Archive for » August 10th, 2008«
Post ini adalah pengakuan dari hal-hal bodoh yang pernah g lakuin dalam nama Cinta. G buat dalam bentuk Countdown.

3. Moon observer
Dulu pada saat g sedang tergila-gila dengan seorang wanita. G berusaha untuk kelihatan Romantis. Makanya pada saat dia pergi membali ketoprak di deket rumah g, dan dia melihat g. G bergaya memandang Bulan, yang waktu itu memang indah. Sambil berharap g dan dia bisa bersama dan saling mencintai. Ok, bagi g itu adalah hal paling romantis yang terpikir di benak g. Bagi semua orang yang lewat, hal ini adalah seperti melihat orang gila yang memandang Bulan sambil bicara sendiri. Gila, akhirny g sempat jadian sih ama nih cewe, walau akhirnya harus putus.
2. The Stalker
Nah ini dia kebiasaan g yang jelek banget. Moga-moga tidak akan terulang lagi. Setiap kali g demen ama cewe, mata g seperti terhiptnotis untuk selalu melihat dia selamanya. Dulu g ama temen-temen g makan di Warung. Nah temen-temen g pada mau cabut, g bilang g disini aja. Ada pikiran dalam benak g, bahwa setiap detik berhaga, dan harus digunakan untuk melihat dia. Akhirnya G sendiri, dan dengan mata tajam memandang dia. Teman dia hampir keluar buat gebukin g. Karena g menggangu. Ok, g memang gila saat itu, tapi apakah g dapat disalahkan? Karena hati g berkata bahwa itu benar. Dulu juga pernah ada cewe yang menurut g lumayan cakap dan menarik. Dan saat itu g berkeja sebagai penjaga Wartel. Nih cewe benar-benar ketakutan karena g lihatin terus, sampai akhirnya dianya bawa cowonya. Cowonya malah becandain, hayoo lo diterkam lo. Gila bener ya g saat itu. Sekali lagi, moga-moga ga terulang lagi!
1. The Piano Dumbass
Hal ini terjadi tahun 2004, saat itu cewe yang sangat g sukain bersama kedua temannya pergi ke Fuji Image Plaza didekat Kampus g. Kebetulan FIP ini juga merupakan Show Room untuk Kawai Music Centre. Nah waktu mereka bertiga masuk g berpikir apa yang harus g lakukan. Akhirnya g mengikuti mereka kedalam dan memainkan lagu Right Here Waiting for you milik Richard Marx. Mereka pertama mengira, ihh kaya ada Music bagus. Pas mereka melihat ke belakang ada g lagi main Musik. Ok di kepala g mungkin kedengarannya sebagai hal yag sangat romantis. Tapi bagi mereka ….. It was creeping them out ! Mereka kabur berlari ke arah pint. Dan g tetap diam di Piano itu dan pikiran terbang entah kemana.
G benar-benar gila saat itu. Gimana coba perasaan lo, kalau orang yg ga lo kenal tiba-tiba ngikutin lo kemana aja? Hal itu ga pernah g pikirikan. Dan g berpikir andai g bersikap dewasa mungkin saja saat itu g bisa jadian ama dia. Tapi beuh udah lewat. Cewe masih banyak. Huehehe.
Powered by Qumana
Waktu hari Rabu lalu 6 Agustus 2008, saat g pergi ke RCTI untuk Meeting dengan Klien g. G lihat ada acara Interview di Pintu masuk RCTI. Dan keluarlah seorang wanita, yang menurut g adalah
makhluk terindah yang pernah g lihat secara langsung menggunakan kedua mata ini sampai saat ini
Lalu g lihat dia menggunakan lambang Miss Indonesia 2008. G betul-betul terpana. Secara dia tinggi, tubuhnya proporsional, putih. Sesuatu yang diidam-idamkan setiap lelaki. Lalu muncul pikiran dalam benak g.
Ini adalah Jenis Wanita, yang deminya Suami mau meninggalkan Istri dan Anak, seorang pencinta mau meninggalkan Pacar, seorang penguasa mau menyerahkan Negaranya, dan seorang Patriot mau mengkhianati Negaranya.
Betul, dia sangat cantik. G akan memasukkan Fotonya kedalam sini, hanya saja fotonya
tidak dapat menggambarkan 1/10 dari kecantikannya, yang g lihat saat g melihatnya secara langsung. Maka muncullah pertanyaan dalam benak g, apa yang akan g lakukan bila g adalah seorang suami? Adalah seorang Pacar? Seorang Penguasa? Seorang Patriot? Yang tiba-tiba dipertemukan karena jodoh dengan orang ini?
Apa yang terjadi bila saat itu kami saling jatuh cinta? Apakah g akan meninggalkan semuanya?
Sehingga g jadi berpikir, mungkin sebaiknya g ga berhubungan dengan siapa-siapa sampai g ketemu dengan seseorang seperti Miss Indonesia. Apakah itu benar ?
Sampai matipun kemungkinan cewe sekelas Miss Indonesia, ga mungkin mau ama g.
Jadi apa yang hendak g lakukan ? Mengurung diri ?
Katakanlah g adalah seorang Pacar. Lalu Wanita super cantik dan attraktif muncul dan mau ama g. Apakah bila g memutuskan untuk dengan dia, g berdosa ? Dan apakah merupakan salah g kl g tiba-tiba memiliki perasaan padanya ?
Apakah pembaca udah nonton film Jomblo ? Pada akhir filmnya, Agus Ringgo memutuskan untuk tetap dengan pacarnya sekarang dengan alasan
Bila g milih lo karena lo lebih cantik, lebih baik. Tapi masa setiap kali ada yang lebih baik g harus dengan dia? Kapan berakhirnya?
Bagi g itu BODOH. Bukankah pacaran berarti penjajakan? G bisa mengerti kalau seorang suami memutuskan kekasih gelapnya, karena selingkuh bagi seseorang yang sudah menikah itu jelas-jelas salah. Tapi di film ini Agus Ringgo berantem melulu dengan pacarnya. Kenapa ga diputusin. Ya udah masalah film ga usah dipikirin. Intinya apakah hal ini fair? Coba pikirkan dua hal yang bakal terjadi kalau lo memutuskan untuk tetap ama Pacar lo tapi punya feeling dengan orang lain :
1. Nyakitin diri lo sendiri karena dalam hati lo pengen dengan orang lain!
2. Nyakitin pasangan lo (bila dia tahu), karena dia tahu dalam hati lo mau dengan orang lain!
Apakah lo dapat hidup dengan membohongi perasaan lo sendiri? G sendiri jadi bingung apakah g sebenarnya berusaha untuk mebenarkan selingkuh? Atau g sendiri mengatakan hal ini pada diri g, karena g takut akan Komitmen? Takut harus Komit atau membuat Janji yg g sendiri tidak tahu apakah mampu g tepati?
G harap cewe seperti Miss Indonesia, jika memang jodoh cepat datang. Karena hal terakhir yang g inginkan adalah berada di sebuah segitiga cinta yang memusingkan. Kecuali keduanya mau Poligami (Ok, that was a Joke
)
Powered by Qumana
Tadi setelah membuat Post tentang menjadi lebih tua. G jadi teringat Kake alias Grandfather alias Opa g. Akhirnya dalam Post itu ada tulisan panjang mengenai Opa g. Akhirnya g mutusin untuk pisah ke dalam Post lain, karena sudah mulai out of context. This one is for you Grandpa, I Miss you.
G masih teringat saat kake g meninggal, g panggil dia Opa. G sangat dekat ama dia. Kata orang-orang g kesayangan dan kebanggan dia. Waktu g masih kecil dia sering minta dipijat. G pijitipijat dia, dan dia selalu memuji g, Julian pijatan kamu enak. Entah ia mengatakan hal itu untuk membuat g semakin semangat atau memang benar pijatan g enak :d. Tapi yang jelas g semangat banget saat itu.
G masih ingat saat g masih SMP, g sedang lihat-lihat foto album keluarga g, dan g lihat Opa jadi pembicara di salah satu pernikahan keluarga g. G mikir wah g mau juga kl Opa yang ngasih pidato saat g Menikah nanti. Cuman umur g masih seumur Jagung, baru juga 13 tahun, masih SMP gitu loh. G mikir g mesti menikah cepat-cepat sebelum Opa meninggal. Akhirnya dengan lugunya g bilang ama dia:
"Opa, opa janji ya jangan meninggal dulu. Nanti Opa ngasih Pidato pembukaan saat Julian menikah nanti."
Opa g tertawa, dan bilang. Opa belum akan meninggal dulu ! Nanti Opa akan kasih Pidato seperti ini. Dan dia mulai ngasih Pidato pembukaan. G ga ingat persisnya apa yang ia katakan, tapi g merasa bersyukur dan senang dan tertawa malu.
Maju beberapa tahun kemudian, Opa g masuk ke Rumah Sakit. Saat itu g sedang Kuliah semester 7 kalau ga salah dan berumur 21 tahun. G datang ke Rumah Sakit dan wajah g sangat terganggu. Dia bilang,
"Lihat nih cucuku sedih begitu. Tenang Opa kan pernah janji tidak akan meninggal sampai kamu wisuda :D."
G justru merasa semakin khawatir. Janjinya adalah setelah g menikah. Tapi g berusaha senyum dan menujukkan bahwa g ga takut. Di dalam hati, perasaan g ga enak banget.
Lalu beberapa hari kemudia, saat g sedang di Lab Komputer bersama teman-teman Kampus, g dihubungin sama Ibu g. Karena paniknya, Ibu g telepon nomor teman g si Hendri, bukannya g. Saat Hendri g ngasih HP dia dan bilang "dari nyokap lo". Damn, i saw it coming! Nyokap g menangis dan biang,
"Opa udah ga ada".
G ga nangis, g langsung minta ijin ama anak-anak karena mau langsung ke rumah sakit. Dijalan ada Rizal yang bilang, mau kemana lo ? G bilang ke rumah sakit mau jenguk Opa. Terus terang g ga mau bilang ama siapa-siapa karena g merasa tidak butuh rasa Kasihan dan Iba dari orang. Dia tertawa dan becanda. Beberapa hari kemudian dia minta maaf. G ga nyalahin dia.
Di rumah sakit Ibu g menangis dan pingsan. Saat ibu g tahu tentang Opa yang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, dan dia sedih karena tidak sempat bertemu untuk terakhir kalinya. Semunya terjadi begitu cepat. G masih ingat wajah Opa g, dia kelihatan begitu tenang dan nyaman dalam tidur abadinya.
Sore itu, Jam 5an g keluar cari makan. Setelah makan g ke suatu ayunan di Komplek Opa g, dan g duduk. G mikir. Dan g tiba-tiba merasa kesal. G merasa dibohongi. Katanya tidak akan meninggal sampai g menikah. Dan tiba-tiba g mulai menangis. G berusaha sekat tenaga untuk tidak mengeluarkan air mata, tapi g ga bisa menghentikan kucuran air mata. Bahkan setelah setengah jam saat g pengen kembali ke Rumah, tiba-tiba g nangis lagi.
Emosi membakar tubuh g. G marah, kesal, sedih. Pernahkah anda menangis sampai rasanya tidak bisa bernafas? Seperti ada Lubang Hitam sebesar Bumi didalam Dada kita. G malu untuk kembali ke rumah. G ga mau dibilang cengeng. G mau diingat sebagai Julian yang selalu tegar! G berhasil menghentikan air mata, namun setelah berjalan beberapa langkah g mulai menangis lagi. Ingat waktu anda masih kecil? Bila anak kecil menangis sampai akhirnya ketiduran. Mungkin obat terbaik adalah menangis sampai ketiduran?
Saat sampai di rumah Opa g, g sengaja menggunakan Topi yang menutup wajah, agar tidak kelihatan. Dan langsung menuju kamar mandi. Mencuci Muka mungkin dapat menghilangkan tanda-tanda setelah menangis.
Saat ini g tidak lagi malu karena telah meneteskan air mata untuk orang yang sangat g hormati selama hidupnya. G akan selalu mendoakan Opa.
Grandfather I Love You
Powered by Qumana

Live Comments RSS Feed
Komentar Orang