2014 can only get better, right ?

2013 telah berakhir dan 2014 dimulai. Tahun 2013 gue merasa berada di posisi yang cukup bagus. Sudah mulai membiasakan diri menjadi seorang ayah dan secara karir sudah merasakan kestabilan yang baik. Tetapi pada tahun tersebut gue menginjak umur 30 Tahun. Dari dulu gue takut dengan umur 30 karena memiliki banyak harapan yang bisa gue capai sebelum menginjak umur tersebut, yaitu diantaranya:

  • Sudah menikah
  • Sudah memiliki karir yang mantab
  • Sudah memiliki gelar S2 yang didapatkan dari Intitusi Luar Negri
  • Bekerja di Luar Negri

2 dari 4 berhasil diraih, pencapaian yang cukup bagus. Kepala 30 membuat gue mengubah cara berpikir, gue mulai memikirkan masa depan anak dan istri. Memikirkan pendidikan yang harus bisa gue provide, rumah untuk ditinggal, dll. Gue rasa 2014 adalah awal dimana gue akan membuat keputusan-keputusan untuk tujuan-tujuan yang gue pikirkan. Setelah gue baca ulang kalimat tadi, terdengar seperti mengatakan akan resign.

Banyak sahabat yang gue kenal mulai merintis Bisnis diumur kepala 3, sebetulnya ini agak telat kalau dipikir-pikir. Pada saat sudah memiliki anak, istri, cicilan rumah, cicilan mobil, dll, maka lo berada diposisi tidak lagi bisa sembarang mengambil resiko. Setiap langkah dipikirkan secara matang dan kadang idealisme harus ditelan. Tetapi Siapa Bilang jadi Karyawan tidak bisa Kaya? Passive Income bisa dari sampingan, baik itu menulis, buka usaha, jualan, dll.

Selain itu gue senang dengan segala macam ilmu yang gue pelajari akhir-akhir ini. Gue merasakan semangat baru yang luar biasa yang ditandai dengan mulai menulis lagi di julianalimin.com dan di fithbiz.com. Semoga gue bisa mempertahankan hal ini.

Harapan gue di 2014:

  • Bisa semakin membahagiakan Keluarga
  • Bisa semakin menstabilkan Ekonomi Keluarga
  • Bisa menulis secara rutin
  • Bisa mempelajari teknologi-teknologi baru dan memperkuat yang sudah gue ketahui (ColdFusion, Bootstrap, ColdBox, Corona, Unity, Titanium, Phonegap)
  • Dan akhirnya, bisa 4-Pack  (kayanya six-pack dah tidak memungkinkan :P)

Julian, Pete dan Jengkol

Gue terkenal atas beberapa hal di Keluarga gue salah satunya adalah terbukanya gue atas kesukaan gue akan Pete dan Jengkol. Lucu memang dan lebih lucu lagi kalau ada saudara yang ajak datang ke rumahnya dengan iming-iming “Saya suguhkan Jengkol biar kamu datang” :P. Jadi pada kesempatan ini gue akan berikan cerita bagaimana bisa suka si Jengkol dan si Pete.

Dan gue ngiler beneran

Dan gue ngiler beneran

Gue tidak ingat persis kapan pertama kali bertemu atau menyicipi Pete tetapi masih jelas mengingat pengenalan pada Jengkol. Tapi namanya bukan Jengkol, di Keluarga gue kita menggunakan kata sandi untuk menandai Jengkol. Tujuannya simple, kalau bilang di depan orang “Makan Jengkol yuk!” sepertinya memalukan tetapi jika bilang “Yuk, cari makan Hati Rusa” terdengar jauh lebih keren. Dan ternyata bukan hanya keluarga saya saja yang begitu, seiring waktu gue mendengar digunakannya kata-kata Kancing Jaket, Jari Sapi, Kacang Jumbo, dll.

Nah, Alm. Opa saya tercinta dulu mengajak makan Hati Rusa dirumahnya. Katanya, “Ini nih makanan orang dewasa, kalau kamu mau dianggap sudah besar kamu harus bisa menikmatinya!”. Bagi anak muda yang berusaha mencari tempatnya di dunia ini, hal tersebut terdengar seperti undangan bergabung ke Club orang dewasa. Dan itu lah hal yang didambakan setiap anak muda yaitu diakui sudah dewasa. Maka gue menyicipi Jengkol ini dan ternyata rasanya tuh biasa aja, masih enakan makan Ayam. Gue juga ingat kagetnya Ibu gue pas lihat gue lagi makan Jengkol saat itu.

“Ahhhh, anak gue dibikin Sesat!”

Tapi yang lebih tidak akan gue lupakan adalah

Melihat rasa bahagia dan bangganya Alm. Opa melihat gue makan Jengkol

Maka sejak dari itu kalau ada Jengkol gue makan dengan lahap apalagi kalau ada Alm Opa. Dan hal ini terus berlanjut sampai saat ini. Jika dimasak dengan baik maka rasa Jengkol itu bisa luar biasa enak tapi hal ini juga berlaku untuk segala jenis komponen masakkan (kecuali Brokoli dan Bunga Pepaya! … Bleeh). Kenikmatan dari Jengkol itu bukan dari rasanya tetapi dari perhatian yang gue dapatkan pada saat memakannya. Si Julian yang tidak malu makan Jengkol, si Julian yang doyan makan Jengkol, si Julian yang cuman mau makan kalau ada Jengkol, dst. Jadi kalau ada Jengkol gue pasti tidak akan malu-malu untuk mencicipinya dan kalau enak pasti gue akan nambah.

Tapi lain soal kalau ngomongin Pete!!! Pete itu buah Surga dengan hembusan nafas neraka. Tetesan Hijau yang dapat memberikan kekuatan semburan Naga. Ada yang sangat unik dari tekstur Pete,

kalau kita menggigit Pete maka kekenyalannya terasa seolah-olah Petenya berusaha menggigit kita kembali dengan lembut

Dimasak dengan Nasi Goreng, dilalap pakai Sambal, dimakan sambil nonton di Bioskop, dipakai untuk gosok gigi sebelum tidur, ataupun untuk mainan Anak agar dia tidak nangis. Alangkah Indahnya Pete sebegai pelengkap suasana hangat rumah.

Mainan Jules

Mainan Jules

Nah, kenapa dua makanan ini sering mendapat cemooh dari orang-orang? Apa Dosa mereka? Apa!?

Sudah pasti baunya yang luar biasa. Gue inget habis makan Pete pergi ke Klient, dan kalau berbicara gue sengaja jaga jarak. Saat itu si Klient minta diguide mengenai suatu masalah, jadi gue pergi ke Komputernya dan tunjukkin pakai mouse tanpa buka mulut, setelah selesai gue mundur 7 langkah, dan baru bilang “Nah, begitu solusi jika menemukan masalah seperti itu”. Kejadian lain yang pernah terjadi yaitu setelah gue keluar dari Kamar Mandi kantor ada orang lain yang masuk, tiba-tiba ada suara “Ahhh!” dilanjutkan dengan suara pengharum yang disemprotkan selama 3 menit.

So, usahakan sesuka-sukanya kalian pada kedua makanan tadi cari cara agar orang-orang sekitar kalian tidak terganggu. Contoh yang gue lakukan, pergi ke lantai lain di kantor kalian dan buang air disana, atau pergi ke taman dan menggali lubang.

Sekian dulu, gue mau pergi cari Hati Rusa dulu.

Satu Post yang merangkum pengalaman jadi ayah selama 1 tahun

Gue udah jadi ayah sekarang, ayah dari anak lucu dan mungil bernama Jules Mufazzal Alimin. Sudah lama kepikiran bagaimana caranya merangum perasaan menjadi ayah yang tidak panjang dan boring tetapi benar-benar menceritakan rasanya menjadi seorang ayah.

20131220-000534.jpg

Beberapa bulan yang lalu gue mau tidur ditemani si bocil (bocah kecil). Saat lagi nikmat-nikmatnya tiduran tiba-tiba dia menggigit kaki gue. Gigitannya perih dan sakit, saat itu dia lagi tumbuh gigi ke-4 jadi mungkin karena gatal dia jadi sering menggigit. Gue kesakitan dan marahin dia, tapi dia malah tertawa polos layaknya anak satu tahun pada umumnya.

Spontan gue buka celananya dan gue tanam gigi gue ke pantatnya dan gue usep-usep pakai mulut. “Rasain kamu ya, Aku balas!” Sudah tentu gigitannya gigitan sayang gemas. Jules mulai menangis dan gue merasa bersalah karena mengigit anak tidak berdosa yang baru berumur satu tahun. Tapi kok mulut gue berasa basah ya??

“Ohhh No…, Jules ngompol ya?” Dan istri gue nan cantik dan Indah malah mulai ketawa. Dia buka pampersnya dan bilang “Ini sih pup, mencret!!” Gue lari, nyalain lampu dan ke wastafel. Muka gue berlumuran sesuatu yang enggan gue sebut karena sangat merendahkan. Gue cuci mulut, gue gosok gigi, dan Indah terus saja ketawa. Jules pun jadi ikutan ketawa. Apakah terlalu berharap tinggi agar mereka berhenti tertawa? Tidak! Indah malah telepon Ibunya dan ceritain sambil terus-terusan ketawa. Habis itu Ibu minta HPnya dikasih ke gue biar bisa ketawain gue. *tepok jidat*

Akhirnya gue cebokin Jules, ganti pampersnya, lalu gue gigit pantatnya yang bersih. Hehehehe.

Jadi ayah itu amazing, ada senangnya, ada kewalahannya dan ada kalanya kalian berasa makan kotoran…

Pelajaran paling berharga yang mempengaruhi Karir saya

Pada saat duduk di bangku Sekolah, pernah suatu ketika Guru yang bertugas untuk mengajar tidak masuk. Sebagai gantinya Guru pengganti masuk ke dalam Kelas. Guru pengganti yang masuk tidak memberikan pelajaran Materi Sekolah namun memberikan pelajaran yang masih saya simpan sampai bertahun-tahun sekarang dan pada akhirnya menjadi pelajaran paling berharga untuk Karir saya. Guru tersebut memberikan sebuah cerita yang kira-kira sbb:

Ada dua orang diperkerjakan di sebuah perusahaan. Saat masuk Umur mereka sama, begitu juga dengan Kondisi fisik, background pendidikan serta pengalaman kerja mereka bisa dikatakan hampir sama. Akbitnya Gaji yang mereka terimapun sama. Setelah satu tahun bekerja satu diantara mereka, anggaplah namanya Fernando, menerima kenaikan Gaji lebih besar daripada temannya yang masuk bersamaan itu.

Karena merasa tidak terima dengan perlakuan tidak adil tersebut maka datanglah temannya itu, anggaplah namanya Mario, kepada atasannya dengan tujuan agar Gajinya dinaikkan.

Mario: “Pak, Kenapa saya dan Fernando menerima kenaikan Gaji yang berbeda? Padahal kita masuk ke perusahaan ini pada saat yang bersamaan dengan latar belakang yang bersamaan?”

Atasan: “Kamu merasa perusahaan memperlakukan kamu dengan tidak adil? Jika begitu saya akan memberikan tugas kepada kamu, tolong pergi ke Toko yang berada diseberang dan tanyakan Harga Beras.”

Mario merasa heran, namun perintah adalah perintah sehingga pergilah Mario keseberang untuk menanyakan Harga Beras. Setelah selesai ia kembali kepada atasannya.

Mario: “Pak, Harga satu karung Beras sekitar 125rb. Sekarang saya minta pertanyaan saya tadi tolong dijawab.”

Atasan: “Tunggu sebentar.”

Atasannya menelepon ke Ekstension Fernando dan memintanya untuk datang ke ruangannya. Fernando langsung datang menghadap Atasannya sedangkan Mario, yang sudah berada di ruangan itu sebelumnya, memandang Fernando dengan muka kesal karena merasa dipermainkan oleh perusahaan.

Fernando: “Bisa saya bantu Pak?”

Atasan: “Tolong pergi ke Toko yang berada diseberang dan tanyakan Harga Beras.”

Fernando langsung bergegas melaksanakan tugasnya, setelah tugasnya selesai dia datang kembali ke ruangan atasannya dimana Mario masih menunggu dengan heran.

Fernando: “Pak, saya sudah ke seberang jenis beras mereka ada beberapa. Saya mencatat Daftar Harganya dan mengirim ke Bapak lewat email untuk 5 jenis Beras yang menurut saya cukup bagus. Selain itu saya berbicara dengan pedagangnya dan dia bersedia memberikan diskon 5% jika kita membeli dalam kuantiatas melebihi 20 Karung. Tapi menurut saya kita mungkin bisa mendapatkan perjanjian kerja sama yang lebih baik kalau berbicara dengan baik-baik dengan pedagang berasnya. Jadi saya meminta dia ikut bersama saya dan saat ini dia sedang menunggu di ruang Tunggu.”

Atasan: “Terima kasih Fernando, kamu tolong keluar dan panggil pedagang berasnya kedalam.”

Pada saat Fernando keluar untuk menjemput pedagang berasnya, atasannya memandang Mario.

Atasan: “Mario, masih ada yang ingin kamu tanyakan?”

Mariopun menjawab, “Tidak” dengan nada yang rendah. Lalu keluar dari ruangan atasannya dengan muka menunduk.

Cerita singkat diatas menjadi pedoman saya bukan hanya di dunia kerja namun juga disaat menuntut ilmu. Selalu berusahalah untuk memberikan nilai tambah. Setiap tetes keringat kita pasti akan ada balasannya. Jadi tidak peduli bidang pekerjaan kita, apakah kita Tukang Sapu di jalan, Tukang Bangunan, IT Engineer atau Pelajar biasakanlah untuk memberikan nilai lebih!

Nah, sering sekali saya mendengar Curhat sesama Karyawan, mereka berkata “Perusahaan tidak pernah menghargai saya”, “Dengan Gaji cuman segini mereka mengharapkan saya bekerja sebanyak itu?”, dengan kata-kata lain yang pada dasarnya mereka mengharapkan

Berikan dulu kepada saya Gaji yang lebih tinggi, baru saya berikan nilai lebih.

Percaya kepada saya, orang yang memiliki Skill dan Potensi yang Tinggi pasti akan dihargai mahal. Masalahnya banyak sekali orang yang enggan untuk menunjukkan Potensi dan Skill mereka kecuali diberikan apresiasinya terlebih dahulu. Pada cerita diatas Fernando bukan bekerja sebaik diatas setelah diberikan kenaikan Gaji, tetapi sudah selama 1 tahun ia melakukannya. Tanpa pernah berpikir, ini harus saya lakukan agar Gaji saya dapat dinaikkan dengan besar. Kisah lain yang menginspirasi adalah Cerita pertemuan antara George C. Boldt dan William Waldorf Astor.

Setelah bertahun-tahun saya tidak pernah melupakan cerita dari Guru pengganti saya tersebut, sayangnya saya tidak ingat siapa Guru tersebut dan pas duduk di Tingkat berapa cerita tersebut saya dapatkan. Semoga cerita diatas bisa menginspirasi yang membacanya.

Ayah 7 minggu

Sekitar satu tahun yang lalu gue memutuskan untuk menulis lagi di Blog gue, namun hati gue ga kuat menyelesaikan postingan gue dibawah. Tapi gue sedang ingin membenahi hal-hal yang belum terselesaikan jadi gue putuskan untuk menyelesaikan dan mempostingnya kepada Publik. Here we go.

Sudah lama gue ga nulis di sini dan rasanya blog ini sudah dipenuhi oleh lumut-lumut dan jadi sarang laba-laba. Mungkin gue terlalu menikmati peran baru gue sebagai kepala rumah tangga. Percaya atau tidak, gue sering mikirin blog ini dan punya beberapa ide untuk dituliskan, terutama ingin menuliskan liputan wedding gue dengan Indah. Namun perasaan ini seperti keinginan gue untuk mandi pada weekend. Gue berpikir tentang mandi tapi sangat sulit untuk menggerakan pantat ini ke kamar mandi. Kecuali ada kondangan, tapi… Gue pernah sekali nekat ke kondangan cuman cuci-cuci muka dikit. Dan gue yakin tidak ada orang yang sadar. Untunglah gue dilahirkan dengan wajah siap kondangan tanpa mandi. *protes cipokSaat ini pukul 23:15 WIB dan gue berada 1152m diatas permukaan laut dalam berjalanan menuju kepulauan Maldive untuk sebuah bisnis trip. Ditemani teman kerja Christina Desi yang sudah tidur. Gue berasa berada sendirian dalam pikiran gue dan rasanya ini saat tepat untuk curhat sedikit menceritakan pengalaman gue sebagai ayah selama beberapa minggu.

Aku telat datang bulan

Kata-kata yang bisa sangat menakutkan dan/atau sangat membahagiakan bagi seorang pria. Menakutkan bila dia adalah pria yang merasa belum mampu menjadi ayah walaupun dia berada dalam hubungan yang halal/bagus (sebagai perbandingan –> bad = hubungan di luar nikah; worse = hubungan di luar nikah dengan selingkuhan). Membahagiakan bila memiliki keinginan yang amat besar untuk menjadi seorang ayah. Saat istri gue mengatakan hal ini gue merasakan kedua hal tersebut di saat yang bersamaan. Gue takut mengulangi kesalahan dari contoh-contoh gagal yang sudah pernah gue lihat sebelumnya.Teringat saat ayah gue dulu bilang ke gue bahwa dia pernah berjanji pada dirinya bahwa dia akan menjadi ayah yang lebih baik dari ayahnya (My Grandpa yang tidak pernah gue temui). Sama halnya dengan gue yang berjanji akan menjadi ayah yang lebih baik dari semua ayah yang ada di dunia ini, tapi bukankah semua calon daddy mengatakan atau setidakya pernah memikirkan hal tersebut sebelum mereka gagal? Bagaiaman jika gue gagal? Bagaimana jika gue tidak bisa menjadi ayah yang baik? Langsung terbayang kejahatan yang ada dimana-mana dan bagaimana gue bisa melindungi anak gue dari segala jenis ancaman yang ada di dunia ini? Begitu banyak pertanyaan yang memang tidak akan pernah ada jawabannya! Setelah kita memeriksa menggunakan Test Pack hasilnya Ambigu. Test Pack mengatakan Satu Garis merah berarti tidak hamil dan dua dua Garis merah berarti hamil. Bagaimana jika yang muncul dua garis buram? Kita pergi ke Klinik (yang sengaja tidak akan gue sebutkan namanya) dan bertemu dengan Dokter yang cukup bagus. Dari hasil observasi dia terlihat bahwa masih terlalu Dini untuk menyatakan apakah Indah hamil atau tidak karena dimasa sekarang ini bisa saja tetap datang Menstruasi dan Sel Telurnya keluar. Ok, kita kembali ke rumah dan ingin mencoba periksa lagi beberapa minggu kemudian.

Dari ribuan kemungkinan dan pertanyaan di Kepala gue, ada satu skenario yang tidak gue sangka justru terjadi… Indah mengalami pendarahan yang tidak wajar. Darah tetap keluar namun kita coba memeriksa menggunakan Test Pack dan hasilnya menunjukkan bahwa dia hamil. Jadi sebetulnya ini Menstruasi atau Hamil? Darah yang keluar pun berbeda dengan Darah Haid, jadi ini menimbulkan banyak pertanyaan. Di saat suasana sekitar Lebaran 2011 kita mencari Dokter Kandungan kita kembali namun sangat disayangkan Dokter yang pertama kali menangani kita sedang tidak masuk dan Dokter yang sedang ada tidak cocok dengan kita. Akhirnya setelah dapat saran dari teman, kita mencoba Dokter wanita di RS dekat rumah. Dia menerangkan bahwa Indah memang hamil dan ada komplikasi, Indah perlu banyak istirahat (Indah masih bekerja saat itu) dan dia menjelaskan bahwa kita akan mencoba memberikan obat agar Dedenya bisa terselamatkan. Well, ternyata Indah memang hamil, jadi tidak lagi ada waktu untuk berandai-andai sekarang dan sudah saatnya untuk beraksi menjadi #1 Dad.

Pada hari Senin gue masuk bekerja dan Indah mengambil Cuti Sakit karena belum merasa Fit. Tiba-tiba di siang hari dia ngabarin kalau pendarahannya semakin memburuk dan dia mau masuk ke RS. Pada saat yang bersamaan ada Trouble di klien gue dan salah satu Team Member gue berhalangan jadi gue yang harus pergi ke Klien. Baru bisa selesai jam 9 malam gue langsung pulang ke Tangerang menuju Rumah Sakit. Gue melihat Indah yang sedang pucat dan tidak berdaya berusaha untuk duduk dan senyum. Dia berusaha menenangkan gue dan mengatakan bahwa dia tidak apa-apa kok sedangkan gue merasa terpukul dan ingin menangis.

Setelah dua hari di Rumah Sakit, Dokter mengatakan hanya kepada gue bahwa jika hari esok pendarahan belum bisa berhenti maka kita harus berpikir untuk menyelamatkan Ibunya. Sekali lagi di kepala gue muncul puluhan skenario akan apa yang dapat terjadi dan gue ga sanggup untuk kembali memikirkan ulang skenario-skenario tersebut. Memikirkan kehilangan seperti ini membuat sedih dan depresi. Tapi apa yang akan kalian lakukan bila dihadapi pertanyaan oleh dokter

Kalau masih seperti ini maka harus dikuret ya

Dikuret itu adalah digugurkan. Gue masih menginat malam tersebut, pada hari selasa tanggal 13 September 2011. Gue mengatakan pada Indah. “I love you dan aku cinta baby kita. Tapi kalau harus membuat keputusan aku akan pilih kamu.” Kami saling berpelukan di Tempat Tidur Rumah Sakit tersebut. Berpelukan dan bercucuran Air Mata sambil mengelus perut Bayu kita.

 

Pada pagi harinya saat memeriksa pembalut ada gumpalan Darah. Saat Suster datang ia mengatakan bahwa sepertinya dedenya sudah keluar dan saat menemui Dokter hasil USG mengatakan bahwa Indah sudah tidak Hamil. Kami sangat sedih, dan Indah berkata “Dedenya mengalah demi Mamanya.” Tapi di Kepala gue ada pertanyaan, apa mungkin Dedenya keluar karena ditolak oleh Ayahnya???

Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Indah pernah bermimpi mengenai anak gadis yang cantik yang mengajaknya main dan memanggilnya Ibu. Kata orang dulu, Bayi yang keguguran tersebut masih bisa masuk ke dalam mimpi Ibunya. Gue tidak mau berpikir kearah sana, tapi yang pasti gue sayang sama dia walaupun sudah dilahirkan atau tidak.

Sekian Blog yang gue tulis akhir tahun 2011 kemarin. Satu hal yang gue ingat adalah Suster yang berkata, “Tidak apa-apa kok, ini artinya bisa Bulan Madu lagi”. Gue ngerti bahwa dia hanya berusaha menyemangati tapi berpikir bahwa gue lebih ingin berbulan madu lagi dibandingkan memiliki Bayi… Saat ini Indah kembali Hamil dan sedang jalan 8 bulan. Gue masih bingung harus menjawab apa kalau ditanya ini anak keberapa karena gue merasa bersalah jika tidak mengakui bahwa gue sudah pernah menjadi ayah selama 7 minggu sebelumnya.

I love You Baby, where ever you are. – Your Daddy

28 years

Wedding Couple

Umur gue pada hari ini genap 28 tahun. Duh, makin tua aja nih gue. Punggung gue semakin gampang pegel kalau naik motor, begadang jangankan sampai pagi sampai tengah malam aja udah bisa ketiduran duluan. Dan dua tahun lagi gue mencapai angka Kepala Tiga… Ganti Topik!

Wedding CoupleTahun ini banyak sekali hal yang perlu gue syukuri. Akhirnya setelah lama pacaran kesampaian juga untuk menikahi Indah. Semoga pernikahan ini bisa kekal abadi, AMIN. Saat ini gue sudah 4 bulan menikah dan masih menyesuaikan diri dengan kehidupan yang baru ini. Kehidupan pernikahan itu bukan hanya tentang senang-senang, tapi tentang juga mengenai tanggung jawab dan saling menghargai. Semakin cepat sebuah pasangan menyadari hal ini, semakin awet pernikahan mereka.

Tentunya pernikahan gue juga berimbas kepada pekerjaan. Yang tadinya mikir bisa lembur sampai pagi, sekarang harus berpikir bahwa ada yang khawatir di rumah memikirkan kesehatan kita. Cara kita menilai orang-orang disekitar kita juga menjadi sedikit berbeda.

Semuanya masih baru bagi gue :).

Di lain hal, jangan pernah lupa sama keluarga asal kalian. Menikah bukan berarti putus hubungan dengan Keluarga dan Orang Tua.

Thank you God
for giving me what I have today
and taking from me what I’m not supposed to have.

They say Live is to short for regrets
Yet I can’t stop looking back
So many things I could have done
But it’s all in the past now, right?

So I am looking forward to what You have prepared for me

Indah baru aja datang ke kantor bawa Kue. Surprise banget Secret telling smile

Jika ini pandangan sekilas masa depan gue, maka gue tahu g akan sangat bahagia kedepannya Smile

My BDay 2011

Kau beri aku sesuatu …

Di dalam sebuah cerita ada seorang pria lajang tampan yang single. Dia terlihat bebas dan lepas penuh keceriaan. Seorang pria yang terkenal tukang gombal dan suka membuat para wanita tersipu malu dengan rayuan-rayuan mautnya. Antara membuat mereka tersipu malu atau membuat mereka tertawa karena tahu dia tidak serius. Seorang pria yang sangat suka melempar pancing tanpa umpan. Dia dikenal sebagai Pria Jomblo Bahagia tanpa kekhawatiran. Apakah masalah pria tersebut sehingga ia tidak ingin memiliki pacar?

Di dasar hatinya dia seorang pesimis yang tidak percaya akan cinta. Tidak mungkin dua orang bisa hidup bahagia hingga akhir kehidupan mereka. Jika benar kenapa dia tidak pernah melihat sebuah pasangan yang bahagia hingga akhir hayat mereka? Di sebuah dunia dimana kita berpura-pura tidak mendengar saat melihat pasangan lain bertengkar? Di sebuah dunia yang kelam dimana perceraian adalah hal yang lazim, bukankah kita terlalu naif jika mengatakan percaya pada cinta hingga akhir hayat? Pria ini tidak ingin dilukai…

Namun seorang gadis mengubah segalanya. Dari berpuluh-puluh wanita yang pernah di godai dia, yang ini benar-benar berbeda. Hingga akhirnya dia tidak bisa menghilangkan gadis ini dari pikirannya. Apa alasannya? Apakah karena dia terlihat mandiri dan tidak butuh pria untuk mengawasi dia? Apakah karena gadis ini juga suka merayu si pria ini?Atau apakah karena gadis ini manis jika tersenyum? Yang jelas wanita ini memberikan pria ini ‘sesuatu’ yang tidak bisa ia jelaskan dan pria ini begitu ketakutan atas perasaan barunya ini.

Seorang pemancing yang pancing-pancingnya tidak pernah ada umpannya. Melihat sebuah Ikan yang begitu menarik hingga ia meloncat kedalam kolam untuk mencarinya. Ia hanya memandangi dan mengagumi Ikan tersebut. Berbulan-bulan berlalu dan pria ini meminta si gadis bertemu. Rasa ‘sesuatu’ itu tetap terasa dan akhirnya tanpa ia bisa mengendalikan dirinya ia mengucapkan bahwa ia ingin menjalin sebuah hubungan. Itu merupakan hal paling menakutkan yang pernah dia lakukan sampai saat itu …

Pada saat menjalin hubungan begitu banyak hal terjadi. Mereka berdua saling menyadari bahwa pasangannya tidak sempurna. Egoisme, tak tahu diri, kerapuhan, air mata, kehangatan. Gadis ini sering mengunggu si Pria berjam-jam untuk bisa bertemu dan bahkan Pria ini tidak pernah memberikan gadis ini bunga. Apakah mungkin Pria ini serius dengan Gadis ini? Kenyatannya si pria tidak lagi bisa membayangkan hidupnya tanpa gadis ini.

Di dalam hatinya pria tersebut masih seorang pesimis. Namun dia akan terkutuk hingga akhir hayat jika melepaskan si gadis. Jadi ia katakan pada gadis ini untuk mencoba menjalani kehidupan ini bersama hingga akhir hayat. Mereka tahu pasti akan ada pertengkaran dan akan ada air mata. Tapi juga pasti akan banyak kehangatan dan tawa canda. Dan dengan izin Tuhan akan ada buah hati yang akan melengkapi kehidupan mereka.

Maka mereka memutuskan untuk menikah. Mari kita doakan agar ‘sesuatu’ yang menyatukan mereka  membuat mereka bahagia bersama hingga akhir hayat mereka.

Resepsi dimana? (Kisah menemukan tempat)

2026-_thumb.png

Pembaca, beberapa bulan yang lalu … pada saat memutuskan untuk menjalin ikatan Suci antara dua insan manusia … Julian GM Alimin dan Sri Indah Daruningsih sangat kebingungan apa saja yang harus dipersiapkan untuk menikah!!! Namun … kesulitan tersebut dengan perlahan dapat menghilang setelah melakukan survey ke beberapa gedung pernikahan (sampai sini aja parody Siletnya, Open-mouthed smile).

Pertama gue dan Indah mencoba pergi ke beberapa Masjib di daerah Jakarta Selatan untuk mensurvey biaya sewa gedung, katering, dsb. Tapi sebelum kita berhasil mensurvey harga, kita sadari bahwa walaupun Jak-Sel mudah untuk dicapai oleh kawan-kawan kita TAPI Keluarga Indah kan tinggal di Tangerang, jauh sekali untuk mereka. Belum transportasi dan mungkin harus menyewa penginapan untuk yang rumahnya jauh.

Kalau dipikir-pikir, yang lebih penting itu dekat dari teman kuliah, teman sekolah dan teman kerja ATAU dekat dari keluarga dan mudah di hari H?

Jawabannya mudah dijawab, kecuali kalian adalah anak Konglomerat yang bisa mengeluarkan Budget beberapa M untuk pernikahan Hot smile.

Akhirnya kita mulai mencari-cari di Tangerang. Gue dan indah pengen pernikahan yang Out Door, dan pikiran pertama kita adalah di Kolam Renang. Kita sempat pergi ke dua kolam renang di Tangerang Taman Royal 2 dan Taman Banjar Wijaya. Ternyata yang satu sudah tidak lagi disewa, karena beberapa kejadian dimana setelah resepsi kolam renangnya ada peniti dan ada anak kecil yang ketusuk peniti setelahnya. Nah kolam renang yang kedua masih bisa disewa. Tempatnya bagus, dan kita lihat foto-foto resepsi yang sudah dilangsungkan disana. Very nice.

Ada tempat buat pondokan, pengantinnya di pinggir kolam, dan overall keren banget. Nah, di tengah-tengah kolam ada tempat yang memisahkan antara kolam anak kecil dan kolam yang dalam. Dan bentuknya itu cocok sebagai tempat pelamin pengantin. Tapi, menurut pengelola tempat tersebut tidak boleh meletakkan property terlalu dekat dengan kolam. Hal itu yang membuat kita mencari tempat lain.

Berikutnya, kita mencari tempat yang lebih sering dipakai. Ada sebuah Gedung yang namanya “Happy”. Bagus dan sering dipakai. Kebetulan kita kesana pas ada acara penikahan dan diajak cicipin makannya di belakang. Enak, especially Gado-gado pengantinnya. Tapi posisinya jauh dari Tol. Khawatir ga ada yang nemu, dan parkiran sangat susah jika ada acara. Hal lain adalah kita ingin di Outdoor kan. Jadi harus kemana? Sewa tempat main Golf? Tapi g yakin akan mahal bangat.

2026-

Akhirnya kita ketemu sama tempat yang namanya Restoran Istana Nelayan. Jaraknya hanya 5 menit dari rumah Indah, posisi pas keluar Jalan Tol, dan makanannya terkenal enak (walau gue belum pernah coba). Dan pada saat kita kesana, suasananya asyik bangat. Outdoor, pelaminan di luar. Tapi ada Tenda yang menutup 1/2 area, just in case kalau hujan. Perfect. Dan pas kita kesana, mereka menyediakan beberapa paket yang masing-masing sudah include Sewa Gedung, Katering, Bridal, Sound System, Undangan, dsb. Satu-satunya tambahan adalah Pondokan. Yang membuat g kaget adalah bahwa harganya cukup murah, ga semahal yang di Jakarta. Pertama kita kesana itu Agustus 2010 namun pada saat bulan Oktober 2010 kesana lagi, harganya sudah naik sekitar 10%, tapi tetap masih dibawah rata-rata di Jakarta.


View Larger Map

Jadi, alasan kita memilih Istana Nelayan itu Outdoor, mudah akses dari Tol, harganya ekonomis. Nah sekarang tinggal berdoa semoga di Hari H tidak hujan Sun. AMIN

PS: Di quote paling atas tentang apa yang lebih penting, gue hampir menggunakan kata-kata kerabat. Tapi gue ga tahu apa arti kerabat. Keluarga? Atau teman kerja? Dan gue males buka Google Who me?.

Mengurus Undangan – Undang Siapa?

Banyak Undangan?!?!?

Gue ga menyangka bahwa banyak sekali yang harus diurus pada saat ingin melangsungkan pernikahan. Jadi gue mau coba untuk share masing-masing hal kepada kalian sambil menunggu Count Down Hari-H. Kali ini akan membahas Undangan.

Banyak Undangan?!?!?

Pertama-tama bicara masalah undangan sama Indah yang kepikiran adalah bahwa bentuknya harus Cute banget (tentu ini permintaan Indah) tapi tetap gokil dan kocak (ga perlu disebutin ini ide siapa…). Ide dari gue, di covernya gue pakai baju Spider-Man tanpa masker bergelantungan terbalik ngasih bunga ke indah yang pakai Wig warna merah. Tapi herannya saat gue menyampaikan ide tersebut wajah Indah tidak menampilkan ekspresi sehingga gue tidak pernah menyebutkan ide tersebut lagi… Ide dari Indah ada foto lucu dimana gue ngasih Indah bunga dan dia berwajah senang dan sudutnya dari depan dan belakang.

Banyak ide yang bermunculan, namun kalau dipikir-pikir rasanya undangan tersebut hanya dipakai satu kali dan ujung-ujungnya dibuang saja. Menurut kita tidak worth it, jadi kita buat undangan yang simple aja yang sudah didapatkan dari paket pernikahan. Tanpa foto, hanya tulisan saja.

Dilemma berikutnya adalah bagaimana cara pembagian undangan tersebut? Abdi dulu berkata bahwa

Undangan itu prioritas utamanya orang tua. Tanya mereka berapa undangan yang mereka butuhkan dan kita akan dapat sisanya.

Makanya gue tanya kepada orang tua mereka ingin mengundang berapa. Namun masalahnya jika mereka ingin mengundang lebih banyak atau hanya menyisakan beberapa undangan saja untuk kita bagaimana? Tidak masalah, karena pernikahan itu kan saat dimana orang tua melepas kita dan mereka ingin membanggakan kepada semua orang peristiwa tersebut. Kita harus rela dengan berapapun undangan yang tersisa.

Pertanyaan paling sulit adalah bagaimana dengan semua sahabat, kawan yang pernah kalian kenal? Atau teman kantor (dan Klient mungkin)? Apakah akan diberikan satu-satu? Jika diberikan secara kolektif apakah mereka akan tersinggung? Ditelepon saja apakah cukup? Atau diberikan secara elektronik aja (Facebook, Email, BBM)? Atau cukup dikasih tahu secara lisan aja?

Hal terakhir yang gue inginkan adalah membuat seseorang tersinggung

Gue coba kembalikan kepada diri gue sendiri. Apakah gue akan tersinggung? Lalu gue melihat ke masa lalu. Saat ada teman dekat menikah dan dia menghubungi gue nanya harus mengantar undangan kemana. Gue selalu jawab, gue kan temen dekat lo jadi ga usah pakai undangan juga gue pasti datang. Sama halnya jika ada undangan kolektif bertuliskan Lantai 3 atau teman Kampus.  Gue usahakan untuk datang, tapi jika ada orang yang memberikan extra effort untuk mengantar undangannya atau ada undangan bertuliskan nama gue, maka ada perasaan “Ohhh, gue dihargain ya.” Dan ada perasaan senang sekaligus bangga. Nah, uniknya perasaan yang sama gue alami pada saat gue di Buzz oleh yang mau nikah lewat YM, Skpe, Facebook Chat atau jika diundang by email. Jadi gue putuskan untuk menggunakan media yang bisa mencapai mereka dengan urutan Elektronik dulu baru yang conventional. Gue cuman bisa berdoa yang diundang tidak tersinggung.

Nah, kembali lagi dari prinsip undangan. Tujuannya adalah untuk mengundang orang datang ke acara kita (sudah jelas kan). Bagaimana jika yang diundang berhalangan? Apakah gue akan tersinggung jika mereka tidak memberikan kabar? Jawabannya tidak. Cara berpikir gue simple.

Harapan pertama adalah doa dan restu yang ikhlas TAPI bisa melihat wajah kalian dan membagi hari bahagia gue adalah BONUS yang LUAR BIASA

Jadi doa dari kalian sudah lebih dari cukup. Tentu ini tidak berlaku untuk anggota Keluarga. Bayangin Nyokap bilang, aku doain aja ya Disappointed smile.

PS: Mulai sekarang g diubah menjadi gue atas saran dari Muhajir Open-mouthed smile