Kau beri aku sesuatu …

Di dalam sebuah cerita ada seorang pria lajang tampan yang single. Dia terlihat bebas dan lepas penuh keceriaan. Seorang pria yang terkenal tukang gombal dan suka membuat para wanita tersipu malu dengan rayuan-rayuan mautnya. Antara membuat mereka tersipu malu atau membuat mereka tertawa karena tahu dia tidak serius. Seorang pria yang sangat suka melempar pancing tanpa umpan. Dia dikenal sebagai Pria Jomblo Bahagia tanpa kekhawatiran. Apakah masalah pria tersebut sehingga ia tidak ingin memiliki pacar?

Di dasar hatinya dia seorang pesimis yang tidak percaya akan cinta. Tidak mungkin dua orang bisa hidup bahagia hingga akhir kehidupan mereka. Jika benar kenapa dia tidak pernah melihat sebuah pasangan yang bahagia hingga akhir hayat mereka? Di sebuah dunia dimana kita berpura-pura tidak mendengar saat melihat pasangan lain bertengkar? Di sebuah dunia yang kelam dimana perceraian adalah hal yang lazim, bukankah kita terlalu naif jika mengatakan percaya pada cinta hingga akhir hayat? Pria ini tidak ingin dilukai…

Namun seorang gadis mengubah segalanya. Dari berpuluh-puluh wanita yang pernah di godai dia, yang ini benar-benar berbeda. Hingga akhirnya dia tidak bisa menghilangkan gadis ini dari pikirannya. Apa alasannya? Apakah karena dia terlihat mandiri dan tidak butuh pria untuk mengawasi dia? Apakah karena gadis ini juga suka merayu si pria ini?Atau apakah karena gadis ini manis jika tersenyum? Yang jelas wanita ini memberikan pria ini ‘sesuatu’ yang tidak bisa ia jelaskan dan pria ini begitu ketakutan atas perasaan barunya ini.

Seorang pemancing yang pancing-pancingnya tidak pernah ada umpannya. Melihat sebuah Ikan yang begitu menarik hingga ia meloncat kedalam kolam untuk mencarinya. Ia hanya memandangi dan mengagumi Ikan tersebut. Berbulan-bulan berlalu dan pria ini meminta si gadis bertemu. Rasa ‘sesuatu’ itu tetap terasa dan akhirnya tanpa ia bisa mengendalikan dirinya ia mengucapkan bahwa ia ingin menjalin sebuah hubungan. Itu merupakan hal paling menakutkan yang pernah dia lakukan sampai saat itu …

Pada saat menjalin hubungan begitu banyak hal terjadi. Mereka berdua saling menyadari bahwa pasangannya tidak sempurna. Egoisme, tak tahu diri, kerapuhan, air mata, kehangatan. Gadis ini sering mengunggu si Pria berjam-jam untuk bisa bertemu dan bahkan Pria ini tidak pernah memberikan gadis ini bunga. Apakah mungkin Pria ini serius dengan Gadis ini? Kenyatannya si pria tidak lagi bisa membayangkan hidupnya tanpa gadis ini.

Di dalam hatinya pria tersebut masih seorang pesimis. Namun dia akan terkutuk hingga akhir hayat jika melepaskan si gadis. Jadi ia katakan pada gadis ini untuk mencoba menjalani kehidupan ini bersama hingga akhir hayat. Mereka tahu pasti akan ada pertengkaran dan akan ada air mata. Tapi juga pasti akan banyak kehangatan dan tawa canda. Dan dengan izin Tuhan akan ada buah hati yang akan melengkapi kehidupan mereka.

Maka mereka memutuskan untuk menikah. Mari kita doakan agar ‘sesuatu’ yang menyatukan mereka  membuat mereka bahagia bersama hingga akhir hayat mereka.

Leave a Reply