I would hate to Loose U, but i would hate myself to keep u for myself

Dear Pengunjung,

Dalam hidup pasti ada yang namanya perpisahan. ada perjumpaan ada perpisahan, itu sudah takdir dan tidak dapat dicegah. Yang ingin g bahas dalam Postingan g kali ini adalah kehilangan rekan kerja dalam satu perusahaan.

Dulu waktu g baru mulai masuk ke dunia kerja, setiap kali ada teman yang resign g benar-benar merasa terpukul. Apalagi kalau yang keluar adalah orang yang sangat dekat dengan g. Ada yang g anggap Kaka, ada yang g anggap mentor, bahkan g nemuin sahabat karib.

Cara orang berhenti itu bisa bermacam-macam, ada yang berhenti karena punya masalah romansa sehingga merasa tidak lagi dapat kerja karena pihak yang lain mempengaruhi teman-temannya, ada yang karena ingin mencari kesempatan yang lebih, ada yang dikeluarkan karena ada kasus, dan ada yang kontraknya tidak diperpanjang. Bermacam-macam, dan bila Turn Over di suatu perusahaan itu tinggi, tiba-tiba saat perekrutan anak baru dimulai, lo sadar ga ada yang lo kenal. Lo merasa begitu kesepian.

Dulu g selalu mencegah orang untuk Resign, g kasih mereka alasan kenapa mereka harus bertahan dsb. Namun dengan bertambahnya usia, wawasan, dan pangkat yang lebih tinggi (percayalah pangkat mengubah cara lo mandang dunia). G mulai sadar kalau masing-masing orang itu ada jalannya sendiri. Lo ga bisa paksakan orang untuk ikutin jalur lo, karena rejeki dia, hoki dia belum tentu ada di jalur lo.

Misalnya g di perusahaan A dapat dalam waktu 1,5 tahun menjadi orang yang dipercaya, tapi di perusahaan B belum tentu dalam 5 tahun ada yang mandang kemampuan g. Dan misalnya perusahaan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak lo, itu bukan berarti lo ga bagus. Tapi artinya, lo bagus namun tidak berada di posisi yang sesuai dengan kompetensi lo.  (Iya g sadar, g mulai berbicara seperti pakar HR)

Bukankah lebih baik bagi lo, kalau lo berada di posisi yang pas dengan kompetensi lo? Apakah lo lebih milih bertahan di perusahaan A, dimana gaji lo cuman dinaikkan 200rb + Inflasi per tahun karena lo dianggap kurang menghasilkan bagi perusahaan, atau lebih baik lo keluar dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan lo. Ini ada cerita, Mr. K. Dia itu menjadi Programmer, namun ga cocok. Akhirnya dia hanya diberi pekerjaan yang ringan-ringan aja, alhasil salary increment dia berdasarkan produktifitas yang ringan-ringan itu. Pas dia memutuskan untuk keluar, beberapa tahun kemudian dia udah jadi Marketing Manager di perusahaan yang cukup bagus.

Nah, masalah teori keluar mungkin hal yang baik, ya itu tetap saja hanya teori. Pada kenyataannya saat udah tiba saatnya lo mesti melihat teman lo pergi, kata-kata terakhir diucapkan, senyum terakhir dilepaskan, lelucon terakhir dikatakan, dan air matapun dikucurkan.

7 thoughts on “I would hate to Loose U, but i would hate myself to keep u for myself

  1. Assalamu’alaikum.
    Kata2 yg bagus Jul….Jadi Semangat banget.
    pas di “Pada kenyataannya saat udah tiba saatnya lo mesti melihat teman lo pergi, kata-kata terakhir diucapkan, senyum terakhir dilepaskan, lelucon terakhir dikatakan, dan air matapun dikucurkan.”
    Gw kurang setuju, soalnya ini bukan ending Jul…kan bisa ketemu di luar kantor. Kaya yg biasa lo lakuin ama tmn2 lo yg pernah sekantor ama lo. Apalagi ampe ngelurain aer mata…duh No Tears deh…karena pada Akhirnya yang ada hanya Kegembiraan dan Semangat!!!! Ayo Jul,,,Semangat yah…’n tebarin Semangat itu ke org2 di sekitar lo…okay! ^_^ -Wassalam-

  2. @HGA & WD: Bener untuk Friendship ga ada habisnya dan kapanpun bisa ketemu kembali, tapi kalau teman yang biasanya diajak solat bareng, makan barang, tiba-tiba digantikan dengan bangku kosong atau bangku kosong tersebut ditempati orang lain, kita tetap akan mereasa sedih.

  3. Kadang memang ada yang berpikir. ‘kesedihan itu ga’ perlu..,,
    kesedihan itu hanya sebuah bentuk sifat “cengeng” semata…’
    Tapi bagi gw… kesedihan gw, luapan airmata hangat gw saat ditinggalkan orang2 yang gw sayang adalah suatu bentuk ungkapan cinta yang mendalam…

    Dan.. kehangatan airmata itu akan perlahan menghembuskan semangat hidup yang lebih kuat, serta melukiskan persahabatan sejati yang begitu indah dalam hidup gw…

    So, kadang kita perlu mengungkapkan kesedihan kita dengan luapan airmata sejenak.. tapi jangan menjadikan kesedihan itu sebagai suatu bentuk frustasi, kelemahan, atau keterpurukan jiwa…
    Karna gw juga sering nangis.. tapi jiwa gw ga’ serapuh itu.. (hehe..)

    Kalo gw,, udah menanamkan ‘hukum Archimedes'(tentang benda di air) dalam diri gw…
    “semakin gw mendapat tekanan yang kuat,maka gw akan memberikan tekanan (usaha & semangat) yang sama untuk mengatasi tekanan itu”, bahkan mungkin semangat gw akan jauh lebih besar…

    …Bravo Ka’ Julian…

    warmest regards,

  4. @ Niek : Hohohohoho….bagus..
    Ditambahin lagi dunks ama hukum Pascal
    “Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah…”

    Jadi biarkan tekanan(Semangat/kasih Sayang) yg lo terima, menjalar ke dalam diri lo. dan jadiin itu Semangat buat lo..

    .:Jiayou!!!:. ^_^

  5. @Niek : Well, g ngerti yang ingin lo katakan, tapi g bukan bermaksud mengatakan kalau lo tidak boleh bersedih. Yang ingin g sampaikan adalah, lo harus bisa belajar untuk melepaskan orang yang lo sayangi bila itu memang yang terbaik untuk dia. Setiap orang harus menemukan tempatnya di dunia ini, tempat dimana dia bisa berguna bagi orang-orang disekitarnya. Kita tidak boleh egois dengan terus menaham mereka di dekat kita :). Begitu pula sebaiknya jangan jadikan persahabatan dan bahkan cinta alasan untuk menolak suatu kesempatan. Btw, ttg hukum archimedes, g sendiri gunakan hukum archimedes alimin. Semakin g mendapat tekanan, semakin g tantang itu tekanan dengan memberikan balasan 10 kali lipat! 😀

    @WD : Kok malah jadi ilmiah gini sih? G tambahin deh, hukum Pascal alimin. Kalau ada yang berikan semangat kepada g, maka akan g sebarkan kepada orang lain. Kalau ada yang berikan Kasih Sayang kepada g, akan g berikan kepada orang sekitar. Kalau ada yang memberikan tekanan kepada g, kembali kepada hukum Archimedes Alimin.

Leave a Reply