Archive for » December 18th, 2008«

Menangislah di Pundakku

Sekali lagi g habisin waktu di Wartel gw seorang diri. BT bener. Gila, g benci ama cinta. Setiap hari g berdiri di depan wartel nengok ke kanan, nengok ke kiri. Ga brani ninggalin tempat, bahkan untuk ke kamar mandi. Siapa tahu dia lewat depan wartel dan g ga lihat dia hari ini. G butuh ngelihat dia minimal satu kali setiap hari! Jika tidak, g ga akan bisa tidur pada hari itu.

Dia datang Blushing. Aduuuh g senang bangeeet. Tapi dia ko ga nyapa g ya? Udahlah yang penting g bisa lihat dia hari ini. Pada saat mata g tertuju pada monitor Wartel, g lihat dia telepon mantan pacarnya. Dada g terbakar. Biarkanlah. Dia kan tahu g sayang ama dia, tapi kenapa dia telepon mantannya? Di Wartel g pula? Apa dia benar-benar ga bisa hargain g sama sekali?

more…