukkan Potensi dan Skill mereka kecuali diberikan apresiasinya terlebih dahulu. Pada cerita diatas Fernando bukan bekerja sebaik diatas setelah diberikan kenaikan Gaji, tetapi sudah selama 1 tahun ia melakukannya. Tanpa pernah berpikir, ini harus saya lakukan agar Gaji saya dapat dinaikkan dengan besar. Kisah lain yang menginspirasi adalah Cerita pertemuan antara George C. Boldt dan William Waldorf Astor.

Setelah bertahun-tahun saya tidak pernah melupakan cerita dari Guru pengganti saya tersebut, sayangnya saya tidak ingat siapa Guru tersebut dan pas duduk di Tingkat berapa cerita tersebut saya dapatkan. Semoga cerita diatas bisa menginspirasi yang membacanya.

Ayah 7 minggu

Sekitar satu tahun yang lalu gue memutuskan untuk menulis lagi di Blog gue, namun hati gue ga kuat menyelesaikan postingan gue dibawah. Tapi gue sedang ingin membenahi hal-hal yang belum terselesaikan jadi gue putuskan untuk menyelesaikan dan mempostingnya kepada Publik. Here we go.

Sudah lama gue ga nulis di sini dan rasanya blog ini sudah dipenuhi oleh lumut-lumut dan jadi sarang laba-laba. Mungkin gue terlalu menikmati peran baru gue sebagai kepala rumah tangga. Percaya atau tidak, gue sering mikirin blog ini dan punya beberapa ide untuk dituliskan, terutama ingin menuliskan liputan wedding gue dengan Indah. Namun perasaan ini seperti keinginan gue untuk mandi pada weekend. Gue berpikir tentang mandi tapi sangat sulit untuk menggerakan pantat ini ke kamar mandi. Kecuali ada kondangan, tapi… Gue pernah sekali nekat ke kondangan cuman cuci-cuci muka dikit. Dan gue yakin tidak ada orang yang sadar. Untunglah gue dilahirkan dengan wajah siap kondangan tanpa mandi. *protes cipokSaat ini pukul 23:15 WIB dan gue berada 1152m diatas permukaan laut dalam berjalanan menuju kepulauan Maldive untuk sebuah bisnis trip. Ditemani teman kerja Christina Desi yang sudah tidur. Gue berasa berada sendirian dalam pikiran gue dan rasanya ini saat tepat untuk curhat sedikit menceritakan pengalaman gue sebagai ayah selama beberapa minggu.

Aku telat datang bulan

Kata-kata yang bisa sangat menakutkan dan/atau sangat membahagiakan bagi seorang pria. Menakutkan bila dia adalah pria yang merasa belum mampu menjadi ayah walaupun dia berada dalam hubungan yang halal/bagus (sebagai perbandingan –> bad = hubungan di luar nikah; worse = hubungan di luar nikah dengan selingkuhan). Membahagiakan bila memiliki keinginan yang amat besar untuk menjadi seorang ayah. Saat istri gue mengatakan hal ini gue merasakan kedua hal tersebut di saat yang bersamaan. Gue takut mengulangi kesalahan dari contoh-contoh gagal yang sudah pernah gue lihat sebelumnya.Teringat saat ayah gue dulu bilang ke gue bahwa dia pernah berjanji pada dirinya bahwa dia akan menjadi ayah yang lebih baik dari ayahnya (My Grandpa yang tidak pernah gue temui). Sama halnya dengan gue yang berjanji akan menjadi ayah yang lebih baik dari semua ayah yang ada di dunia ini, tapi bukankah semua calon daddy mengatakan atau setidakya pernah memikirkan hal tersebut sebelum mereka gagal? Bagaiaman jika gue gagal? Bagaimana jika gue tidak bisa menjadi ayah yang baik? Langsung terbayang kejahatan yang ada dimana-mana dan bagaimana gue bisa melindungi anak gue dari segala jenis ancaman yang ada di dunia ini? Begitu banyak pertanyaan yang memang tidak akan pernah ada jawabannya! Setelah kita memeriksa menggunakan Test Pack hasilnya Ambigu. Test Pack mengatakan Satu Garis merah berarti tidak hamil dan dua dua Garis merah berarti hamil. Bagaimana jika yang muncul dua garis buram? Kita pergi ke Klinik (yang sengaja tidak akan gue sebutkan namanya) dan bertemu dengan Dokter yang cukup bagus. Dari hasil observasi dia terlihat bahwa masih terlalu Dini untuk menyatakan apakah Indah hamil atau tidak karena dimasa sekarang ini bisa saja tetap datang Menstruasi dan Sel Telurnya keluar. Ok, kita kembali ke rumah dan ingin mencoba periksa lagi beberapa minggu kemudian.

Dari ribuan kemungkinan dan pertanyaan di Kepala gue, ada satu skenario yang tidak gue sangka justru terjadi… Indah mengalami pendarahan yang tidak wajar. Darah tetap keluar namun kita coba memeriksa menggunakan Test Pack dan hasilnya menunjukkan bahwa dia hamil. Jadi sebetulnya ini Menstruasi atau Hamil? Darah yang keluar pun berbeda dengan Darah Haid, jadi ini menimbulkan banyak pertanyaan. Di saat suasana sekitar Lebaran 2011 kita mencari Dokter Kandungan kita kembali namun sangat disayangkan Dokter yang pertama kali menangani kita sedang tidak masuk dan Dokter yang sedang ada tidak cocok dengan kita. Akhirnya setelah dapat saran dari teman, kita mencoba Dokter wanita di RS dekat rumah. Dia menerangkan bahwa Indah memang hamil dan ada komplikasi, Indah perlu banyak istirahat (Indah masih bekerja saat itu) dan dia menjelaskan bahwa kita akan mencoba memberikan obat agar Dedenya bisa terselamatkan. Well, ternyata Indah memang hamil, jadi tidak lagi ada waktu untuk berandai-andai sekarang dan sudah saatnya untuk beraksi menjadi #1 Dad.

Pada hari Senin gue masuk bekerja dan Indah mengambil Cuti Sakit karena belum merasa Fit. Tiba-tiba di siang hari dia ngabarin kalau pendarahannya semakin memburuk dan dia mau masuk ke RS. Pada saat yang bersamaan ada Trouble di klien gue dan salah satu Team Member gue berhalangan jadi gue yang harus pergi ke Klien. Baru bisa selesai jam 9 malam gue langsung pulang ke Tangerang menuju Rumah Sakit. Gue melihat Indah yang sedang pucat dan tidak berdaya berusaha untuk duduk dan senyum. Dia berusaha menenangkan gue dan mengatakan bahwa dia tidak apa-apa kok sedangkan gue merasa terpukul dan ingin menangis.

Setelah dua hari di Rumah Sakit, Dokter mengatakan hanya kepada gue bahwa jika hari esok pendarahan belum bisa berhenti maka kita harus berpikir untuk menyelamatkan Ibunya. Sekali lagi di kepala gue muncul puluhan skenario akan apa yang dapat terjadi dan gue ga sanggup untuk kembali memikirkan ulang skenario-skenario tersebut. Memikirkan kehilangan seperti ini membuat sedih dan depresi. Tapi apa yang akan kalian lakukan bila dihadapi pertanyaan oleh dokter

Kalau masih seperti ini maka harus dikuret ya

Dikuret itu adalah digugurkan. Gue masih menginat malam tersebut, pada hari selasa tanggal 13 September 2011. Gue mengatakan pada Indah. “I love you dan aku cinta baby kita. Tapi kalau harus membuat keputusan aku akan pilih kamu.” Kami saling berpelukan di Tempat Tidur Rumah Sakit tersebut. Berpelukan dan bercucuran Air Mata sambil mengelus perut Bayu kita.

 

Pada pagi harinya saat memeriksa pembalut ada gumpalan Darah. Saat Suster datang ia mengatakan bahwa sepertinya dedenya sudah keluar dan saat menemui Dokter hasil USG mengatakan bahwa Indah sudah tidak Hamil. Kami sangat sedih, dan Indah berkata “Dedenya mengalah demi Mamanya.” Tapi di Kepala gue ada pertanyaan, apa mungkin Dedenya keluar karena ditolak oleh Ayahnya???

Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Indah pernah bermimpi mengenai anak gadis yang cantik yang mengajaknya main dan memanggilnya Ibu. Kata orang dulu, Bayi yang keguguran tersebut masih bisa masuk ke dalam mimpi Ibunya. Gue tidak mau berpikir kearah sana, tapi yang pasti gue sayang sama dia walaupun sudah dilahirkan atau tidak.

Sekian Blog yang gue tulis akhir tahun 2011 kemarin. Satu hal yang gue ingat adalah Suster yang berkata, “Tidak apa-apa kok, ini artinya bisa Bulan Madu lagi”. Gue ngerti bahwa dia hanya berusaha menyemangati tapi berpikir bahwa gue lebih ingin berbulan madu lagi dibandingkan memiliki Bayi… Saat ini Indah kembali Hamil dan sedang jalan 8 bulan. Gue masih bingung harus menjawab apa kalau ditanya ini anak keberapa karena gue merasa bersalah jika tidak mengakui bahwa gue sudah pernah menjadi ayah selama 7 minggu sebelumnya.

I love You Baby, where ever you are. – Your Daddy

Resolusi telat 2011

image

Sekarang kita telah berada di tahun 2011. Tanggal tepatnya adalah tanggal 6 February 2011. G berada di Dubai menunggu pesawat menuju ke Jakarta dan g berpikir, “Hey, kenapa sih Blog www.julianalimin.com tidak pernah diupdate?” Sudah banyak sekali draft yang menurut g sudah menuju arah untuk standar Blog ini (FYI standar dari blog www.julianalimin.com adalah membuat anda ngantuk karena bosan tapi masih di ambang-ambang untuk tidak ketiduran). Tapi g ga pernah sempat untuk upload atau menulis ulang, kebanyakan adalah tulisan yang belum selesai. Setiap saat g berpikir untuk memulai lagi, g hanya “memikirkannya” instead of mulai menulis. Well, sekarang g sudah mulai nulis lagi dan semoga kali ini bertahan lebih lama dari sebelumnya.

Apa yang telah g capai di 2010 dan ingin g targetkan di 2011?

Mari melihat dulu ke tahun 2010. Di postingan lama g menyebutkan bahwa harapan 2010 adalah:

Semoga g tidak pernah mengecewakan orang-orang yang menaruh kepercayaan kepada g, baik keluarga, pacar sahabat, rekan kerja, klient, dan diri g sendiri.

Serius ini adalah Komitmen paling sulit dan g rasa tidak berhasil g penuhi. Masalahnya pada saat mengucapkan harapan tersebut dan membayangkan apakah g pernah mengecewakan anggota keluarga, pacar, sahabat, rekan kerja maupun klient rasanya sih pernah. Agak membuat sedih memang tapi ini kenyataan. Bukan berarti g ga mencapai apa-apa di 2010 tapi kalau hanya diukur berdasarkan apakah tidak pernah mengecewakan rasanya sangat sulit sekali ya.

image

Mind Champ! G ikut sebuah seminar Mind Champ di kantor dan intinya adalah bahwa selama otak bisa dibuat berpikir bahwa tidak ada yang tidak mungkin maka tidak ada yang tidak mungkin. So untuk 2011 harapannya adalah sama!

Sulit untuk menyebutkan prestasi g di 2010 tanpa masuk ke detil dari klien maupun kantor dan itu adalah hal yang tidak ingin g lakukan di Blog ini. Tapi g bisa sebutkan bahwa g diberi kepercayaan oleh DataOn untuk menjadi Customer Care Manager. Yuppp, Julian Alimin disuruh menangani Departemen Customer Care. Hal pertama yang g pikirkan saat Ko Yus (CTO dari DataOn – Yus Wadi) memanggil dan mengatakan bahwa gw suruh menangani Customer Care adalah “OMG.. Apa? Gw? Tapi.. kenapa g?” Lalu tiba-tiba seluruh ruangan Ko Yus berasa merah dan kepala g kunang-kunang. Badan berasa panas dingin dan banyak pikiran muncul di kepala g. “Apakah g mampu? Tapi, itu berarti g Dep Head? Tapi g kan Julian Alimin? Tapi … tapi … tapi …”

image

Akhirnya g berpikir, “Semua pertanyaan itu bukan mereka yang harus menjawab tapi GW!”. Justru mereka yang memberikan pertanyaan apakah g mampu dan g yang harus bisa menjawabnya. Ternyata transisinya tidak mudah tapi g senang dengan prosesnya. Semakin banyak klien yang g tangani, rekan kerja yang kerja barang makin banyak, I honestly enjoy it. Dan sekarang adalah saatnya Moment of Truth, g harus bisa memberikan hasil.

Saat ini tugas g di kantor lebih kearah Management tapi aslinya kan g anak Teknik. Jadi g harap bisa mulai belajar atau mendalami ilmu coding g. Secara spesifik pembuatan Modern Web UI dan Mobile UI berbasis Framework. Tapi dengan catatan bisa mengimplementasikan ide:

Good Artists Copy, Great Artists Steal

Hal lain yang ingin g lakukan atau lebih tepatnya sudah kita rencanakan (kita disini adalah gw dan Indah) yaitu untuk menikah. Tidak akan terlalu masuk ke detil tapi doakan agar sebentar lagi di Blog ini ada posting undangan pernikahan.

So di 2011 ada 2 target.
  1. Menikah dengan Indah
  2. Menjawab tantangan yang telah dipercayakan kepada g
  3. Mendalami Modern UI and Framework

Dan ada satu Filosofi:

Semoga g tidak pernah mengecewakan orang-orang yang menaruh kepercayaan kepada g, baik keluarga, pacar/istri, sahabat, rekan kerja, klient, dan diri g sendiri.

PS: G ga akan menyinggung Six Pack di 2011 karena g udah putus asa.

image

Kata dia it works! *Mind Champ Mind*, mungkin g pertimbangkan deh. Smile with tongue out