Archive for » 2008 «

Menangislah di Pundakku

Sekali lagi g habisin waktu di Wartel gw seorang diri. BT bener. Gila, g benci ama cinta. Setiap hari g berdiri di depan wartel nengok ke kanan, nengok ke kiri. Ga brani ninggalin tempat, bahkan untuk ke kamar mandi. Siapa tahu dia lewat depan wartel dan g ga lihat dia hari ini. G butuh ngelihat dia minimal satu kali setiap hari! Jika tidak, g ga akan bisa tidur pada hari itu.

Dia datang Blushing. Aduuuh g senang bangeeet. Tapi dia ko ga nyapa g ya? Udahlah yang penting g bisa lihat dia hari ini. Pada saat mata g tertuju pada monitor Wartel, g lihat dia telepon mantan pacarnya. Dada g terbakar. Biarkanlah. Dia kan tahu g sayang ama dia, tapi kenapa dia telepon mantannya? Di Wartel g pula? Apa dia benar-benar ga bisa hargain g sama sekali?

more…

Permintaan sang ‘pecinta sepihak’

Siapakah yang kau pikirkan di saat kau termenung. Di saat semua orang bercanda, ada dua yang berbeda. Engkau yang memikirkan seseorang, dan aku yang tidak dapat memalingkan pandangan darimu. Aku tahu, bukan aku yang kau pikirkan.

more…

Saat Kukatakan padanya bahwa aku mencintainya

Akhirnya g ketemu dia pada hari ini. G ajak dia ke tempat yang sepi karena g ingin katakan seuatu padany, sesuatu yang mungkin akan mengubah hubungan kita selamanya. G hany punya dua pilihan, mengungkapkan atau hidup selamanya dengan dia tidak mengetahuinya.

Julian : Hi, Mar. Kabar lo gmn ? (Sambil nyengir)

Mar: Kabar baik Jul. Ada apa nih, pakai ajak-ajak tempat sepi segala, mau bayar hutang ya ?

Dia tersenyum, senyumnya indah banget. G selalu lumer kalau lihat dia senyum, dan kaki g terasa lemah. Inilah alasan g sayang banget ama dia. G telah bingkai senyumnya, dan g simpan di Lemari Besi dalam Hati g.

Julian : Mar. (Memasang wajah serius) G mau ngomong ama lo, tapi lo ga perlu jawab ya.

Sepertinya Mar sadar kalau g memang serius. Dan sesuatu di wajahnya mengatakan kalau dia tahu apa yang akan g katakan.

Julian : Mar, g mau kl lo tahu kalau selama ini g sayang sama lo. Bukan hanya sebagai sahabat atau adik, tapi .. tapi g cinta ama lo.

Mar terlihat heran. Entah apa yang ia pikirkan?

Mar : Ini salah satu permainan lo lagi kan Jul? Lo selalu bilang kalau lo cinta ke semua cewe. Lo selalu bilang sayang ke semua wanita. Kapan bisa seriusnya sih.

Julian : Iya g tahu, itu emang kebiasaan g. Tapi itu bukan berarti bahwa lelaki yang bodoh ini tidak bisa sadar dan benar-benar jatuh hati pada seorang perempuan kan? Gimanapun juga g hanya lelaki biasa, yang juga bisa jatuh cinta.

more…

Mama, Julian Cinta Cewe Non

Akhirnya selesai juga ulasan taboo g yg pertama. G posting berdekatan setelah hari raya idul adha, nyambung dengan temanya. Yaitu rasisme. Isinya ttg cara berpikir g terhadapnya. G dah lama bgt pengen membeberkan pikiran g ini, hanya saja g takut menyinggung hal yg taboo. Semoga kalian suka.

Teman g punya dilemma, dia bilang ama g, dia udah ga suka ama cewe indonesia tapi hanya suka ama cewe oriental. Mungkin krn lama kerja d kantor dgn mayoritas cewe begitu? Dia bilang dia suka mereka karena mereka putih2! Temen g ini Islam dan orang indonesia asli. Sewaktu orang indo bilang dia demen ama cewe oriental, hal pertama yang g pikirkan adalah, ‘emangnya agama mereka sama?’.
Agama, Cinta. Pernahkah lo jatuh cinta dengan seseorang yang agamanya berbeda?

more…

The most Taboo dan Design Baru

Dear Pembaca,

Setelah g berpikir panjang dan lebar, akhirnya g buat keputusan untuk membuat kategori baru yang g namakan “The most Taboo”. Udah lama g ingin bicarakan tentang pandangan g terhadap beberapa hal yang oleh sebagian orang dianggap tidak boleh dibicarakan. Dulu g berpikir untuk membuat situs baru yang temanya membicarakan tabu-tabu. Namun akhirnya g memutuskan, karena pendapat-pendapat g yang bersifat personal, perlu g keluarkan di tempat lain?
Hal-hal yang akan diulas termasuk SARA dan hal-hal lain yang enggan dibicarakan. Jadi bila tidak sependapat katakan saja di bagian komentar.

Dan karena arahnya yang agak serius, g memutuskan untuk mengubah Design menjadi lebih gelap. Semoga terealisasi dalam waktu dekat ini.

Best Regards,

Julian GM Alimin

The Type of Woman i HATE

Ini bagian dari cerita-cerita romansa masa lalu g. Jangan pernah tanya siapa orang yang g maksud, dan kapan kejadiannya karena g ga akan mau jawab. Dan mungkin kadang g akan ceritakan pengalaman teman g, seolah-olah g yg jalanin. So Enjoy.

Okay ada hal yang kadang sangat g benci dari wanita, ketika mereka menolak untuk diajak bicara secara langsung. G benci banget ama sifat ini. Ko bisa sih egois begitu? Bayangin aja, kl cewe curhat, atau marah kita mesti diam dengerin. Tapi kalau kita marah, mereka bergaya ga mau dengar dan malah kabur. Atau mereka gunain nangis sebagai senjata untuk membungkam kita.

Menurut g, berhentilah dengan tipu daya itu! Ga bisa apa bersikap seperti orang dewasa? G milih lo karena menurut g lo cewe yang asik, bukan karena g ingin mencari diktator untuk mengatur seluruh aspek kehidupan g! more…

I would hate to Loose U, but i would hate myself to keep u for myself

Dear Pengunjung,

Dalam hidup pasti ada yang namanya perpisahan. ada perjumpaan ada perpisahan, itu sudah takdir dan tidak dapat dicegah. Yang ingin g bahas dalam Postingan g kali ini adalah kehilangan rekan kerja dalam satu perusahaan. more…

G udah lama ga segondok ini, ahhhhhhhhh

Hari ini g Luar Biasa kesal. Seperti biasa g berangkat dari Kantor ke klien dari jam 09.00WIB sehingga sampai di kantor jam 9.30. B4 schedule jadi itu merupakan hal yang baik bukan. G mikir kalau g datang pagi-pagi kerjaan bisa selesai cepat dan malamnya g bisa main bola :). G jalan barang Illona, yang katanya mau nonton Quantum of Solace jam 18.30 di Taman Anggrek. G sih senyum-senyum aja :P.

Lalu jam 17.30 g bilang ama Illona, selesaiin yang ini cepat-cepat terus pergi nonton aja, tapi karena temannya juga lembur di kantor (yupp kita disini doyan lembur semua!!!), maka dia tetap ama g di Klient.

Jam 21.30, kerjaan Proses Gaji selesai dan g udah mulai lega, bisa main Bola yang emang dekat ama klient g. Paling telat 5 menit lah. Baru petaka pertama dimulai, ternyata g ga bawa celana Bola. Rasanya hujan bah mengguyur desa.

Bagi g itu, setelah bekerja dengan keras selama satu minggu ada satu kenikmatan membayangkan hari terakhir dimana g bisa melampiaskan seluruh frustasi g selama kerja di Lapangan Hijau.

Tidak bisa main bola di suatu minggu rasanya jauh lebih mengesalkan daripada diberitahu oleh Boss kalau kita tidak dapat Gaji Bulan ini.

Mungkin g dikira melebihkan, tapi itulah kenyataannya. Uang tuh ngakemana-mana! Toh 90-95% Uang g, g kasih ke Keluarga g buat bantuin. Jadi Uang tidak terlalu berharga bagi g. Tapi tahukah betapa susahnya nyari teman main Futsal zaman gini? Teman yang ga keberatan main di malam hari, karena tahu yang lain pada bekerja? SSussahhh BANGET.

Tapi g pikir, demi main okelah !!!

Kalau perlu g main Bola hanya menggunakan Celana Kolor, yang penting bisa main!

Ternyata data ada yang salah, dan g bersama Illona pulang dari Klient jam 00.30. Damn, thats so Bad. I really really Love Playing Futsal!

I Love u Mom, sorry i wasn’t home at ur bithday. I was at the Office working hard so u don’t have to.

G udah mengatakannya berkali-kali, dan g tetap bertahan ama pendirian gw. Apapun yang g lakukan, g lakukan demi keluarga g. G letakkan Nyawa g di depan setiap hambatan yang diberikan kepada keluarga g. Dan g ga takut ama apapun untuk membutktikannya.

Namun saking gigihnya berusaha untuk mengangkat keluarga dari Lubang dimana kita sedang berada, apakah g juga mau mengorbankan hubungan g ama Keluarga g? Bekerja ampe malam setiap hari dan sering menginap di Kantor akhir-akhir ini. Sampai-sampai g sering ga ketemu ama keluarga g. Apakah ini benar? G ingin membeli Notebook, agak kerjaan g bisa g kerjain di rumah. Udah 3 bulan ini g tidur tidak tertur, hanya tidur 4-5 jam sehari, kadang kurang. Sepertinya g harus mengubah kebiasaan g. Badan g dah mulai sakit, dan g dikirimin beberapa email tentang orang-orang yang meninggal karena overwork. Dan tentang beberapa Gamer yang maksa main lama ampe meninggal. I don’t want to be like that.

G jadi mikir, what keeps me going?

Mungkin g justru berusaha untuk lari dari sesuatu? Males pulang karena jauh? Atau karena di rumah ga ada apa-apa, sedangkan di Kantor udah kelewat betah? Mungkin ini saatnya untuk mulai membenahi hidup. I really Love my Family, tapi kalau g mati, g ga ngebantu mereka! Ya kan?

So much Work and always on the road, I wish i had a Laptop! But the dollar is so high :( what can i do about that!

P_aspire_5930G_1.thumbnail.jpgAkhir-akhir ini kerjaan gw banyak banget di kantor udah gitu g harus selalu ke klien. Itu sih asik-asik aja, masalahnya saat g di klien ada aja klien lain yang hubungin gw. Saat itu g berharap memiliki sebuah Laptop agar g dapat bekerja dimanapun kapanpun dibutuhkan.

G pun sudah ancang-ancang menabung untuk membeli. G mau beli Acer 5930G, harganya 13.2 di Senayan City. G ngincer sejak awal Oktober 2008. Bisa kredit 1 juta per bulan. Haha benar-benar keren. Specnya pun bagus. Pas g mau beli,  g mikir sabar aja dulu tanggal 12 November ada Pameran IndoComtech, pasti harga pameran lebih murah.

Ternyata g salah besar, tahu-tahu ada krisis ekonomi Global dan Rupiah melemah dari RP. 9.200 menjadi Rp 12.500 (as of today). Noooooo, di pameran harganya malah 17 juta. AAAAhhhhhhhh. Kesel banget g, ga jadi beli. Mau untung malah buntung. Katanya teman-teman ambil aja hikmahnya, tapi kenyataannya g butuh banget nih.

Sialan aturan g beli aja, ga usah mikir lama-lama. Moga-moga dollar cepat turun, atau ada orang kaya yang nawarin g Notebook, AMIN.