Menangislah di Pundakku

Sekali lagi g habisin waktu di Wartel gw seorang diri. BT bener. Gila, g benci ama cinta. Setiap hari g berdiri di depan wartel nengok ke kanan, nengok ke kiri. Ga brani ninggalin tempat, bahkan untuk ke kamar mandi. Siapa tahu dia lewat depan wartel dan g ga lihat dia hari ini. G butuh ngelihat dia minimal satu kali setiap hari! Jika tidak, g ga akan bisa tidur pada hari itu.

Dia datang Blushing. Aduuuh g senang bangeeet. Tapi dia ko ga nyapa g ya? Udahlah yang penting g bisa lihat dia hari ini. Pada saat mata g tertuju pada monitor Wartel, g lihat dia telepon mantan pacarnya. Dada g terbakar. Biarkanlah. Dia kan tahu g sayang ama dia, tapi kenapa dia telepon mantannya? Di Wartel g pula? Apa dia benar-benar ga bisa hargain g sama sekali?

 

Setelah 5 menit berlalu, dia menutup telepon. Dan suara yang menyayat hati terdengar dari Kotak Wartel. Ada apakah? Dia menangis. G masuk ke dalam kamar Wartelnya.

Julian : Ada apa Asti?

Tapi dia tetap menangis. Aduhh, g mesti gmn? Dia diapain ama si Erik?

Julian : Sini. Ayo berdiri.

Dia berdiri. G peluk dia.

Julian : Ada apa? Udah kuat cerita belum?

Dia tetap membisu.

Julian : Katanya, kalau lo ada masalah lo suka gigit ibu lo, waktu lo masih kecil. Sini gigit pundakk g.

Dia mengigit pundak g. Rasanya sakit, tapi g tidak perduli. G ingin ikut merasakan rasa sakit yang dia rasakan. G ingin mengambil rasa sakit yang dia rasakan. Biar g aja yg rasakan, dan dia bisa tersenyum lagi.

Setelah beberapa menit dia sepertinya udah tenang.

Julian : Ada apa say?

Asti : Si . . . Si Erik. Dia marah-marah tadi.

Julian : Kenapa?

Asti : G kan telepon dia . . . Cuman mau tahu kabar dia. Mau tahu dia gmn. Dia malah marah-marah. Bilang gara-gara g hidupnya hancur. Dia mau bunuh diri.

Julian : Ko lo dulu mau sih ama cowo kaya gitu. Kaya anak kecil aja (g katakan sambil tersenyum). Udahlah, itu bukan masalah lo lagi kan.

Asti : Tapi dia mau bunuh diri… Gara-gara g.

Julian : Itu hanya usaha diabiar bisa balikan ama lo. Asti, kalau dia bunuh diri beneran, itu karena dia cowo bodoh tanpa pendirian. Dia berusaha membuat lo kembali padanya, dengan cara memaksa lo peduli lagi kepadanya.

Asti : . . .

Julian : Lo pasti haus kan? G lari ke warung sebentar buat beliin lo minum. Lo mau minum apa?

Asti : Air putih aja.

Julian : Ya udah, g beliin aqua botol deh.

G berlari secepat angin, untuk membelikan dia sebotol air aqua. Pas g kembali, sepertinya dia udah tidak sedih lagi.

Asti : Makasih ya aquanya. G langsung jalan pulang ya.

Julian : OK, istirahat ya. Ga usah pikirin erik lagi.

G berdiri di depan wartel, sambil melihat dia jalan pulang. G ga bisa alihkan mata g dari dia. Dia cantik banget, I Love Her.

Namun hati g mulai gundah. Dia tahu g sayang sama dia, tapi kenapa dia datang ke Wartel tanpa nyapa g. Dan malah telepon mantan pacarnya? Apakah dia benar-benar tidak menghormati g sama sekali? Sebetulnya apakah dia juga merasakan hal yang g rasakan?

5 tahun sudah berlalu. Kini g rasa g ga pernah dianggap pacar sama dia. Hanya teman untuk singgah

Saat dia bermasalah dengan pacar-pacarnya. G adalah teman curhat dia, g teman ngobrol dia, g teman yang memberikan pundak untuk bersandar, dan pundak untuk menangis.

Mungkin dia sendiri tidak tahu apa artinya cinta. Tapi g ga pernah menyesal memberikan pundak g, sebagai tempat dia menangis, dan akan g lakukan lagi bila memang diperlukan.

6 thoughts on “Menangislah di Pundakku

  1. Waduh Sedih Betul Jul Cerita lo
    Wah Pasti Si Asti yg lo maksud Adalah Pulung Prasasti, ia Kan?
    udah lah Jul 5 tahun da berlalu
    terkadang kenangan manis itu datang walau sudah di telan waktu
    biarlah itu jd pengalaman hidup lo
    Lo harus melihat masa depan lo jul
    Di Depan Pintu 2008 akan segera hadir 2009
    Lo harus buka mata lo jul
    lihatlah 2009 itu dengan Cinta yg akan segera lo dapatkan
    ini sudah waktunya buat lo
    lo pasti bisa
    pake kenangan masa lalu lo utk Cermin… n batu Loncatanlo menghadapi Cinta 2009 ok
    Temuilah Wanita Pujaan lo….
    maju terus Temanku maju terus sahabatku maju terus saudaraku
    Hidup FITH

  2. Penjaga Wartel: “mas, maaf…mba yang tadi belum bayar…”
    (sambil nyolek2 ke Jullian)

    Julian menatap bingung but stay cool (as usual), uangnya udah abis buat beliin Aqua untuk cw tadi…

    wakakakaka…

  3. PINJAMKAN PUNDAKMU BUAT SAHABATKU…

    Hari ini capek banget..tapi bahagia…
    seperti yang ka’ Jul rasain saat meminjamkan pundak untuk orang yang dikasihi…

    Tadi gw pinjamkan pundak gw buat sahabat gw yang nyokapnya dirawat dirumah sakit.. Nyokapnya, satu2 nya keluarga dan sendi kehidupannya yang masi tersisa.
    meski harus jauh2 gw ke sana, tapi..gw bahagia,, itu tak seberapa dibandingkan beban hati yang ditanggung sobat gw…

    Semoga besok ada lebih banyak lagi orang membutuhkan sandaran di pundak gw.. meski sejenak, meski mungkin tak begitu berarti dalam merubah jalan hidupnya…tapi itu merupakan sebuah kenikmatan batin yang tak terlukis kata2…

    Buat sahabatku .. semoga kau jadi wanita yang hebat dan sabar
    Allah selalu ada untukmu… luv u..

    regards,
    niek

  4. man thats worst !! lo pantas mengenang dudez tapi sekarang lo harus menganggap dia tidak ada walaupun hati lo berat kalau ga lo bakalan tersiksa terus jul, lo harus memperjuangkan hati lo untuk tidak tersiksa !!

Leave a Reply