Archive for » 2010 «

Bagaimana kita jadian

Udah lama ga nulis di Blog ini, alasannya karena akhir-akhir ini g sangat sibuk dengan pekerjaan dan pacaran. But g rasa sebagai selingan sebelum g menulis tentang pengalaman g di Singapore, g posting tulisan yang sudah lama bangat tersimpan di Draft tapi baru hari ini g selesaikan. Dan hasilnya adalah sbb:

Teman-teman mungkin melihat perbedaan di Blog g pada tahun ini. Dulu g jadikan Blog g sebagai tempat pengaduan Frustasi g karena gagal dalam urusan Cinta. Merasa tidak pernah beruntung dalam hal cinta makanya g selalu tulis hal-hal yang kelam. Namun sekarang status g udah ga Jomblo lagi :D. Sekarang Julian sudah laku. Dan banyak yang penasaran cewe macam apa sih yang mau sama Julian. Well, inilah bagaimana semuanya bermula.

Tahun lalu g dapat Project baru dan saat itu g dikenalkan dengan seorang Gadis. Dia bekerja di perusahaan rekanan kantor g dan nama dia sangat Indah (Serius namanya Indah). Stylenya lucu, tapi g ga ingat banyak soal pertemuan pertama kecuali bahwa di ruang meeting tersebut banyak sekali kue-kue enak :D.

Pada pertemuan tersebut, g sedang dalam masa Transisi. G udah lama ga berpikir untuk pacaran dan sepenuhnya menerjunkan diri dalam dunia kerja. Bisa dibilang g sangat puas dengan posisi g saat itu dan tidak terlalu perduli dengan pendapat cewe-cewe di sekitar g. Di saat yang bersamaan dengan percaya diri yang tinggi, g berusaha menebar pesona ke para wanita di sekitar g. Semua cewe tiba-tiba bilang Julian Ganjen. Hmmm well maybe yes maybe no.

Saat itu banyak cewe yang sepertinya suka dengan gaya g yang tidak perduli sambil tebar pesona. Tepat seperti perkiraan g, gaya g tersebut membuat para wanita penasaran. G selalu tersenyum lebar dan berkata pada diri g: “Gile Julian, lo tuh keren banget, lo tuh ganteng banget. Kalau lo mau semua cewe bisa lo dapetin, bahkan yang sudah punya cowo sekalipun”. G rasa percaya diri g ini ditangkap oleh para kaum hawa, mereka semua melihat g dengan beda. Seperti halnya coklat nikmat yang tinggi kalori namun tidak boleh mereka cicipi. Mereka menolaknya karena tahu bahwa coklatnya dapat membuat mereka gemuk tapi mereka terus membayangkan bisa mencicipi coklat tersebut. Yeahh, I’m your Chocolate Temptation.

Semanis Coklat

Semanis Coklat!

Tapi cewe ini nih, yang namanya Indah nih, dia justru ga seperti yang lainnya. Orang lain kalau g sapa “Hi”, mereka antara bingung mau jawab apa. Berusaha untuk kendaliin diri (karena sex appeal g yang tinggi) dan jaga image. Kalau Indah, dia tetap senyum hangat dan tidak terpengaruh gaya g. Ahhhh, dia bikin g penasaran. So, g gunakan segala jurus dalam kamus yang g tahu. Aku Godai dia (Hah, makan itu Agnes Monica), aku buat penasaran dia, aku ajak dia ketemuan dan aku batalkan (lho ko jadi pakai aku sih?) dan g tarik ulur dia. Hohohohohoho >:). Tapi semuanya tidak mempaaaaan!!!! Dia tetap bergaya acuh tak acuh. Kalau mau ketemu g ya sudah, kalau tidak mau ya sudah.

Senjata Makan Tuan ini namanya!!!

G merasakan jurus g sendiri. Dan g mulai berpikir kenapa jurus-jurus g ga ada yang mempan. Apakah mungkin dia bener-bener ga tertarik (Ini sangat amat tidak mungkin). Masa ga ada respon apa-apa sih? Dan ternyata g udah ga bisa berhenti mikirin dia dan telah suka sama dia. G mulai sering mikirin dia, curhat tentang kelakuan dia ini ke temen-temen g. Stress. Tapi g belum ada niat buat nembak dia.

Lalu akhirnya pada tanggal 25 Januari 2009, g ngajak dia ngedate ke Senayan City. G mikir apakah g mau sama dia? Saat jal200_cimg2415an g narik tangan dia, terus dia bilang “Cieee pegangan tangan”. Aiihhhh, sekarang g berada di posisi buntu. Kalau g lepas tangan dia, dikira g peduli dia bilang apa. Kalau g pegang terus, harga diri g gimana? (Dia memang jago membuat g merasa serba salah!). Terus g ajak makan dia dan nanya mau makan dimana? “Hema Dutch Family!!!” Restoran Favoritnya dia. OK, kita kesana naik Motor Supra X favorit g (Gimana ga mau favorit, orang cuman punya satu :P).

Kita milih tempat duduk di ujung dan g minta dia duduk dipojok. Di situ g mulai berpikir apa yang harus g lakukan. Tiba-tiba g merasa hangat (apakah suasana hemanya? Atau karena Indahnya?). Dan g senang banget bisa ngobrol sama dia. Heart to Heart. Dan g memutuskan g pengen sama dia. Tapi bagaimana kalau di tolak? Ouwww. Tapi g pikir, “Julian GM Alimin kamu adalah seorang Project Manager. Masa bicara sama direktur aja bisa tapi lawan ngomong ama cewe ini aja ga bisa”. Hmm, tapi gimana kalu ditolak? Ok, ok, ga usah dipikirin dulu just do it!

Julian: “Indah, apakah kamu mau jadi pacar aku?”

Indah: “Lo nembak g ya?”

Julian: “Iya.”

Indah: “Ini salah satu lelucon kamu ya?”

Well, mungkin ada bagian yang lupa g ceritain. Pada saat g sedang PDKT ama dia g sering bercanda yang aneh-aneh. Beberapa contoh:

Setelah meeting dengan klien, kita untuk pertama kalinya makan bersama di Kantin. Saat ngobrol, g menanyakan hoby dan kesukaan dia. Tentunya untuk mengetahui apakah dia cocok untuk diajak berhubungan lebih dari sekedar hubungan professional. Pas di depan tukang Nasi Padang g nanya ke dia.

Julian: “Lo udah punya pacar belum?”

Indah: “What? Pertanyaan macam apa ini? Kita baru aja kenal dan g lagi ngantri di tukang nasi padang!”

Tukang Nasi Padangnya ngelihatin g dan Taslim (staff g yang paling keren) ngelihatin g dan bilang “Boss bisa aja”. Menurut g kalau lo tertarik sama seseorang, maka sedini mungkin harus lo ungkapkan. Jika tidak, tahu-tahu lo telah menyiakan beberapa bulan atau tahun untuk mengejar sesuatu yang tidak ada hasilnya. Dan pertanyaan sudah punya pacar itu harus bisa lo tanyakan semudah menanyakan waktu sama seseorang. Tanya saja, bertingkah casual sambil melakukannya.Boss bisa ajaTaslim: “Boss Bisa aja!”

Julian: “Ya pertanyaan biasa. Tinggal dijawab, punya atau tidak (Sambil senyum atau lebih tepatnya nyengir lebar).”

Indah kayanya frustasi karena tahu g ga akan diam sebelum dia jawab dan akhirnya dia menjawab, “Belum”. Nah disini g berhasil mengambil resiko, orang lain mungkin akan menjawab “Sudah” walaupun mereka sebetulnya Jomblo namun kalau lo bertanya dengan casual dan sedini mungkin maka kemungkinan besar mereka akan jujur. Mereka belum punya alasan untuk tidak jujur atau tidak suka dengan kita. Tapi di sisi lain mungkin saja g salah :D.

Lalu setelah itu kita sering SMS-an. G SMS dia dan nulis, “Hi Beautifull, lagi mikirin g ya?”. Dan dia membalas dengan bilang, “Lo kali yang lagi  mikirin g dan bingung nyari alasan buat bisa SMS g”. Jlebbbb (suara tombak yang nembus dada g). Harga diri g berasa dipertaruhkan.

Terus tanggal 8 Agustus 2008, g SMS dia bilang. “Indah, kita nikah yuk hari ini. Jam 8 lewat 8 menit”. Dan akhirnya malam-malam kita tukar-tukaran SMSan saling becanda (Akhirnya sih dia bilang dia udah siap dan pengen banget nikah sama g :P).

Jadi mungkin saja dia merasa bahwa g tidak serius nembak dia :). Back to Hema.

Julian: “G serius dan g sudah lama memikirkannya. Mungkin saja g bukan laki-laki yang paling cocok untuk kamu atau mungkin kamu bukanlah wanita yang menjadi jodoh g, tapi yang sudah pasti jika kita tidak pernah mencoba maka kita takkan pernah tahu dan g pasti akan menyesal seumur hidup.”

Indah: “G pikir-pikir dulu ya.”

G tahu ini kebiasaan para cewe, mau memikirkan dulu. Dan di malam harinya g pasti ga akan bisa tidur. Yang jelas g pengen jawaban sekarang dan jangan panggil g Julian kalau tidak bisa membuat dia menjawab sekarang juga!

Julian: “G ga mau menunggu, tapi mungkin lo ragu-ragu. Begini deh, kita pacaran probation dulu selama tiga bulan. Lalu setelah itu kita lihat apakah cocok atau tidak, jika tidak kita anggap tak pernah terjadi tapi jika cocok maka kita akan selamanya bersama.”

Kata-kata seoarang Project Manager keluar dari mulut g. Alasan apalagi yang bisa dia gunakan untuk menghindar.

Indah: “Lo kira g project HRIS!”

Julian: “Udahlah jawab saja.”

Indah: “Ya sudah :).”

Dan begitulah kita jadian, tentunya setelah satu minggu sama g dia sudah tergila-gila sama g. Sehingga kita tidak perlu melakukan review setelah tiga bulan dan dia langsung promosi menjadi pacar permanent g. Pada saat pulang dari Hema, g pegang tangan dia dan dia bilang “Cieeee, Julian udah punya pacar nih. Pegang-pegang pacar tangannya.” G senyum :). Dan Valentine berikutnya g punya pacar. Setelah g pikir-pikir, itu adalah Valentine pertama g dimana g tidak Jomblo :).

First Picture TogetherFoto pertama kita sebagai pasangan

End of the Trilogy – March 2010 London Trip Part 3

IMG00330-20100314-1244 Inilah bagian terakhir dari 3-part cerita London Experience g. So please enjoy dan g bisa janjiin bahwa ini adalah bagian paling kocak dan naas dari pengalaman g. Ceritanya dimulai dari keinganan g ingin beli sepatu sampai bagaimana akhirnya g bisa sampai di Singapore.

BELANJA DI LONDON

G datang ke London dengan satu niat mulia, beli sepatu bola. Bayangin gaya g datang ke lapangan Futsal mengenakkan sepatu baru yang g beli di London, ihh bangganya. Kemungkinan cuman ada 2:

  1. G bermain begitu memukau sampai-sampai semua orang terpana, atau
  2. G begitu bangga sampai-sampai g habisin waktu nyengir sendiri kaya orang gila dan ga mau nyentuh bola karena takut sepatu g kotor, ehh tapi mungkin ada kemungkinan ketiga
  3. Semua orang berbalap-balapan pengen kenalan (nginjek) sepatu baru g sehingga g sibuk kabur dari mereka

IMG00360-20100317-1731

Adidas Predator, I Want You !

Lalu g lakukan hal yg pertama terpikirkan oleh g, g foto-foto baju-baju, sepatu-sepatu yang sale dan jersey bola lalu g publish di facebook dengan niat mumpung di london dan siapa tahu ada yang mau nitip (dan siapa tahu ada yang ngasih uang lebih dan bilang anggap aja ongkos kirim jul). Dan ternyata orderan banyak banget! Ok, ada sekitar 5 sepatu bola, 6 jersey bola, 8 kaos london dan beberapa cindera mata.
Nah pas g ke toko bola dan mau beli ternyata ukurannya banyak yg dah habis (maybe karena sale?) dan ternyata buanyak banget yang tulisannya (jangan kaget) made in indonesia. Whaattt!!?!?!? Masa jauh-jauh ke UK buat beli barang buatan indonesia. Ga sepatu, baju bola dan celana bola. G langsung mikir kalau pasti pada protes karena tulisannya Made in Indonesia. Akhirnya g batalin beli aja semuanya. Padahal dah survey, bandingin harga, dsb. Di sisi lain g bangga sih buatan Indonesia bisa laku di UK :D. Dan ternyata di kemudia hari dan melakukan perbandingan harga di Jakarta dan Vietnam g temukan bahwa memang buatan Indonesia yang terbaik dan harganya di Indonesia dan Vietnam justru lebih mahal dari UK :( :( :( . Tahu gitu g lebih berusaha untuk beli deh.

IMG00370-20100318-1906 Banggalah sama produk Indonesia

London to Singapore – BAGIAN NAASnya

So, pasti pada bertanya kenapa menurut g di London ada kejadian yang amat sangat naas. Seperti kalian tahu di post g sebelumnya, erlina sakit di London. Well, hal seperti ini bisa saja terjadi. Dulu waktu tugas di Bandung g pernah sakit dan ada Indra yang temenin g periksa ke RS terdekat (ga ada dokter rumahan saat itu). Untungnya hari kamisnya hari libur, tapi karena Indra pulang duluan ke Jakarta g jadi sendirian di Mess dan tidak bisa berbuat apa-apa… Dan g juga ingat waktu tugas di Surabaya g sakit saat proses implementasi. Akhirnya minta ketemu dokter perusahaan klien g. Dikasih obat dan g mengumpulkan tenaga agar bisa pulang naik pesawat. Walau keringat dingin bercucuran. Pas pulang g kena Tipes (kata dokter) dan pas periksa lagi ternyata kena Hepatitis dan dirawat deh. Makanya jadi pelajaran kalau tugas harus makan teratur, makan yang terjamin/bersih, cukup tidur dan jaga kesehatan.

07232009 Kalau ga lo berakhir di Rumah Sakit…

Nah waktu hari Kamis karena wajahnya pucat g suruh balik ke kamar hotel dan kerja setengah hari. Hari Jum’at dia ga masuk dan di hotel seharian. G pun bekerja sendiri sampai magrib. Udahannya g sama Erlina makan dulu di luar dan berangkat ke Bandara naik Kereta. Soalnya kita udah beli tiket kereta Heathrow Express yang PP. Kan sayang kalau ga dipakai. Pas naik Heathrow Express ternyata harus nunggu dulu sekitar 25 menit baru keretanya jalan. G bilang sama Erlin, “Nanti begitu sampai kayanya kita harus lari deh.”. Begitu sampai di Bandara kita berlari-lari sampai ke terminal C tempat Emirates. Menuju meja check-in tapi ko lampunya redup dan ada suara jangkrik?!? Ada orang Emirates lewat, pas ditanya Check-In dimana? Dia jawab, you’re late…… AAAAAHHHHhhhhhhhhhhhh!!!! Pesawat Take off jam 22:00 dan g sampai jam 21:20. Pikiran g langsung macam-macam. Jangan-jangan g harus beli tiket lagi seharga 950 USD per orang. Mana ada uang. Atau g harus bayar sekitar 10-20% persennya?

G menuju counter Emirates dan dia bilang You’re Late. Dalam hati menjawab, iya g tahu. Ga usah dibilangin juga g udah sadar. Sekarang harus gimana. Dengan wajah ramah g bertanya apakah dia bisa bantu g untuk naik ke pesawat itu. Dia bilang andai kita kasih check-in, kamu masih harus lewat imigrasi, dan menuju ke pesawatnya. Hmmm tidak bisa, kata dia. Well, menurut g sih bisa tapi g udah ga bisa berbuat apa-apa lagi. Udah mulai panik, tapi sebagai seorang Senior Project Manager g harus tetap tenang dan fokus (walau sebetulnya sebagai Senior Project Manager seharusnya g ga telat ya…). G tanya lagi bisa bantu kami? Dan dia ngasih g alternatif untuk pindah ke penerbangan hari berikutnya di jam yang sama, tanpa biaya tambahan :). Tapi g kan harus sudah sampai di Singapore kan hari Minggunya. Ya setidaknya ga ada tambah biaya, senangnya ga usah bayar lagi, tapi tetap tinggal dimana? Dia suruh coba lihat hotel di bagian arrival. Ya sudah deh kita menuju kesana.

Pas sampai disana dan memeriksa harga ternyata tinggal di Sheraton GBP 350. Gleebbbb, dengar jumlah uang segitu g hampir pingsan di tempat. Ada pilihan lain ga? Dia nanyain Price Range g, g jawab dibawah GBP 100. Dia nawarin di Comfort Hotel yang di kawasan bandara seharga GBP 80, kalau mau yang lebih murah mesti nyari di pinggiran London katanya. Waktu sudah menunjuk pukul 23:20. Ga usah deh bang (pakai bahasa inggris tentunya). G milih untuk tiduran di ruang tunggu, i can do it. Dan g tanya ke Erlina, kalau tidur disini kuat ga? Dia jawab, tenang saja. Tapi pas lihat wajah erlina yang masih sakit g ga tega… Ya sudah lah g pesan Hotel tersebut. Dan malam-malam menuju kamar hotel. Tempatnya lumayan, tapi cuman buat numpang tidur kan. Sampai di kamar langsung rebahan, gila cape banget kerja, ngejar pesawat, ketinggalan, mana harus sudah di Singapore hari Minggunya, terus Senin kerja lagi, dan tadinya niat pulang dulu buat ambil baju apakah sekarang harus langsung ke Singapore tanpa baju ganti? Begitu banyak pertanyaan, akhirnya ketiduran sendiri.

Hari besoknya, g dan Erlina pergi Breakfast dulu. Ini ga include di harga yang GBP 80, tapi setidaknya ini Full English Breakfast :D. Langsung pesan Sunny Side Up Eggs :D. Dan makan pilih yang hangat-hangat deh. Si Erlina juga udah sehatan wajahnya, mungkin karena obat dari dokter dan karena udah tidur. Setelah makan tiduran sebentar dan check out jam 11:35. Kalau lewat jam 12:00 harus bayar lagi soalnya…

IMG00403-20100320-1158Ssssttt, jangan bilang-bilang. Hari itu g ga mandi :)

Jadi jam 12:00 kita naik shuttle bus ke bandara (bayar 4 pounds per orang). Di bandara pas ketemu orang emiratesnya dia sebutin kalau ada penerbangan ke dubai jam 15:30. Dan connecting ke Jakarta sampai di Jakarta pukul 15:45. MAUUUUUU. Sebentar saya check dulu, g senyam-senyum :). Orangnya balik dan bilang, ternyata ga bisa. Ke Dubainya sih ada, tapi yang ke Jakartanya Fully Booked. Kalau kamu mau bisa coba ke Dubai tapi kalau ga ada yang ke Jakarta kamu harus menginap di Dubai. No Way menurut g, keluar uang buat penginapan lagi dong! Ya sudah langsung check in (biar ga telat lagi), lewatin imigrasi dan orangnya bilang, “You’ve got plenty of time to kill”. G jawab, “Yeahhh” sambil senyum. Mau gimana? Kita di bandara 12:45 dan filght 22:00. Jadilah kita bengong di ruang tunggu sampai malam. G lihat-lihat laptop, iPod Touch murah, dsb. Tangan g gatel buat ambil CC dari dompet dan beli :P.

IMG00412-20100320-2141 Suasana naik Pesawat

Akhirnya naik pesawat juga, dan dalam benak g hanya satu yang terpikir: “Lo belum punya tiket ke Singapore!!!”. Setelah penerbangan yang amat sangat melelahkan g sampai di Jakarta. Tadinya mau menjerit, “AKHIRNYA!” sambil cium-cium tanah tapi kan malu-maluin. Tapi kita malah ke tempat pengambilan bagasi. Bagasinya Erlina sampai duluan dan dia pamit langsung. Ok, g bilang. Take care. G nunggu bagasi dan mau siap-siap langsung beli tiket ke Singapore diatas terus tidur di bandara dan menuju ke Singapore. Terus ada koper lewat, mirip banget sama punya g tapi ga punya roda… Ternyata memang koper g, dan roba bawahnya hilang. Ahhhh naas deh. Koper g rusak :’(. G menuju ke Customer Carenya Emirates dan minta dibantu. Ada prosedurnya, kopernya diambil terus diperiksa. Kalau ada sparepart ya dibenerin, kalau ga ya diganti yang baru. OK, g bilang dan mau buka koper. Ternyata gembok numeriknyanya rusak juga :(. Ya sudah dia mau ambil ke rumah g buat diproses tuh koper.

IMG00420-20100321-2230Foto Koper tanpa roda, tidak digambarkan wajah histeris g

G menuju keatas dengan koper yang terpaksa g tenteng, wuih ada syuting. G lihat di Ronal dari Extravaganza dan orang yang jadi si Lintang Dewasa di Laskar Pelangi. Bodoh ahh, udah harus cabut nyari tiket. Pas diatas ketemu Aline yang model sama pacarnya yang rada-rada bule. Biasalah, kiss-kiss bye dan acara sedih-sedih ditinggal. Maybe baru pertama kali ditinggal kali :-?. Pas diatas nyari tiket counternya tutup semua, ahhhh!!!!!! Ya sudah g pulang saja lah, nyari tiket online, sekalian mandi dan ambil baju ganti. G sampai di rumah, nyari tiket online, tidur jam 3:30 (masih Jet Lag) dan bangun jam 4. Langsung mandi dan naik taksi ke Bandara. (Gila ya schedule g).

Sampai di bandara bandingan harga antara SQ, Air Asia, Lion Air dan Garuda. Ternyata paling pagi Garuda (jam 06:00) dan harganya cukup murah. Naik itu aja, tapi g ga tahu pulang kapan. Apakah g ke Jakarta dulu atau harus ke Vietnam langsung. Jadi belinya One way Ticket saja. G ke Singapore naik Garuda, pas duduk langsung ketiduran. Terus 1/2 jam kemudian dibangunin pramugarinya. Mas, mau makan ga. Hmmmppffff. Ok lah, g makan omletnya garuda. Paksain makan, nanti sakit lagi. Terus tidur lagi 1/2 jam. Sampai di Singapore Terminal 1, g langsung menuju kereta ke Terminal 2. Dari sana naik kereta ke Orchard. Tapi sebelumnya teleponan sama klien bilang g telat dan datang habis makan siang. Ok katanya. Di Orchard g nyari-nyari Hotel Quincy dengan jalan kaki. Akhirnya sampai juga. Disana g lihat hotelnya lumayan keren dan unik. G masuk kamar diantar oleh reseptionisnya. Dia sebutin fasilitas-failitasnya yang cukup mengesenkan tapi g benar-benar kaget pas dia bilang mini barnya complementary semua. Aihhhh, berhubung g lapar g lihat Pop Mie sama kripik Lays. Makan siang itu deh sambil check email dan langsung menuju klien di Singapore. Dan cerita London g berakhir dengar g sampai di Singapore. Dan nanti g akan buat  cerita tentang apa yang g lakukan di Singapore. Walau pada saat g publish tulisan ini, g sedang berada di Vietnam. Hehehehe. Naik pesawat melulu jadi berasa kaya George Clooney di Up in the Air (walau g belum sempat nonton filmnya).

IMG00435-20100323-1208Dan g melakukan segala hal diatas sambil mengenakkan Jas

Julian GM Alimin – Out

Category: My Trips  Tags: , ,  2 Comments
March 2010 London Trip – Part 2

Seperti yang g beritahu dalam Post g sebelumnya, g berada di London selama seminggu untuk Implementasi Sunfish dan bertemu dengan user dari Aberdeen (Scotland), Norway, Pakistan dan London. Dan ini bagian 2 dari pengalaman g.

Jalan-jalan di hari minggu

So, pada hari minggu g coba jalan-jalan kembali di kota London. Dan g bingung mau jalan kemana karena sepengetahuan g semua tempat wisata yang notabena Gratis sudah g kunjungin tahun lalu. OK, g tahu g kedengaran murahan banget (g dah bisa dengar orang-orang menjerit IYAAA pas baca kalimat ini) tapi di sisi lain pondsterling muahal banget. Rp. 15.000 = 1 Poundsterling. Dan kalau lo bayangin bahwa naik London

Eye harganya sekitar 18 Pounds maka menjadi sekitar Rp. 270.000,-. Kemarin malam pun saat makan malam, Erlina pesan Chicken Noodle Soup alias Mie ayam dan harganya sekitar 8 ponds = Rp. 120.000,-. Di Jakarta g bisa dapat 20 Mie Ayam dengan harga yang sama :|.

So, yang g lakukan adalah jalan dari Hotel Tophams lurus ke arah Buckingham Palace menuju ke (lagi-lagi) Big Ben dan London Eye. Dari sana ke toko Cindramata, lihat theater iMax (lihat theaternya bukan nonton didalam :P). Dari situ niatnya mau ke London Bridge dan g nyari Bis yang bisa bawa kita kesana tapi entah kenapa 2 stasiun bis yang g kunjungin tulisannya “Bus not Operating” :(. Terus pas di yang ke-3 bisnya ga kunjung datang-datang akhirnya kita sudahi saja jalan-jalannya. Sayang sih udah jauh-jauh kesini ga kemana-mana tapi kenyatannya kalau lo ga punya uang kemana-manapun ga enak. Di sisilain g rasa banyak orang yg tidak sependapat sama g, dan g semestinya research situs-situs buat tempat jalan gratis. Karena kecapaian pada hari tersebut akhirnya kita pulangnya jam 5 dan g sama erlina janjian untuk teleponan jam 7 untuk makan keluar.

Tapi g ketiduran sampai pagi……

Pertimbangkan perbedaan waktu antara Indonesia dan Inggris.

INGGRIS = GMT

INDONESIA = GMT +7

Ya wajar dong kalau sore gitu udah ngantuk karena jam 5 sore di UK adalah jam 12 malam di Indonesia.

Suasana kerja di London

Kalau suasana kerja di London itu hangat. Masyarakat sini benar-benar memperlihatkan keramah tamahan London, dan g senang cara mereka kalau mendengar cerita kita. Selalu saja ada kata-kata “Perfect”, “Wonderfull”, “Delightly”, dsb. G ga biasa dengar orang bicara seperti itu karena di Jakarta sedikit sekali basa basi, atau mungkin di IT sedikit basa basinya? Pada hari senin g sampai di kantor klien g pukul GMT 08:00, dan tidak ada orang. G disuruh tunggu sama receptionist padahal g kira orang London tepat waktu. Mungkin karena hari senin.

Yang unik adalah setiap makan siang itu kita makan sandwich-sandwich. Kalau di Jakarta g makan nasi Padang atau apapun tapi harus ada nasinya. Nah disini dikasih sandwich-sandwich kecil dan buah-buahan, erlina kayanya susah biasain diri. G di sisilain tetap ngunyah aja :D.

IMG00358-20100317-1226Makan siang… mana kenyang!?

G pernah ingat dapat email tentang perbedaan orang barat dan orang timur, dimana orang barat biasanya makan-makanan dingin di pagi dan siang baru makanan hangat di malam hari sedangkan orang timur dari pagi sampai malam makanan hangat. 

Terus kalau jalan-jalan di kota London rasanya kaya hidup di katalog baju, semua orang baik cewe maupun cowo make boot-boot keren, baju keren, celana keren, mantel keren. Belum lagi wajah dan gaya rambut, g mikir gimana Jepang ya (semoga suatu saat g bisa liburan kesana). Bawaannya tuh g minder dan pengen beli baju, padahal di Indo g tuh cuek-cuek aja.

Sepak Bola

Suasana sepak bola tidak terlalu terasa di London, g kira semua orang bakalan ngerti bola dan semua orang fanatik kenyataannya ga begitu. Ada olah raga cricket dan rugby yang juga digemarin sama orang. Sayangnya saat berada di sana erlina sakit, akhirnya kita pergi ke dokter perusahaan miliknya klien g. Dan pas disana g heran ko banyak foto-foto orang terkenal pas g perhatiin dari dekat ada tanda tangan semua.

Saat dia lagi meriksa erlina g lihat di lemari dia ada foto yang kynya g kenal. Pas g mendekat ternyata foto si dokter bareng Angellina Jolie dan ada satu lagi bareng Keira Knightley. G terpana. Si dokter senyum bilang mereka sering kemari (mulut g mangap). Lalu dia nanya kamu suka Chelsea? What? dia bercana kali? Dia bilang kemarin dia nonton Chelsea vs Inter dan duduk di box, dia dapat kelebihan karena dia dokter keluarga-keluarga pemainnnya. Dan dia ngasih lihat foto anaknya pas pertandingan kemarin bareng Diego Maradona. Ga bisa dipercaya. G mungkin pingsan kali kalau kejadian.

Kita chit chat sedikit tentang bola, tapi g pikir kasihan erlina kan dianya lagi sakit. Pas mau balik dia bilang, “hey, lain kali kalau ke sini lagi hubungin g. Nanti g bisa atur tiket Chelsea buat lo”. OMG. Udahannya g senang banget, tapi g pikir aturan g tanya ya, “bukannya mahal ya dok?”. Takutnya g hubungin terus dia ngasih harga, jiaaahhhhhhhh.

100_2748 Foto lama g di Stamford Bridge

 

Chelsea vs Inter

Pas g disana kebetulan lagi ada pertandingan Liga Champions Chelsea vs Intermilan. Bayangin Josa Mourinho – The Special One balik ke Stamford Bridge sebagai manajer Inter dan akan melawan mantan team asuhannya. Aihh, g langsung nyari tiket dan ternyata harga satu tiket sekitar 7 juta rupiah. Itu juga duduk di ujung stadion. Terus g pikir mau ke stadionnya sama erlina, kan biasanya ada screen raksasa buat nonton. Pas nanyan teman yg kerja disana bilang, JANGAN. Mereka itu kalau kalah bisa violent. Mending lo nonton di Hotel kamu aja, atau ke Pub. Well, pas g ke hotel ternyata ga ada Sky Sports 2 (grrrrrrr) dan mau ke Pub si Erlina ga brani. Akhirnya g nyari di Inet apakah bisa nonton yang langsung dan gratis. Ga ada yang bisa, akhirnya cuman dengar Live Komentator dari inet. Mending di Indonesia nonton di RCTI (huaaaaaaa).

Tapi g bilang ke semua orang kalau g nonton di Stamford Bridge, so bakalan ketahuan siapa yang baca Blog g dan siapa ga :P.

Andai g bisa nonton di Stamford bareng si Dokter itu…

 

Sekian dulu deh untuk Part II nya. Sampai ketemu di Part berikutnya sebagai penutup dan pengalaman pulang. Dan percayalah, itu adalah pengalaman yang paling tidak terlupakan.

Category: My Trips  Tags: ,  5 Comments
March 2010 London Trip – Part 1

Tahun ini dapat tugas untuk Implementasi ke London lagi. Untuk Implementasi klien Premier Oil plc lagi, saat ini g akan lakukan training dan implementasi 3 Unitnya yaitu London, Abeerdeen, Pakistan dan Norway. So Excited. Tapi cukup tentang kerjaan. Kali ini g pergi bersama rekan g Erlinayani.

Kembali untuk menghindari Jet Lag, g pilih untuk berangkat Jum’at malam. Tepatnya dapat Flight jam 00:15 naik Emirates, jadi 00:15 tanggal 13 Maret 2010. Itu jadinya Sabtu Pagi atau Malam Jum’at, ada pasangan di pengantrian Check In ingin ambil penerbangan yang tanggal 12 Maret 2010 pukul 00:15, pas dibilangin kalau anda telat sehari dia ngamuk-ngamuk. Dan dia harus bayar lagi sekitar $125 per kepala untuk cari penerbangan Stand By (dia bertiga, suami, istri dan anaknya), g rasa mereka menginap di bandara nungguin pesawat berikutnya… Kasian.

Pengalaman Emirates

G suka naik Emirates, selain g adalah anggota Skywards dari mereka yang berarti g akan dapat poin kalau naik mereka, selain itu pelayannannya juga enak. Kalau naik emirates kita harus berhenti di Dubai (sama halnya kalau naik SQ/Singapore Airlines kita harus stop di Singapore kalau mau kemana-mana), dan makannannya enak banget.

IMG00281-20100313-0935 IMG00276-20100313-0632 IMG00279-20100313-0530

Walau kelihatannya dikit tapi kenyangin banget. Karena ada roti-rotinya juga sih kayanya. Dan satu penerbangan dapat dua kali makan, jadinya 4 kali deh. Untuk Fasilitasnya juga OK, selain ada Multimedia Access yang mereka beri sebutan ICE (singkatan dari Information, Communication dan Entertainment) mereka punya colokan USB dan Listrik. Sayangnya waktu tahun lalu, di pilihan Games Entertainment ada game-game Supernintendo yang sekarang sudah tidak ada. Mungkin kerjasamanya udah dihentikan. Selain itu kita bisa kirim email, tulis SMS, dan telepon keluar. Tapi kita harus gesek kartu kredit kita dahulu, dan itu bukan pilihan buat g :P.

  IMG00278-20100313-0744 IMG00277-20100313-0744

Tapi kalau naik Ethika Airlines katanya ada colokan UTP buat unlimited Internet. Hmmm, jadinya g bisa tetap terkoneksi dan berhubungan dengan orag-orang tercinta. Tapi harganya beda $300 serta penerbangannya ga ada yang malam.

Overall, naik Emirate asyik.

Sampai di London

Untungnya sudah pernah ke London jadi ga cupu-cupu banget, pertama harus lewatin Imigrasi dan ambil Bagasi, tapi tak lupa foto-foto dahulu :P. IMG_6230IMG00287-20100313-1305

Tapi ada masalah, Erlina jarinya ga bisa di baca lewat mesin Fingerprint. Saran mereka, ganti jari saja (just kidding). Lalu langsung menuju ke Heathrow Express dan beli tiket buat ke Paddington. Sampai-sampai lupa untuk ambil brosur perjalanan. Sekarang ga pegang peta deh. Untung bisa GPS dan udah pernah kesini. But Trouble, dua jalur kereta Circle line dan District line menuju Victoria Station tutup. Untungnya banyak alternatif, baik itu Bus maupun Tube (sebutan untuk Kereta Bawah Tanah). Setelah membeli Oyster Card yang all access 1 minggu langsung coba ke Victoria deh. Gambar Peta Tubenya ada dibawah ini.

Pas sudah sampai di Victoria, g bingung jalan ke Hotelnya gimana :D. Namanya Hotelnya “Tophams Hotel Belgravia”, hotelnya lebih kecil dari yang biasa g tempatin. Tapi kamar mandinya keren. Mungkin nanti g bikin postingan khusus mengcover Hotelnya.

Setelah itu kita makan, kira-kira makan apa kita? Sushi? Pub Food? Salah, kita makan KFC di Victoria.

IMG00290-20100313-1625 IMG00289-20100313-1625

Berdua udah 10 GBP tuh. Jadi sekitar 150 ribu. Gile, kalau ga habis rugi banget… Udah gitu beli Air yang 2,5L seharga 2 GBP / 30ribu. Astaga.

Setelah itu kita jalan-jalan ke arah Big Ben dan London Eye, ambil-ambil foto dan langsung pulang karena kecapaian.

IMG_6270 Sekian dulu deh buat Day 1 nya, udah cape. Nanti akan ditulis lagi pengalamannya.

Category: My Trips  Tags: ,  Leave a Comment